Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Muslimah Berkarya, Belajar dari Kisah Maryam, Khadijah dan Ratu Balqis

ASSAJIDIN.COM– Memiliki peran menjadi seorang muslimah adalah sebuah anugerah yang Allah berikan kepada para wanita. Tidak semua wanita beruntung menerima hidayah agar bertahan dengan nikmat Islam dan nikmat iman yang Allah titipkan di dalam kalbu para wanita.

Dengan kemuslimahan tersebut, para wanita akan menyadari kodratnya, fitrahnya, serta keistimewaan yang diperoleh karena mendapatkan kemuliaan di sisi Sang Maha Pencipta.

Berkarya memiliki makna menghasilkan karya yang bisa memberikan manfaat buat diri sendiri dan orang lain. Pada hakekatnya, berkarya adalah beramal. Dengan karya tersebut, seseorang telah melakukan kebaikan.

Sudah selayaknya setiap muslimah memiliki karya. Mengapa? Dengan fitrahnya yang lemah lembut dan harus terjaga dari setiap fitnah, bukan berarti setiap muslimah harus bersikap vakum. Setiap muslimah telah Allah berikan karunia berupa akal untuk berpikir dan hati untuk menerangi pikiran. Maka, karunia yang Allah amanahkan tersebut hendaknya dipergunakan untuk kemaslahatan ummat.

Firman Allah SWT dalam Al-Quran:
“Dan katakanlah, “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin., dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”. (QS: At-Taubah: 105).

Berdasarkan firman Allah SWT di atas, makan setiap muslimah juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya. Jika telah tiba waktu berkumpul di Padang Mahsyar kelak, Allah akan menunjukkan karya-karya itu kembali persis seperti yang telah dikerjakan selama hidup di dunia.

Lihat Juga :  Innalillah..Aktivis Pengacara LBH Palembang Meninggal Dunia, Kondisinya Mencurigakan

Bercermin pada kisah Maryam Binti Imran, seorang perawan suci yang sangat taat kepada Allah SWT. Lalu, Allah mengujinya dengan kehamilan hingga melahirkan Nabi Isa a.s. Dengan karya nyata, Maryam mendidik Nabi Isa hingga tumbuh menjadi lelaki soleh dan pembawa risalah para Nabi.

Demikian juga Ibunda Khadijah Binti Khuwailid, Istri Rasulullah SAW. Khadijah merupakan seorang saudagar kaya raya. Dengan kekayaannya tersebut, dakwah Rasulullah SAW sangat terbantu. Begitu juga dengan Ratu Saba, Ratu Balqis, yang mampu berkarya dalam hal kememimpinan.

Di bawah kepemimpinan Ratu Balqis, masyarakatnya makmur, sejahtera, dan harmonis. Setelah bersentuhan dengan ajaran Islam, karya terbesar Ratu Balqis adalah mengajak seluruh pengikutnya untuk memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Sulaiman a.s.

Lalu, di Indonesia bisa juga kita temukan para muslimah hebat yang berkarya untuk kemaslahatan ummat. Misalnya: R.A. Kartini dari Jawa dan Tengku Agung Syarifah Latifah dari Riau yang sama-sama berjuang untuk memuliakan dan mengangkat derajat kaum perempuan dengan cara membuat sekolah khusus perempuan.

Melihat karya-karya agung dari para muslimah di atas, masihkah muslimah masa kini hanya diam dan merasa cukup menjadi penonton? Semoga saja tidak. Tantangan zaman semakin hebat sehingga sangat dibutuhkan peran aktif para muslimah untuk bahu-membahu menghasilkan karya untuk generasi masa kini dan generasi yang akan datang.

Lihat Juga :  Doa Agar Mudah Menerima Kenyataan yang tak Sesuai Harapan

Karya apa saja yang bisa dilakukan oleh muslimah?

1. Menulis

Setiap muslimah selayaknya mahir menulis. Dengan menghasilkan karya lewat tulisan akan menebarkan syiar dan manfaat buat pembaca, dan kelak akan menjadi amal jariyah. Sebagaimana para Imam besar, Syafii, Ahmad, Hanfi, dan Hambali, yang telah menuliskan kitab sebagai rujukan yang berguna hingga akhir zaman.

2. Berdagang

Jika selama ini perusahaan Amerika menjadi ikon penjual ayam goreng, maka sudah sepantasnya muslimah berkarya agar tidak menjadi konsumen lagi, namun beralih menjadi produsen.

3. Desainer

Mode telah berkiblat ke arah barat. Dengan karya muslimah, maka mode ketimuran akan kembali sesuai adat, budaya, dan syariat. Oleh karena itu, diharapkan lahirnya para desainer muslimah yang kreatif dan imajinatif.

4. Pengusaha

Para muslimah sebaiknya tidak selalu berpikir untuk menjadi karyawan dan PNS. Sudah seharusnya muslimah membuka cakrawala berkarya dengan menjadi pengusaha. Fasilitas zaman milenial sangat banyak. Bisa melalui media sosial seperti facebook, instagram, blog, vlog, dll.

Dengan lahirnya karya-karya nyata di atas, kebangkitan Islam akan berlangsung, dan keimanan akan semakin kokoh. Kalimat tauhid akan kembali menggema di seluruh penjuru dunia. Lalu, Madinah Al-Munawwarah akan bersinar kembali di setiap negeri. (*/Sumber: riausastra)

Back to top button