HALAL

Berkunjung ke Malaysia (3) : Mencetak Satu Juta Eksemplar Al-Quran

ASSAJIDIN.COM — Ada berita gembira terkait dengan kitab suci Al-Quran. Yakni pencetakan dan pendistribusiannya untuk masyarakat luas dari berbagai lapisan.

 

Nasyrul Quran Malaysia bekerja sama dengan percetakan IPB Solo mencetak satu juta eksemplar Al-Quran. (foto Inilah.com)

 

Berita gembira itu menyangkut kerjasama erat antara Nasyrul Quran Malaysia dengan percetakan Inti Permata Indah Berkah (IPB) Solo yang akan mencetak satu juta eksemplar Al-Quran.

Kerjasama ini direalisasikan sekitar satu bulan yang lalu.Yayasan yang berbasis di Malaysia itu juga menyebut hal ini sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah menjadi tempat belajar Nasyrul Quran selama 36 tahun.

Mengutip Inilah.com, Nasyrul Quran Malaysia merupakan pusat percetakan Al-Quran kedua terbesar di dunia setelah percetakan Al-Malik Fahd di Madinah, Saudi Arabia.

Bersama Yayasan Restu, Percetakan IPB akan mendirikan yayasan wakaf Al-Quran bernama Yayasan Restu Permata Quran dan mencetak satu juta mushaf untuk dibagikan kepada masyarakat.

Ketua Dewan Kehormatan Yayasan Restu Permata Quran, H. Rahmat Shah mengatakan pihaknya akan mencetak tiga mushaf yakni Mushaf Al Busyro, Mushaf Al Munawir Krapayak, dan Mushaf Rabt Al Khati.

“Ini akan menjadi sebuah gerakan membudayakan Al-Quran di tengah masyarakat Indonesia,” ujarnya, Kamis (23/5/2024) sambil menyerahkan wakaf pertama 10.000 mushaf.

Saat peluncuran program ini Rabu (22/5/2024), Muchlis Hasyim Yahya selaku pemegang saham percetakan IPB dan ketua Lazia ASFA mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan berharga seperti ini.

“Ini kerjasama yang luar biasa. Melihat kapasitas Yayasan Restu di Malaysia, rasanya tidak apple to apple dengan Percetakan IPB yang bersahaja,” ucapnya.

Menurutnya, ini semua tidak semata urusan bisnis yang dilakukan manusia tapi juga karena takdir Allah SWT yang mempertemukan, sehingga tercapainya kerja sama yang baik ini.

Menanggapi hal tersebut, pemilik sekaligus Direktur Nasyrul Quran, Datuk Abdul Latif mengatakan bahwa pemilihan IPB Solo sebagai percetakan tidak sekadar didasarkan pada pertimbangan fisik.

“Kami tidak semata melihat tempatnya saja, tetapi juga orang-orangnya. Karena di mana tempat mencetak Al- Quran, di sana ada nur atau cahaya yang akan mengubah keadaan tempatnya menjadi lebih baik. Itu yang melandasi kami memilih tempat ini,” pungkasnya.

Satu juta Al-Quran yang akan dicetak Yayasan Restu Permata Quran direncanakan akan selesai dalam waktu 2 tahun. Seluruh Al-Quran itu akan diwakafkan dan dibagikan kepada masyarakat.

Peluncuran program ini dihadiri sejumlah ulama. Di antaranya Habib Abdurahman bin Hafiz, Habib Shaleh Muhammad al Jufrie, Datuk Abdul Latif Mirasa, Datuk Mohd Asyaharim Bin Abdul Latif, Syekh Yusuf bin Thalib, Kyai Khoirul Fuad, Ustad Sofyan Nur Almaki, Maulana Abdul Wahab, dan Muchlis Hasyim Yahya.

Lihat Juga :  Kuliner Timur Tengah (14) : Joojeh Kabab Khas Iran

 

Sejumlah da’i, pengasuh pondok pesantren dan pimpinan ormas Islam dari Indonesia melakukan kunjungan ke Kompleks Nasyrul Quran di Persint Putrajaya, Malaysia. (Foto : Suara Islam.id)

 

Program Lawatan

Sebelumnya, beberapa tahun yang silam, sejumlah da’i, pengasuh pondok pesantren dan pimpinan ormas Islam dari Indonesia melakukan kunjungan ke Kompleks Nasyrul Quran di Persint Putrajaya, Malaysia.

Kunjungan yang berlangsung pada hari Selasa (27/8/2019) itu melanjutkan agenda sebelumnya di Kompleks Seni Islam di Selangor. Kedua agenda ini bagian dari program lawatan mereka ke Malaysia.

Rombongan asal Indonesia diterima oleh Pimpinan Yayasan Restu Datuk Abdul Latif dan Mudir Yayasan Restu Ustaz Fadli.

Mereka menyambut baik kedatangan para da’i dan aktivis Indonesia ini. Ia berharap pertemuan ini bisa bermanfaat untuk dakwah Al-Quran.

Ustaz Fadli menjelaskan, berdirinya Yayasan Restu dengan tujuan untuk memakmurkan Al-Quran.

“Dan pada dimulai tahun 1995, usaha untuk mewujudkan manuskrip Al-Quran mushaf Malaysia dilakukan,” jelasnya.

Usaha pembangunan dan kegiatannya didukung penuh oleh kerajaan Malaysia ini kemudian berkembang dengan berbagai program Al-Quran.

