Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Program Bedah Rumah Baznas Sumsel, Ustadzah Farida Menangis Haru

ASSAJIDIN.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan program bedah rumah untuk masyarakat kurang mampu.

Peletakan batu pertama program bedah rumah dari Baznas Provinsi Sumsel tersebut dilakukan langsung Gubernur Sumsel, H Herman Deru di Kelurahan Sungai Lais Kecamatan Kalidoni, Sabtu (11/07/2020).

Ketua Baznas Provinsi Sumsel, Najib Haitami mengatakan, bedah rumah tersebut merupakan salah satu dari tujuh program prioritas Baznas yakni Sumsel Peduli. “Baznas Sumsel yang merupakan badan pemerintahan non struktural memiliki misi untuk setiap Kabupaten/Kota. Hingga saat ini ada dua rumah tak layak huni yang dibedah untuk di bangun ulang,” katanya.

Bedah Rumah tersebut, berawal dari pengajuan warga, setelah itu dilakukan survei lapangan. “Tadinya ada 10 rumah yang kami lakukan survei, namun hanya 1 rumah yang memiliki kelengkapan surat yaitu rumah ustadzah Farida,” ujar Najib.

Lihat Juga :  2021, Baznas Sumsel Targetkan Zakat Rp 7 Miliar

Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, Bedah Rumah dari Baznas Sumsel tersebut merupakan bentuk kepercayaan masyarakat terhadap Baznas Sumsel. Maka dari itu Baznas Sumsel harus menjadi lembaga yang di percaya. “Saya ucapkan terima kasih kepada muzakir yang telah mempercayakan zakatnya di Baznas Sumsel, dijamin akuntabel,” katanya

Selain itu dirinya juga menginginkan agar Baznas lebih fleksibel dalam penerapan syarat-syarat terhadap warga yang membutuhkan bantuan. Bahkan, dirinya dan Kemenag Sumsel mempelajari dengan seksama segala ketentuan persyaratannya. “Saya harap jangan cuma satu, jika perlu dua dan seterusnya, tolong Kakanwil Kemenag pelajari,” ungkap Deru

Lihat Juga :  Belajar Kehidupan Dari Sehelai Baju Bekas

Sementara itu, Farida (46), wanita yang berprofesi sebagai guru ngaji atau ustadzah yang menerima program bedah rumah dari Baznas tersebut tidak kuasa menahan haru saat menyaksikan prosesi peletakan batu pertama bedah rumahnya.

Dalam kesehariannya, Farida yang merupakan guru TPA Almaimunah tersebut hanya tinggal sendirian di rumah yang dinilai sudah tidak layak huni lagi.

“Saya merasa sangat bersyukur, semoga Allah SWT membalas semua kebaikan masyarakat yang telah membantu,” katanya singkat. (*/Sumber: sibernas/MN)

Back to top button