Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

LENTERA

Menjaga Hati dari Bisikan Syaitan yang Bikin Marah, Tersinggung, Merusak Segalanya

Fenomena Konflik Keluarga Berujung Aniaya hingga Kematian

AsSAJIDIN.COM —  DUNIA, ya… inilah dunia. Segala sesuatu bisa terjadi lantaran  bisikan syaitan.

Tak terkecuali dalam hubungan keluarga. Bila syaitan telah menggoda dan manusia tak dapat mengendalikan godaan tersebut, hancurlah kehidupan dan akhlak baiknya.

Ada dua peristiwa yang sangat miris terjadi di provinsi Sumsel belum lama ini.

Peristiwa pertama adalah, heboh, dua keluarga besar atau besanan, di Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) provinsi Sumsel, berkelahi. Akibatnya, 1 orang meninggal dunia.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Sabtu (23/12/2023) pagi sekira pukul 10.00 Wib di RT.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti.

Akibat kejadian tersebut 1 orang meninggal dunia. Peristiwa tersebut pun sempat membuat warga sekitar heboh.

Korban meninggal dunia Herman alias Manda warga RT.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti. Sedangkan pelaku, adalah RI, yang informasinya besannya.

Keduanya diketahui masih besanan atau anak dari korban dan pelaku statusnya menikah.

Kapolres Musi Rawas, AKBP Danu Agus Purnomo melalui Kasi Humas, Iptu Herdiansyah saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Diketahui korban meninggal dunia adalah Herman alias Manda (47) warga RT.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti.

Sedangkan pelaku, Salah Rizchi Aprilyansah alias Riko (15) yang tak lain menantu korban, dan Masuri (54) warga RT.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti (besan korban atau ayah pelaku Riko).

Dijelaskan Kasi Humas, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/12/2023) sekira pukul 09.30di rumah korban fi RT.03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi, bermula saat pelaku Rizchi alias Riko (menantu korban) bersama ayuknya Wiwin datang ke rumah korban, untuk membawa anaknya yang baru berumur 6 hari ke rumah orang tua (pelaku Masuri).

Karena lanjut Kasi Humas, orang tuanya mau melihat bayi tersebut. Namun, korban melarang pelaku Riko membawanya, karena anaknya tersebut belum berumur seminggu.

Sebab, menurut adat (belum di tepung), lalu pelaku Riko emosi dan langsung memukul dan menendang korban, korban yang tak terima pun langsung mencabut pisau dan menusuk korban di bagian rusuk kiri.

Setelah itu masih kata Kasi Humas, pelaku Riko pulang ke rumah orang tuanya dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada ayahnya yakni pelaku Masuri.

Kemudian, sekira pukul 10.00 Wib, pelaku Masyuri datang sendirian ke rumah korban dan menemui korban Herman alias Manda. Tiba-tiba pelaku Masyuri mencabut pisau dan langsung menusuk korban.

“Pisau itu diarahkan pelaku ke arah perut dan leher korban, hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian, setelah itu pelaku langsung kabur,” jelas Kasi Humas.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk dibagian perut sebelah kanan hingga usus terbuyar dan luka tusuk di pangkal leher bagian kiri.

 

Pasal Tersinggung, Mertua Pukul Menantu

Peristiwa lainnya yang melibatkan keluarga terjadi di Palembang.

Lihat Juga :  Laksan Kuah Susu Cocok Untuk Berbuka Puasa Aman Kolesterol, ini Resepnya

Seorang menantu yang merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT) melaporkan diduga aksi pemukulan yang dirinya alami oleh mertuanya sendiri berinisial IW.

Atas kejadian tersebut, korban bernama Defi Agustini, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

Dihadapan petugas, perempuan berusia 39 tahun,  Warga jalan Sinar Raga, Lorong  Manggar 2 ,  Kelurahan 8 ilir, Kecamatan Ilir Timur 2 Palembang  , mengatakan, kejadian bermula pada saat suaminya  pulang kerja dari luar kota dan langsung  pulang kerumah orangtuanya.

“Saya dengan suami saya ini memang lagi ada masalah rumah tangga, jadi dia tidak pulang ke rumah saya,  dan tiba-tiba mertua saya ini (terlapor) datang ke rumah,” Ungkap korban pada Selasa ( 26/11/2023).

Lebih lanjut Defi mengatakan, kedatangan mertua nya ini, dengan maksud ingin membawa anak  korban yang masih kecil dengan maksud ingin dipertemukan dengan ayah nya.

“Pada saat mertua saya mau membawa anak saya, saya langsung menolaknya, dan meminta suami saya agar langsung datang saja ke rumah kalau mau melihat anaknya, ”  ungkapnya.

Antara korban dan terlapor terjadi salah paham  yang berujung cekcok mulut.