“Dan usaha menyebarkan Al-Quran dilakukan dalam berbagai program di antaranya melalui pendidikan Islam mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa, termasuk menggelar pengajian umum seputar Al-Quran,” tandas Ustaz Fadli seperti dikutip Suara Islam.

Pihaknya berharap, kegiatan percetakan dan pendidikan ini bisa membumikan dakwah Al-Quran khususnya di Malaysia.

Rombongan asal Indonesia terdiri dari Ustaz Iyus Khaerunnas (Pimpinan GNPF Ulama Bogor), Ustaz Hasri Harahap (Ketua Forum Umat Islam Bogor Raya), KH Tatang Nasir (Ketua Umum Badan Koordinasi Muballigh Indonesia), Prof Kusmawan dan Tuan Guru Fauzan Zakaria (Wakil Ketua Umum Bakomubin), juga Ustaz Abdul Muhyi, Ustaz Asnawi dan Muhammad Saiful Harahap, ketiganya pengasuh pondok pesantren di Bogor, Indonesia.

Mereka didampingi sejumlah aktivis di Malaysia dan Singapura yaitu Ustaz Zol Aznan, Wan Mawardi, Muhammad Massary dan Wan Hajah Hafsah.

 

KOMPLEKS Nasyrul Quran terletak di Presint 14, Putrajaya. (Foto : WilayahKu)

Kompleks Nasyrul Quran

Sekilas, kompleks bangunan bercat putih berhias artefak Islam di Jalan P14J Presint 14, Wilayah Persekutuan Putrajaya Malaysia ini terlihat seperti gedung megah pada umumnya.

Namun, siapa sangka dalam 1 hari sebanyak 13 ribu naskah Al-Quran dicetak. Dalam setahun, ada 1 juta naskah Al-Quran dengan berbagai ukuran dihasilkan dari tempat itu, Kompleks Nasyrul Quran.

Sebanyak 30 persen dari naskah Al- Quran yang dicetak itu diwakafkan ke negara yang berpenduduk minoritas Islam, seperti Afrika, Kazakhstan dan Bangladesh.

Lihat Juga :  Rihlah ke Brunei Darussalam ((9) : Belanja di Pasar Malam Gadong Bandar Seri Begawan

Kompleks Nasyrul Quran, menukil Pewarta.co, merupakan pusat percetakan Al-Quran terpadu yang pertama di Malaysia, dan kedua terbesar di dunia setelah Pusat Percetakan Al-Quran al-Malik Fahd di Madinah.

Pembangunan kompleks ini menelan biaya RM 60 juta untuk bangunan dan pembelian mesin cetak. Dana tersebut didukung Kerajaan Malaysia melalui Kementerian Keuangan Malaysia dan Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP).

Kompleks ini mulai beroperasi pada 13 Juni 2017 dan diresmikan oleh Timbalan Perdana Menteri Malaysia saat itu, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi.

 

Lawatan ke Nasyrul Quran Putrajaya. (Foto : Tahmidi Center)

 

Kesucian Tempat

Memasuki Kompleks Nasyrul Quran, pengunjung wajib membuka sepatu atau sandal. Ini demi menjaga kesucian tempat yang menghasilkan kitab Al-Quran.

Di kawasan itu, pengunjung boleh melihat sendiri proses pencetakan dilakukan. Ada juga naskah dicetak dengan terjemahan dalam bahasa Jawi, Inggris, Melayu, dan Cina.

Tak hanya mencetak Al l-Quran, tempat itu juga menjual berbagai jenis produk berkaitan dengan Al-Quran, poster kaligrafi, buku, cenderamata, dan lainnya.

Bangunan putih yang berada di kawasan Kompleks Nasyrul Quran itu terdiri dari tiga lantai dan tiap lantainya memiliki galeri.

Pengunjung juga dapat melihat sendiri lembaran-lembaran Al-Quran dari beberapa tempat atau negara, serta peralatan yang digunakan untuk penulisan Al-Quran dengan tangan seperti bulu landak, ijuk, handam dan buluh.

Di lantai 2 ada Galeri Mushaf Antarabangsa (International Mushaf Gallery). Selain manuskrip Al-Quran, pengunjung juga bisa naik ke lantai 3, tempat galeri seni bina dan hiasan interior Islam. Di situ pengunjung boleh mengagumi kaligrafi dan karya seni Islam saat ini.

Desain, motif dan kaligrafi yang diolah dan diaplikasikan dalam interior bangunan Kompleks Nasyrul Quran 100 persen menggunakan jubin (ubin) keramik keluaran Yayasan Restu

Yayasan Restu itu juga membuat desain-desain yang dibuat di seluruh masjid di Malaysia, seperti interior kubah Masjid Al-Arfiah Segari Perak, interior Masjid Imtiaz Melaka, interior Hotel Mudzaffar Melaka, Masjid Al-Badr Pulau Pangkor. Ada juga desain untuk kaligrafi di

Masjid Jamiul Huda, Jeram dan Selangor.

Pengunjung mendapat cenderamata setelah membuat pendaftaran secara online melalui scan barcode, dan memperlihatkannya kepada petugas di counter yang disediakan di akhir kunjungan.

Untuk tahu proses penuh percetakan Al-Quran, juga bisa ke Kompleks Seni Islam Antarabangsa di Shah Alam. Sebelum Al-Quran dicetak Kompleks Nasyrul Quran, proses kajian susunatur dan rekaan motif dibuat di situ.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button