KAJIAN

Hari Raya Idul Adha Juga Disebut dengan Hari Nahr, inilah Maksudnya

 

AsSAJIDIN.COM  — Di negara Arab Saudi, Tanggal 10 Dzulhijjah, disebut juga dengan Hari Nahr.
Namun di Indonesia tanggal 10 Dzulhijjah lebih dikenal sebagai Hri Raya Idul Adha.
Berikut penjelasan apa itu Hari Nahr dan apa kaitannya juga dengan Hari Raya Idul Adha.

Nahr artinya penyembelihan kurban.

Hari raya Idul Adha disebut hari Nahr (hari penyembelihan kurban) dan hari Haji Akbar, tepat pada 10 Dzulhijjah.

Hari Nahr adalah merupakan hari terbaik di antara seluruh hari di dunia ini, sebagaimana dinyatakan oleh para ulama yang diakui keilmuannya. Karena di hari itu, berbagai amal mulia dilakukan oleh umat Islam, baik yang menunaikan ibadah haji maupun yang berada di kampung halaman mereka di berbagai penjuru dunia.

Dikutip dari islamqa.com, Ketika Nabi sallallahu alaihi wa sallam datang di Madinah, dahulu mereka mempunyai dua hari bermain di dalamnya. Seraya bersabda:

” إن الله قد أبدلكم يومين خيراً منهما ، يوم الفطر ، والأضحى ” رواه أبو داود ( 1134 ) وصححه الألباني في السلسلة الصحيحة ( 2021

“Sesungguhnya Allah menggantikan kamu dua hari lebih baik darinya, hari raya fitri dan adha.” HR. Abu Dawud, (1134) dinyatakan shoheh oleh Albani di Silsilah Shohihah, (2021).

Maka Allah mengganti umat ini dua hari bermain dan melenakan dengan hari zikir, syukur, ampunan dan kebaikan.

Di dunia orang mukmin ada tiga hari raya:

Hari raya yang terulang setiap pekan, dan dua hari raya yang datang setiap tahun sekali tanpa terulang dalam setahun. Kalau hari raya yang terulang setiap minggu adalah hari Jumat.
Sementara dua hari raya yang tidak terulang dalam setahun, akan tetapi satahun hanya datang sekali. salah satunya adalah hari raya fitri dari bulan Ramadan.

Lihat Juga :  Semua Kita Tergantung Kepada Takdir yang Ditentukan Allah

Ketika seorang muslim telah menyempurnakan puasa wajib bagi mereka selama sebulan. Maka Allah mensyariatkan setelah kesempurnaan puasa dengan hari raya terkumpul di dalamnya syukur kepada Allah, zikir dan takbir kepada-Nya atas hidayah yang dilimpahkan kepadanya.

Hari raya kedua adalah hari nahr, yaitu hari kesepuluh di bulan Dzulhijjah.
Hari Nahr (Idul Adha) termasuk hari raya terbesar dan terbaik. Hari Nahr (Idul Adha) berurutan setelah menyempurnakan haji. Ketika orang Islam menyempurnakan hajinya, mereka diampuni. Sesungguhnya haji disempurnakan dengan hari Arafah dan wukuf di Arafah.

Hari Nahr termasuk rukun haji yang agung. Sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

” الحج عرفة ” رواه الترمذي ( 889 ) وصححه الألباني في إرواء الغليل ( 1064

“Haji itu Arafah.” HR. Tirmizi, (889) dinyatakan shoheh oleh Albani di ‘Irwa’ Golil, (1064).

Hari Arafah adalah hari pembebasan dari neraka, maka Allah akan membebaskan dari neraka orang yang wukuf di Arafah dan orang yang tidak wukuf dikalangan umat Islam yang berasa di belahan bumi lainnya. Oleh karena itu, hari setelahnya (Hari Nahr) adalah hari raya bagi seluruh umat Islam di seluruh negara. Baik orang yang menyaksikan musim (haji) maupun yang tidak menyaksikannya.

Di Hari Nahr (Idul Adha) disunnahkan bagi emuanya mendekatkan (diri kepada Allah) dengan nusuk (kurban) atau berkurban.

Berikut Keutamaan Hari Nahr atau Hari Idul Adha

Lihat Juga :  Berhaji Harus Miliki Visa Haji

1.Ia termasuk hari terbaik di sisi Allah

Ibnu Qoyim rahimahullah dalam ‘Zadul Ma’ad, (1/54) mengatakan, “Sebaik-baik hari di sisi Allah adalah hari nahr. Yaitu haji akbar sebagaimana dalam sunan Abi Dawud, (1765) dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam:

إن أعظم الأيام عند الله يوم النحر ” وصححه الألباني في صحيح أبي داود .

“Sesungguhnya hari yang teragung disisi Allah adalah hari nahr.” Dishohehkan oleh Albani di Shoheh Ab Dawud.

2. Hari Nahr adalah hari Haji Akbar.

Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata:

وَقَفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ النَّحْرِ بَيْنَ الْجَمَرَاتِ فِي الْحَجَّةِ الَّتِي حَجَّ وَقَالَ هَذَا يَوْمُ الْحَجِّ الأَكْبَرِ ” رواه البخاري 1742

“Nabi sallallahu alaihi wa sallam berdiam di hari Nahr diantara jamarat waktu menunaikan ibadah haji dan bersabda,”Ini adalah hari Haji Akbar.” HR. Bukhori, 1742.

Hal itu karena mayoritas amalan haji berada pada hari ini. Di hari ini, jamaah haji melakukan amalan berikut ini:

1.Melempar Jumrah Aqabah

2.Menyembelih

3.Gundul atau memendekkan rambut

4.Towaf

5.Sai

3.Ia adalah hari raya bagi umat Islam .

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

” يوم عرفة ويوم النحر وأيام التشريق عيدنا أهل الإسلام ، وهي أيام أكل وشرب ” رواه الترمذي ( 773) وصححه الألباني في صحيح الترمذي

“Hari Arafah, hari Nahr dan Hari-hari Tasyriq adalah hari raya kami orang Islam. Ia adalah hari makan dan minum.” HR. Tirmizi, (773) dinyatakan shoheh oleh Albani di Shoheh Tirmizi. (*/sumber: tribunsumsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button