Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

HALAL

Cicipi Roti Selai Samahani Kuliner Legendaris dari Aceh

ASSAJIDIN.COM — Tak lengkap rasanya berkunjung ke Aceh jika tak mencicipi kuliner khas kota Serambi Mekkah ini.

Pertanyaannya, kuliner apa gerangan yang hendak kita cicipi sekaligus jadi oleh-oleh dari Aceh?

Salah satunya Roti Selai Samahani. Kuliner legendaris dan menjadi favorit wisatawan.

Dimana kita harus membelinya

Di Desa Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Sesuai dengan namanya, kuliner ini berupa hidangan roti yang disajikan dengan selai dari campuran telur ayam kampung, santan, dan gula – atau disebut dengan selai srikaya.

Warung ini menjual Roti Selai Samahani, jajanan yang telah menjadi oleh-oleh ikonik dari Banda Aceh.

Namun, di balik kesederhanaan roti ini, tersimpan kisah panjang perjuangan, tradisi, dan cinta akan cita rasa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Khairunnas, sang pemilik warung Cita Rasa, yakni warung legendaris yang menjual Roti Selai Samahani.

Khairunnas telah mewarisi tradisi dan usaha keluarganya sejak 1988.

Usaha tersebut dimulai dari kakeknya.

Menurut ceritanya, saat itu sang kakek bekerja di tempat orang lain sebelum akhirnya memutuskan membuka usaha roti sendiri.

Roti selai ini dulunya hanya dikenal sebagai jajanan kampung yang dinikmati oleh masyarakat lokal di Samahani, sebuah kawasan kecil di Kecamatan Kuta Malaka.

Roti Selai Samahani. (Foto : m.tribunnews.com)

Bencana Tsunami 

Kisahnya mulai berubah setelah bencana tsunami melanda Aceh pada tahun 2004.

Seperti halnya banyak warga Aceh lainnya, keluarga Khairunnas harus berjuang bangkit dari tragedi tersebut.

Lihat Juga :  Otak Otak Yuk Henny, Kuliner Legendaris di Pangkalpinang, Terkenal Gurih dan Sedap 

Namun, di tengah kesulitan itu, Roti Selai Samahani justru mulai dikenal luas.

Mobil-mobil yang melintasi jalur Banda Aceh-Medan kerap berhenti di warung Khairunnas untuk membeli roti selai sebagai oleh-oleh.

“Orang-orang dari Banda Aceh bahkan datang khusus ke sini. Mereka beli untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh,” jelasnya dengan penuh kebanggaan.

Selain sejarah panjangnya, rahasia popularitas Roti Selai Samahani terletak pada cita rasa unik yang ditawarkan.

Roti lembut yang dioleskan selai kuning terbuat dari bahan-bahan alami seperti telur ayam kampung, santan, dan gula.

Tak ada tambahan penyedap rasa ataupun bahan pengawet.

Selai dibuat setiap hari sejak pukul tiga subuh untuk memastikan kelezatan dan kesegarannya tetap terjaga.

“Kami buat selai setiap hari, biar tetap fresh. Kalau roti, bisa tahan 1,5 hari di suhu ruangan,” kata Khairunnas.

Karena kesederhanaan dan kualitas bahan-bahan itulah, banyak pengunjung merasa makanan ini sangat khas Aceh.

Roti Selai Samahani, kuliner legendaris di Aceh yang wajib kamu coba atau bawa pulang sebagai oleh-oleh. (Foto : Instagram/@selai.breadach)

Simbol Ketangguhan

Menurut salah satu pengunjung, roti selai Samahani bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman.

“Roti ini benar-benar beda. Manisnya pas, dan selainya sangat lembut. Ini makanan khas Aceh yang nggak bisa ditemukan di tempat lain,” kata Kausar Marreli, seorang pengunjung asal Riau.

Baginya, setiap kali berkunjung ke Aceh, membawa pulang Roti Selai Samahani sudah menjadi kebiasaan yang wajib dilakukan.

Lihat Juga :  Melancong ke Belanda (1) : Berawal dari Bangunan Gereja

Banyak pengunjung lain juga sependapat, bahkan beberapa dari mereka membawa selai hingga ke luar daerah, seperti Jawa Barat dan Jakarta, untuk dibagikan kepada keluarga dan teman.

Seiring waktu, permintaan terhadap Roti Selai Samahani terus meningkat.

Di hari biasa, Khairunnas mampu menjual 600 hingga 700 porsi roti, sedangkan di hari libur jumlahnya bisa mencapai 1.000 porsi.

Setiap porsi roti dihargai Rp 8.000, sementara selainya sendiri dijual terpisah dengan harga Rp 50.000 per kilogram.

Roti selai ini tidak hanya menjadi oleh-oleh khas, tetapi juga simbol ketangguhan dan kesederhanaan masyarakat Aceh.

Setelah tsunami, usaha kecil seperti milik Khairunnas menjadi contoh nyata bagaimana komunitas lokal dapat bangkit dan melestarikan tradisi, sekaligus memperkenalkan kuliner khas mereka ke khalayak yang lebih luas.

Roti Selai Samahani kini bukan sekadar jajanan.

Bagi Khairunnas dan keluarganya, ini adalah simbol warisan yang terus hidup, menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Bagi pengunjung, roti selai ini adalah kenangan manis dari Banda Aceh yang tak tergantikan.

Dengan rasa yang khas dan sentuhan tradisi, Roti Selai Samahani akan terus mewarnai kuliner Aceh dan menjadi bagian dari cerita perjalanan setiap orang yang singgah di sana.

Warung ini buka setiap hari mulai dari jam 04.00 pagi hingga habis, menyambut setiap pengunjung dengan kehangatan dan cita rasa yang tak terlupakan.

 

Sumber : Travel.tribunnews.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button