Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Makna dan Arti Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Aku/Kita Semua Milik Allah

AsSAJIDIN.COM — Arti Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un sering dimaknai dengan penafsiran yang berbeda.

Arti Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un adalah sesungguhnya kita adalah milik Allah dan semuanya akan kembali pada Allah SWT.

Kalimat dalam Islam dinamakan Istirja ini adalah frasa umat Islam yang digunakan saat seseorang sedang tertimpa musibah atau kadang mendengar kabar duka. Umat Islam bersabar dan menyebut ungkapan ini juga saat menerima cobaan atau celaka.

Kalimat Innalillahi wa innailaihi rajiun memiliki makna jika dunia adalah milik Allah SWT sehingga manusia tidak bisa menuntut apapun. Allah SWT merupakan pemilik hak dan kehendak dari apapun yang ada di dalam dunia ini.

Arti Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un menunjukkan bahwa segala cobaan yang menimpa seorang hamba adalah atas kehendak Allah SWT.

Lihat Juga :  Saat Umroh, Allah Kabulkan Keinginan Tantri Kotak dalam Sekejap Mata, Begini Ceritanya

Arti Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un ini juga biasa diucapkan ketika mengungkapkan rasa turut berduka cita atas meninggalnya seseorang.

Kalimat Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un juga terdapat dalam potongan ayar Alquran surat Al-Baqarah ayat 156 yang artinya sebagai berikut.

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

(Al-Baqarah-156)

Latin : Alladziina idzaa aashoobathummushiibatun qooluu innaalillaahi wa innaa ilaihi raajiuun

Artinya : (yaitu) orang-orang yang ketika ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaalillaahi wa innaa ilaihi raajiuun” (Sesungguhnya kita milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali)
Keutamaan Kalimat Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un

Lihat Juga :  Mengingat Kembali Arti dan Makna Kata Husnul Khotimah

1. Meringankan Beban di Hati

Sebagian orang menjadi stress dan depresi ketika kehilangan orang yang dicintainya. Mereka menjadi lupa diri dan terus meratapi kejadian tersebut. Hingga akhirnya menjadi beban dalam hati yang dipikirkan terus menerus.

Dengan mengucapkan kalimat Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, kita belajar mendinginkan hati. Beban berat yang ada di dalam hati akan terangkat karena kita pasrah kepada Allah. Rasa penyesalan yang tertinggal akan perlahan menghilang seiring berlalunya musibah yang terjadi.

Kalimat Istirja mengajarkan kita bahwa tidak semua keinginan kita di dunia dapat terpenuhi. Musibah yang datang menjadi pertanda bahwa sesungguhnya Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik. (*/sumber: nu.or.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button