Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Ujian dan Musibah Bentuk Cinta Allah

ASSAJIDIN.COM — Dalam hidup ini manusia tidak lepas dari ujian dan cobaan. Kalau tidak diuji bukan hidup namanya.

Firman Allah dalam Alquran Surat Muhammad ayat 31

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ ٱلْمُجَٰهِدِينَ مِنكُمْ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبْلُوَا۟ أَخْبَارَكُمْ

Arab-Latin:

Wa lanabluwannakum hattā na’lamal-mujāhidīna mingkum waṣ-ṣābirīna wa nabluwa akhbārakum

Artinya:

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

 

Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah

31. وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجٰهِدِينَ مِنكُمْ وَالصّٰبِرِينَ (Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu)
Yaitu dengan memerintahkan kalian untuk berjuhad, agar Kami mengetahui siapa yang menjalankan perintah itu serta bersabar dalam menjalankan agama dan kewajiban-kewajibannya.

وَنَبْلُوَا۟ أَخْبَارَكُمْ(dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu)
Yakni Kami akan menampakkan keadaan kalian sebagai cobaan agar nyata bagi orang-orang siapa yang mentaati perintah Allah dan siapa yang menyalahinya.

Lihat Juga :  Syahdu dan Merdu Lantunan Ayat -ayat Suci dari Masjid Sofifi yang Baru Selesai Dibangun

Allah Swt. menguji hamba-Nya untuk melihat di mana yang benar-benar berjihad dan bersabar.

Allah Swt akan terus menerus menguji hamba-Nya sampai kelihatan di mana yang benar-benar berjuang dan bersabar untuk-Nya dan yang tidak.

Semakin besar ujian yang Allah Swt. berikan, maka semakin besar pula pahala yang dijanjikan. Dalam hal ini, Rasulullah Saw. bersabda:

ان عظم الجزاء مع عظم البلاء وان الله اذا احب قوما ابتلاهم فمن رضي فله الرضى ومن سخط فله السخط

Inna ‘idhomaljaza-i ma’a ‘idhomilbala-i. Waannallaha idza ahabba qouman ibtalahum. Faman rodliya, falahurridlo. Waman sakhitho falahus sukhthu.

Sesungguhnya besarnya pahala disesuaikan dengan besarnya ujian. Apabila Allah Swt. telah jatuh cinta pada suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang menerima, maka akan mendapatkan ridlo-Nya. Apabila marah-marah, maka akan dapat murka-Nya. (HR. Tirmidzi)

Lihat Juga :  Spirit Man Jadda Wajada

Ujian adalah tanda cinta Allah Swt. pada hamba-Nya. Semakin besar ujiannya, maka semakin besar cinta-Nya untuk sang hamba. Ibarat pohon, semakin tinggi batangnya maka semakin kencang angin yang menerpa. Bila akarnya tidak kuat, maka akan mudah roboh saat diterjang badai. Begitu juga dengan manusia, bila akidahnya tidak kuat, maka gampang menyalahkan Tuhan atas ujian yang menimpanya. Padahal ujian tersebut adalah bukti cinta dari Sang Khaliq untuk sang makhluk.

Ujian yang menimpa kita adalah untuk menguatkan, bukan melemahkan. Allah Swt. memberikan ujian pada hamba-Nya bukan karena dholim atau benci
Allah swt. tidak pernah dholim pada hambanya walaupun hanya sekali. Allah haramkan kedholiman untuk-Nya. Dia berfirman dalam QS.

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهٖ ۙوَمَنْ اَسَاۤءَ فَعَلَيْهَا ۗوَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيْدِ ۔

Barangsiapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba(-Nya).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button