Hati – Hati, “Cuma Teman” Bisa Akibatkan Dosa

ASSAJIDIN.COM – Pada usia remaja pertemanan antar ikhwan dan akhwat sudah dianggap lumrah dan wajar saja. Pergi selalu berduaan seolah tak terpisahkan, padahal dibalik mereka selalu ada pihak ketiga yaitu syaitan.
Berawal dari pertemanan kemudian menaruh perasaan sehingga lebih dari teman dan begitulah cara syaitan perlahan lahan menjerumuskan.
Lalu, bagaimana cara agar tidak terjebak dalam zona pertemanan yang salah, Kajian online #yukngajipalembang dalam live streaming youtube dan live zoom bersama Ustadzah Reni Ramadhona Jumat (11/6) .
Menurut pandangan islam, pertemanan antara ikhwat dan akhwat mempunyai batasan batasan.
Manusia diciptakan oleh Allah subhanawata’ala dengan tujuan hanyalah untuk beribadah kepada Allah subhanawata’ala.
Didalam peraturan islam hanya ada tiga perkara yang di bolehkan untuk berhubungan antara laki laki dan perempuan yaitu pendidikan, kesehatan dan jual beli, selain itu tidak diperbolehkan dikarenakan bukanlah suatu perkara yang di perbolehkan.
“hubungan antara pria dan wanita, Allah telah ciptakan secara terpisah tetapi tidak menjadi perkara yang dibebaskan. Tiga perkara ini diperbolehkan dengan catatan tidak dibebaskan dan dikengkang, seperti menjadikan alasan untuk berduaan,”katanya.
Di dalam masalah pendidikan, yang diperbolehkan hanya dalam proses mentransfer ilmu antara guru dan murid saja. Lalu, Murid antar murid juga diberikan batasan batasan dan hanya sekedar masalah pendidikan tidak ada embel embel lainnya.
Muslim dan muslimah di perintahkan untuk menundukkan pandangan, muslimah juga diperintahkan agar muslimah menutup aurat, tidak bertabarudj (tidak menjadi pusat perhatian muslimah kepada oranglain)
Di dalam islam ada peraturan yang tujuannya untuk menyelesaikan masalah dan memberikan solusi, karena hubungan wanita dan pria yang tidak ada aturan maka akan kebablasan.(*)
Penulis: tri jumartini
