LENTERA

Ternyata Tolak Ukur Orang Baik dan Jelek Bisa Dilihat dari Komentar Tetangga?

ASSAJIDIN.COM — Salah satu tolak ukur untuk melihat seseorang dari kebaikan dan keburukan yang dilakukan, ternyata bisa dilihat dari komentar tetangga.

Ternyata tetangga bukan hanya orang yang berdekatan tempat tinggal, namun juga menjadi bagian dari cara seseorang dalam baik dan buruk prilakunya.

Utadz Khalid Basalamah mengatakan, tolak ukur melihat seseorang menurut hadis bisa dilihat dari perlakuan kepad tetangga.

إِذَا قَالَ جِيرَانُكَ قَدْ أَحْسَنْتَ فَقَدْ أَحْسَنْتَ، وَإِذَا قَالُوا إِنَّكَ قَدْ أَسَأْتَ فَقَدْ أَسَأْتَ

“Jika tetanggamu berkomentar, kamu orang baik maka berarti engkau orang baik. Dan jika mereka berkomentar engkau orang tidak baik, berarti kamu tidak baik”
[HR Ahmad 3808, Ibnu Majah 4223]

Lihat Juga :  Mengajarkan dan Membiasakan Ananda Sholat Subuh di Masjid

Meski begitu, dalam hadis ini tidak semerta keburukan yang dilontarkan tetangga adalah itu yang paling dilihat Allah SWT.

Tentulah tetangga yang dimaksud adalah tetangga yang baik paham syariat bukan tetangga yang suka bermaksiat atau gemar berkata buruk kepada orang lain.

Meski begitu memuliakan tetangga adalah sikap kaum muslim, seseorang bahkan disukai Allah ketika tidak menyakiti hati tetangganya.

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya ia berkata baik atau diam, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan barang siapa beriman kepada
Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya.” (HR. Buhkari).

Lihat Juga :  PT KAI Siaga Angkutan Lebaran 14 April hingga 2 Mei, Jamin Keamanan, Sarana dan Prasarana

Imam Ahmad meriwayatkan, dari Abu Hurairah menjelaskan ada seorang yang bertanya kepada Rosullulah.

“Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang terkenal dengan banyak shalat, puasa dan sedekah, hanya saja ia menyakiti tetangganya dengan lisannya, maka beliau bersabda “Dia di neraka,”

“Wahai Rasulullah, ada seorang wanita yang terkenal dengan sedikit puasa, sedekah dan shalatnya, ia hanya bersedekah dengan sepotong keju, tetapi ia tidak menyakiti tetangganya dengan lisannya,” maka beliau bersabda: “Dia di surga.” (HR Ahmad). (reno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button