“Saya langsung menyuruh mertua saya pulang, karena datang kerumah cuma mau cari ribut, ” Ujar Defi Agustini.

Setelah di luar, terlapor  malah  menggedor -gedor pintu rumah, mebuat suara yang berisik dan mengganggu anaknya yang masih kecil ,  sehingga korban langsung membuka kembali pintu rumah.

“Namun saat pintu di buka, terlapor langsung memukul  dirinya sebanyak dua kali, sehingga saya mengalami luka lecet dj tangan sebelah kiri, serta telapak tangan  kanan memar, “Jelas Korban Defi Agustini.

Laporan sudah diterima petugas SPKT, selanjutnya akan ditindak lanjuti satreskrim unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polrestabes Palembang.

 

 

 

Janji Syaitan dalam Alquran

 

Dua kasus di atas adalah akibat godaan syaitan menghasut hati hingga emosi dan tersinggung. Manusia jadi kalap dan berperilaku dengan energi syaitan yang bersorak karena manusia berhasil tertipu dayanya.

 

Syaitan merupakan musuh terbesar umat manusia. Syaitan masuk ke dalam hati setiap orang, Syaitan terus melakukan upaya untuk membawa hasutan, keburukan, dan kejahatan ke dalam dada manusia.

 

Nabi Adam, bapak manusia, harus keluar dari surga karena tergoda oleh bujuk rayuannya, seperti janjinya kepada Allah dalam Alquran.

 

(QS al-Baqarah: 36). Dikatakan, syaitan akan memukul dan menyerang manusia dari segala arah, sehingga manusia tak berdaya dan menjadi kufur kepada Allah. ”Kemudian saya (syaitan/iblis) akan mendatangi mereka (manusia) dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur/taat.” (QS al-A’raaf: 17).

 

Allah SWT berfirman:

 

“Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka. Dia (Allah) berfirman, “Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku”. Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hambaKu, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.” (QS Al Hijr: 39-42).

Lihat Juga :  Ganjaran Pahala Membahagiakan Orangtua

 

Ada banyak cara yang dilakukan syaitan dalam mengoda,merayu dan menyesatkan anak Adam, dan berikut beberapa di antaranya syaitan hadir pada manusia yang dalam keadaan marah, emosi dan tersinggung.

 

Syaitan juga membuat indah keburukan manusia, dan tidak toleran terhadap yang lain. Dia terus membuat orang melakukan apa saja sebagai pembenaran, setelah tersulut marah dan tersinggung.

Tak heran dari hati yang marah emosi, tersinggung akan menjadi malapetaka lainnya seperti menganiaya, bahkan membunuh, naudzubillahimin dzalik.

Syaitan pun bersorak karena berhasil dengan tipu daya mereka, dan mereka lari…

Tinggallah si manusia yang apabila dia orang baik, dia akan menyesali perbuatannya. Menyesal yang selalu datang di belakang dan sangat terlambat.

Padahal kalau dipikir-pikir, kalau saja di antara dua keluarga itu ada yang mengalah, tetao berhati dingin tak tesulut emosi, ceritanya mungkin akan lain.

 

Menjaga Hati dan Mencegah Syaitan Datang

 

Dikutip dari laman kemenag.go.id,  menurut Imam Al-Gozali untuk menjaga dan menyelamatkan diri dari langkah tipu daya syaitan, orang mukmin harus menutup semua jalan masuk atau aksesnya, sehingga syaitan tak dapat mendekat dan menguasai kita.

 

Bagaimana caranya:

  1. Selalu mengucap taawudz, mohon perlindungan Allah. Karena Allah lah yang mampu melindungi kita.

Audzubillahiminassyaitonirrojim, aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

 

2.Mengenali pintu-pintu masuk syaitan, lalu menutupnya rapat-rapat sehingga musuh tidak bisa mendekat karena kehilangan akses.

 

Di antara pintu-pintu yang harus dikenali itu, menurut Imam Ghazali adalah pintu amarah dan syahwat, pintu dengki dan iri hati, pintu makan minum secara berlebihan, pintu cinta dunia, pintu tergesa-gesa, dan pintu buruk sangka kepada orang lain.

 

  1. Dalam pendapat lain, Imam Ghazali juga menggambarkan syaitan seperti anjing kelaparan yang selalu mendekat. Kalau hati kita kotor, maka ia akan terus menyerang.

Tapi, kalau hati kita bersih, maka dengan hanya menyebut asma Allah, ia sudah lari terbirit-birit.

 

Firman Allah, ”Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuatannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.” (Qs an-Nahl: 99).

 

Untuk menjaga hati dan membentengi diri dari langkah-langkah syaitan, Allah berfirman:

 

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS al-Baqarah: 168).

 

Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungi kita dari segala tipu daya dan godaan syaitan Aamiin Ya Robbal ‘Alamin. Wallahu’alam. (yola/novi amanah/berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button