Bagaimana Seharusnya Kita Bergaul dengan Sesama

AsSajidin.com — Bergaul itu perlu dan baik. Karena sebagai makhluk sosial kita memang perlu bergaul.
Hanya saja Islam memerintahkan su paya mencari teman bergaul yang baik.
Bergaullah dengan mukmin dan hindarilah bergaul dengan orang fasik.
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ
“Janganlah engkau bergaul kecuali dengan seorang mukmin. Janganlah memakan makananmu melainkan orang bertakwa.” (HR Abu Daud no. 4832 dan Tirmidzi no. 2395. Hadits ini hasan kata Syaikh Al Albani).
Yang dimaksud orang bertakwa adalah orang yang menjadikan antara dirinya dengan keharaman rasa takut pada Allah SWT.
Hadits di atas berisi dua wasiat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Wasiat pertama, perintah bergaul atau bersahabat dengan orang yang mukmin lagi memiliki sifat wara‘ (yang menjauhi yang haram).
Jangan sampai seorang mukmin bersahabat dengan orang kafir, munafik dan orang fasik serta orang yang hanya mengikuti hawa nafsunya.
Alasan terlarangnya adalah karena dapat memberikan mudharat atau bahaya untuk dunia dan agamanya.
Wasiat kedua adalah hendaklah makanan yang seorang muslim miliki diberikan pada orang yang bertakwa.
Artinya, ia diperintahkan untuk bergaul dengan orang yang bertakwa saat makan.
Karena berkumpul saat makan akan menimbulkan rasa cinta dalam hati.
Intinya, hadits di atas memerintahkan kepada kita untuk bergaul dengan orang yang beriman, bertakwa dan amanat.
Dan hendaklah kita menghindari bergaul dengan orang-orang yang rusak, orang kafir dan ahli maksiat, ditambah jika tidak bisa memberikan pengaruh pada mereka. (*/Muhammad Abduh Tuasikal/
https://rumaysho.com/4966-tips-bergaul.html/)
