Tradisi Ramadhan di Arab Saudi (6) : Dentuman Meriam Ramadhan Pertanda Berbuka Puasa
ASSAJIDIN.COM — Meriam Ramadhan atau midfa al iftar idrab merupakan tradisi Ramadhan di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi. Tradisi ini berasal dari Kairo, Mesir.
Mengutip Daily News Egypt, tradisi unik tersebut bermula dari kebetulan.
Pada 1455 Hijriah (H) silam, pemimpin pada masa Kekaisaran Ottoman, Khosh Qadam, menerima hadiah sebuah meriam dari seorang pemilik pabrik di Jerman.
Kemudian, Khosh Qadam memerintahkan pasukannya untuk mencoba meriam tersebut.

Dentuman meriam tersebut bertepatan dengan waktu shalat maghrib pada hari pertama Ramadhan.
Muslim Kairo mengira bunyi dentuman meriam tersebut adalah tanda bahwa waktu maghrib telah datang, sehingga umat Islam bisa berbuka puasa.
Keesokan harinya, warga muslim Kairo mendatangi rumah Khosh Qadam untuk mengucapkan terima kasih atas pemberitahuan waktu berbuka puasa menggunakan meriam tersebut.
Sejak saat itu, meriam ditembakkan setiap hari saat matahari terbenam selama Ramadhan untuk mengumumkan waktu berbuka puasa.
Penembakan meriam juga dilakukan sebagai penanda dimulainya sahur, waktu imsak dan hari libur resmi.
Tradisi ini sudah menjadi ciri khas Arab Saudi karena memiliki nilai histori tersendiri dan masih berlanjut hingga kini.
Di Arab Saudi, meriam ini tidak diletakkan di tengah kota atau pusat militer, melainkan di Jabal Midfa, yakni gunung sebelah timur Masjidil Haram.
(Dari berbagai sumber)
