Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Allah Menyebut Pakaian Takwa dan Pakaian Penutup Aurat di Dalam Alquran, ini Maknanya

 

AsSAJIDIN.Com — Walau kita dituntut menutup aurat dengan pakaian kita, ingatlah pakaian takwa itu yang lebih baik.

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman..” (QS. Al-A’raf: 26-27)

Lihat Juga :  Peringatan Bahasa Arab Internasional, Berapa Jumlah Kosakata Arab?

Makna dari Firman Allah SWT di atas, bahwa perintah untuk menutupi aurat (pakaian pokok) dan pakaian yang lebih sempurna untuk berhias diri.
Pakaian tadi dipakai dengan maksud untuk mendukung dalam ibadah dan ketaatan.
Pakaian takwa lebih baik daripada pakaian lahiriyah. Pakaian takwa inilah yang terus bersama hamba tidak pernah lusuh dan rusak. Pakaian takwa itulah yang menghiasi hati dan ruh.

Tidak adanya pakaian lahiriyah akan membuat aurat itu nampak, namun ketika dalam keadaan darurat masih boleh ditampakkan. Sedangkan kalau tidak adanya pakaian takwa, terbukalah aurat batin yang jelas menampakkan kehinaan dan aib.
Setan berusaha untuk menggoda manusia, mengajak untuk menjadi pengikutnya sebagaimana Adam dan istrinya dahulu tergoda.
Setan dari kalangan jin itu melihat kita dan terus bersama kita, sedangkan kita tidak bisa melihat mereka.
Setan itu menjadi penolong dan pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.(*/sumber: rumaysho.com)

Referensi:

Lihat Juga :  One Day One Ayat and Hadist: Bentuk Ujian Bagi yang Beriman

Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di. Penerbit Muassasah Ar-Risalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button