Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Ramai Sholat Sunnat Gerhana, ini Pesan Khatib kepada Jemaah

­ASSAJIDIN.COM  – Gerhana Matahari merupakan peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi.

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi tepat segaris dan pada saat itu piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari.

Indonesia merupakan salah satu Wilayah yang terlewati jalur cincin pada Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020, ada 31 Provinsi secara astronomis dapat mengamati GMC ini. Termasuk Sumatera Selatan mulai 14:31 WIB puncak gerhana pukul 15:04 WIB dan gerhana berakhir 15:36 WIB.

Lihat Juga :  Innalillah... Total 305 Jemaah Masjid Sinai Mesir Meninggal Dunia Akibat Bom Saat Shalat Jumat

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin dalam Siaran Pers Jakarta menghimbau umat islam yang daerahnya mengalami gerhana dan aman covid-19 untuk menggelar sholat gerhana matahari atau sholat khusuf.

“Tentunya dengan sesuai tuntunan syariah namun tetap memperhatikan protokol kesehatan,” Katanya.

Sementara itu, Khotib Masjid Alfurqon Perumahan Bukit Nusa Indah Sukarami ,DR. H. Ulil Amri, Lc, MA mengatakan, Jadikan fenomena alam contohnya Gerhana Matahari Cincin ini untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanawata’alla.

“Sebelum sholat kita zikir bersama, lalu ada ceramah agama dan dilanjutkan dengan shalat ashar,” Ungkapnya usai memimpin sholat sunnah GMC.

Lihat Juga :  Bersinarnya Logam Mulia di Masa Pandemi, Lihat Kenaikan Harganya, Cocok Buat Investasi

Ia menambahkan, Sholat Gerhana bisa dilakukan di rumah ataupun berjamaah di masjid dengan perbanyak zikir memohon ampunan serta berdoa bersama agar Covid19 segera berlalu.

Sementara  menurut pantauan wartawan Assajidin Group, sejak pukul 14:31 WIB hingga 16:00 WIB terpantau Gerhana Matahari Cincin tidak nampak di sekitaran Pelataran Benteng Kuto Besak dikarenakan matahari tertutup langit mendung sehabis hujan. (*)

Penulis: tri jumartini

Back to top button