Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

SUMSEL

Benteng Kuto Besak Akan Disulap Jadi Ruang Publik dan Edukasi Sejarah

AsSajidin.com Palembang, —— Pemerintah Kota Palembang terus mematangkan langkah penataan ruang publik, khususnya di kawasan bersejarah Benteng Kuto Besak (BKB), agar semakin terbuka dan bermanfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan nilai heritage.

Komitmen tersebut mengemuka saat Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menerima audiensi jajaran Kodam II/Sriwijaya yang diwakili Asrendam II Sriwijaya, di Kantor Wali Kota atau yang dikenal sebagai Kantor Ledeng, Senin (4/5/2026).

Ratu Dewa menegaskan, Pemkot membuka ruang kolaborasi dalam pemanfaatan kawasan BKB sebagai wajah kota sekaligus ruang publik yang edukatif dan berdaya tarik wisata.

“Kita ingin penataan Benteng Kuto Besak ini tetap menjaga nilai sejarah, namun juga bisa dimanfaatkan masyarakat. Akses akan kita buka, tapi tetap dengan batasan dan pengaturan,” ujarnya.

Lihat Juga :  Polda Sumsel Komitmen Tekan Karhutla, Siapkan Personel dan Peralatan Lengkap

Dewa menjelaskan, kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi lokasi rekreasi, tetapi juga ruang edukasi sejarah.

Pengunjung dapat menikmati area untuk berswafoto sekaligus mengenal jejak historis Palembang sebagai salah satu kota tertua di Indonesia.

Selain itu, Pemkot juga membuka peluang pengembangan fasilitas pendukung, termasuk rencana pembangunan poliklinik.

Ratu Dewa menyebut pihaknya telah meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mengkaji dukungan dan sinergitas.

“Silakan disampaikan terobosan-terobosan yang ada. Kita ingin kawasan ini benar-benar tertata dan menjadi ikon kebanggaan kota,” katanya.

Sementara itu, Asrendam II Sriwijaya, Mustamin, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut membawa tiga agenda utama, yakni mempererat silaturahmi, menyampaikan pesan Pangdam terkait keterbukaan kerja sama, serta membahas dukungan peningkatan fasilitas kesehatan.

Lihat Juga :  Jaring Pimpinan Baznas Sumsel Berkualitas, Pansel Bahas Materi Seleksi

“Bapak Pangdam sangat terbuka untuk kerja sama, terutama dalam pemanfaatan ruang publik di Benteng Kuto Besak. Namun karena ini kawasan militer, tentu ada aturan yang harus dibahas dan disepakati bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan sejumlah area di kawasan benteng berpotensi dibuka secara bertahap untuk publik, dengan konsep yang tetap menjaga keamanan dan nilai cagar budaya.

“Harapannya, masyarakat bisa lebih leluasa menikmati Benteng Kuto Besak sebagai kawasan heritage, namun tetap dalam koridor aturan yang berlaku,” kata Mustamin.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, penataan BKB diharapkan mampu memperkuat identitas Palembang sebagai kota bersejarah sekaligus destinasi wisata unggulan. (Fitria)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button