Danau Terindah di Tiongkok (1) : Danau Qinghai
“Belajarlah dari alam karena alam bisa memberikan pembelajaran dan keindahan yang tak ternilai.” (Brilio.net)
ASSAJIDIN.COM — Allah SWT Maha Pemberi Nikmat. Nikmat dan anugerah yang Dia berikan tiada ternilai.
Nikmat sehat, nikmat kaya, nikmat makan dan minum. Juga nikmat alam yang membentang buat hamba-hamba-Nya yang mau berpikir dan bersyukur.
Adalah Tiongkok, salah satu negara di benua Asia yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
Hal ini dikarenakan Tiongkok memiliki pesona alam yang sangat memesona.
Tak heran jika kemudian negara tirai bambu ini menjadi destinasi favorit bagi travellers, khususnya para pecinta alam.
Tiongkok juga dikenal memiliki danau-danau indah yang tersebar di berbagai wilayah dan provinsi.

Danau Qinghai
Melansir Idntimes.com, Danau Qinghai merupakan danau terbesar di negara Tiongkok yang memiliki luas 4500 kilometer persegi dan terletak di bagian barat wilayah Qinghai-Tibet.
Danau Qinghai menawarkan pemandangan alam yang memesona karena danau ini dikelilingi empat gunung dan padang rumput yang luas. Pada bagian tepi danau juga terdapat banyak bunga-bunga liar dengan warna yang beraneka warna.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Danau Qinghai antara bulan April hingga Agustus, di mana suhu di danau ini berkisar 24 derajat celsius. Cuaca yang sejuk untuk berwisata.

Danau Air Asin
Melansir Indonesia Windows.com , Danau Qinghai merupakan danau air asin terbesar di China.
Danau ini menjadi transit utama bagi burung-burung yang bermigrasi dari Asia Tengah ke India dan Asia Timur ke Australia.
Danau Qinghai berfungsi sebagai rumah musim dingin yang penting bagi burung air di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet.

Pulau Burung
Yang menarik bagi wisatawan selain pemandangan Danau Qinghai, juga dua pulau kecil di danau itu yang dinamakan Pulau Burung. Kalau anda datang pada saat yang tepat, anda akan disambut oleh ratusan ribu burung yang berhamburan mengepakkan sayap.
Danau Qinghai terletak di bagian timur laut Provinsi Qinghai, sekitar 150 kilometer dari ibukota Xining.
Danau itu dapat dicapai dengan mobil dari Xining selama dua jam lebih di atas jalan yang cukup mulus dan melintasi Gunung Bulan Bintang setinggi 3.500 meter di atas permukaan laut.

Dongeng
Di kalangan rakyat ada dongeng yang indah tentang Danau Qinghai. Konon pada zaman Dinasti Tang sekitar 1.300 tahun lebih yang silam, seorang putri raja di daerah Tiongkok bagian tengah dinikahkan ke Tibet.
Ketika melalui tempat ini, ia rindu akan kampung halaman dan melemparkan cermin yang dibawanya ke udara. Cermin itu setelah jatuh ke tanah berubah menjadi danau yang indah, itulah Danau Qinghai.
Maka, di hati rakyat etnis Tibet, Danau Qinghai adalah sebuah danau yang suci dan sakti. Selang beberapa tahun, mereka akan mengadakan kegiatan sembahyang yang meriah di tepi danau tersebut.
Dari danau yang bening airnya itu tampak gunung-gunung hijau di kejauhan dan bayangan gunung salju terpantul di permukaan air. Di sekitar danau adalah lapangan peternakan yang subur.
Pada musim panas, padang rumput bagai permadani hijau dengan bunga sawi kembang yang kuning keemas-emasan, dan tenda-tenda penggembala bertaburan di tepi danau bagai bintang di langit membentuk pemandangan yang indah bagai pigura, apalagi disaat matahari terbit dan terbenam, sungguh indah luar biasa.

Surga Burung
Dinamakan Pulau Burung karena pulau-pulau itu dihuni oleh sejumlah besar burung, malah nama sebenarnya jarang diketahui orang.
Pulau yang berada di sebelah barat nama aslinya adalah Haixishan, bentuknya mirip punuk unta, luasnya sekitar 0,3 kilometer persegi. Yang di sebelah timur dinamakan pulau Haixipi, luasnya 4,6 km persegi.
Kedua pulau itu agak datar dan subur vegetasinya. Setiap bulan Maret dan April adalah saat berbagai macam burung berdatangan. Begitu tiba, burung-burung itu segera sibuk mencari bahan untuk membangun sarang.
Kala itu, kita dapat menyaksikan kesibukan burung-burung itu. Ratusan ribu burung dari pagi sampai malam terbang kian kemari, dan tak lama kemudian, pulau-pulau itu akan penuh dengan sarang burung. .
Sejak saat itu sampai bulan Oktober ketika udara menjadi dingin, pulau-pulau itu menjadi surga burung, demikian dikutip dari Indonesian.cri.cn.
