Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

KALAM

Keyakinan Daud Kim, Mualaf Asal Korea, Islam Cocok Bagi Warga Korea

ASSAJIDIN.COM — Sebuah video yang menampilkan sosok mualaf asal Korea Selatan (Korsel) Daud Kim tengah viral. Ajaran Islam dinilai sangat diperlukan untuk mengisi batiniah warga Negeri Gingseng.

Saking viralnya, pendiri Pesantren Daarut Tauhid KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym ikut mengunggah video sang YouTuber melalui akun Instagram @aagym, Selasa (2/5/2020).

Pandangan Kim tentang alasan negaranya membutuhkan Islam menarik perhatian Aa Gym.

Penuturan Kim, menurut Aa Gym, berdasarkan berbagai perubahan baik yang telah ia alami setelah memeluk agama Islam. Awalnya Kim menjelaskan bahwa Korsel merupakan salah satu negara dengan kategori paling baik untuk ditinggali.

Lantaran menjadi negara terkaya urutan ke-12. Pengembangan teknologi canggih dan layanan kesehatan terbaik menjadi nilai tambahnya. Dari segala sisi baiknya, Kim menemukan sisi lain yang membuatnya yakin bahwa Korsel butuh sentuhan ajaran Islam.

“Angka depresi dan bunuh diri tinggi di Korsel,” ujar Kim menyebut salah satu kondisi sosial masyarakat di sana.

Lihat Juga :  Dedy Corbuzier Buka Suara Dituding Mualaf Hanya untuk Menikah

Aa gym mengunggah postingan di instagramnya. Isinya:

video dari sahabat kita di Korea Selatan, tentang “Kenapa Korea membutuhkan Islam?” MasyaAllah.. Apa hikmah yang didapat sahabatku? Terima kasih telah membuat video ini @jaehan9192 #islam #muslim #dakwah #tauhid #rahmatanlilalamin #doa

A post shared by Abdullah Gymnastiar (@aagym) on Jun 1, 2020 at 8:21pm PDT

Korsel memang merupakan salah satu negara dengan angka depresi tertinggi. Hal ini diakibatkan oleh budaya hidup kompetitif sehingga banyak orang yang berlomba-lomba bersaing antara satu sama lain dan tak henti membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain. Kondisi ini, ujar Kim, membuat mereka terdoktrin untuk memiliki kehidupan yang sempurna, sehingga tanpa sadar akan membuat mereka tertekan.

Timbullah perasaan untuk terus menyalahkan diri sendiri hingga berujung pada keinginan untuk mengakhiri hidup. Dalam ajaran Islam disebutkan, bahwa Allah melarang umat-Nya untuk menyalahkan diri sendiri. Tidak ada anggapan bahwa seorang manusia itu superior dari manusia lainnya. Semua manusia merupakan makhluk ciptaan-Nya yang sama baiknya. Sehingga tujuan hidup hanyalah untuk menyembah Allah dan mengikuti segala perintah-Nya.

Lihat Juga :  Sedih, Masjid Al-aqsha pun Tiadakan Shalat Tarawih Selama Ramadhan

“Dalam Islam, hidup akan terasa lebih mudah dan sederhana. Islam membawa kedamaian dan kebahagiaan diri, dengan lebih bersyukur dan menikmati dunia ciptaan Allah SWT,” tambah Kim.

Kembali pada tujuan hidup, sebagaimana tertulis firman Allah SWT, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku semata.” (QS. Az-Zariyat:56).

Kim menyimpulkan, proses mencari tujuan hidup seperti berada dalam sebuah labirin besar yang gelap. “Bayangkan seakan kita terjebak di labirin yang gelap. Jika kamu memiliki rasa percaya (iman), maka kita akan menemukan jalan keluarnya. Di penghujung jalan tersebut ialah surga (Jannah). Inilah mengapa kita membutuhkan Islam,” jelas pria berusia 28 tahun ini.

Terlebih lagi, Islam merupakan agama bagi semua orang, terlepas dari perbedaan budaya, ras ataupun negara yang mengikat umat-Nya.(*/sumber: islampos)

Back to top button