KESEHATAN

7, 9 Persen Anak Balita di Palembang Terindikasi Stunting

Islam Mewajibkan Orangtua Penuhi Gizi Anak

AsSAJIDIN.COM — Kasus stunting terjadi di Palembang dan cukup tinggi dibandingkan wilayah lain di Sumatera Selatan. Ada 7,9 persen dari 123 ribu anak yang mengalami akibat kurang asupan gizi dan mengakibatkan tubuh tidak berkembang dengan baik.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Palembang Eni Hardiani mengatakan, Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

“Balita menderita stunting ini biasanaya ditandai dengan fisik berbadan pendek, bahkan hingga dewasa, tubuh kecil dan pendek tidak sesuai dengan usianya,” katanya, penggalangan komitmen pencegahan stunting, di Hotel Beston, Kamis (20/2/2020).

Di Palembang, berdasarkan data berdasarkan data yang terentry (terdata) melalui Aplikasi Elektronik Pencatatan Pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM), stunting hanya berada di angka 7,9 persen atau 4.641 dari keseluruhan balita yang ada (usia 0-5 tahun).

“Sunting erat kaitannya dengan faktor ekonomi dan pengetahuan. Ada 10 kelurahan sebagai lokus intervensi stunting. Mendominasi di Seberang Ulu, tapi di Seberang Ilir juga ada di antaranya keluraha Kuto Batu,” katanya.

Stunting rentan terkena pada usia 0-2 tahun, dan ada 1.075 balita di usia tersebut, kemudian usia 3-5 tahun yang postif stunting ada 2.806 balita. Stunting terjadi akibat balita kekurangan asupan gizi seperti protein hewani dan nabati serta zat besi.

Lihat Juga :  Sungguh Tepat Islam Melarang, ini Bahaya Mengkonsumsi Kodok/Katak

“Masalah asupan gizi ini harus tercukup sejak 1000 hari masa kehidupan atau saat masih dalam kandungan. Bahkan, dari sebelum hamil  harus dipersiapkan. Karena itu calon ibu dapat dipersiapkan sejak remaja putri, harus menjaga kesehatannya, jangan sampai kekurangan gizi. Jika ekonomi tidak baik, sulit untuk mengonsumsi makanan yang bergizi,” katanya.

Stunting dapat mempengaruhi produktivitas generasi masa depan. Bahkan dalam jangka panjang penderita rentan terhadap serangan penyakit. Selain bermasalah gizi, yang menyebabkan anak pendek dari ukuran normal, juga dipengaruhi buruknya fasilitas sanitasi.

“Minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan seperti belum dilengkapi dengan jamban keluarga. Yang terpenting juga, lingkungan keluarga ikut mendukung pola hidup sehat dengan tidak merokok,” jelasnya.

Pandangan Islam

Dalam agama Islam pun, kewajiban orangtua memberi gizi yang cukup kepada anak ada di dalam Alquran.
Allah telah memberikan tuntunan bagaimana manusia memberikan yang terbaik kepada keturunannya, seperti tercantum dalam Quran Surat Albaqoroh ayat 233, yang artinya:

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.

Lihat Juga :  Saat Sedang Flu, Ibu Bisa Tetap Aman Menyusui, ini Tips-nya

Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.
Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Masya Allah, ternyata memberikan gizi terbaik untuk anak dan bagaimana ayah harus mencari rezeki yang halal untuk keluarganya pun sudah Allah berikan tuntunannya bagi manusia. Maka jika lalai, dampaknya akan menimpa generasi itu sendiri. Hal ini tidak lain untuk mendapatkan tiga unsur kesempurnaan manusia.

“Hati, akal dan jasad. Hati terkait dengan iman, akal terkait dengan intelektual sedangkan jasad akan menghasilkan karya. Maka memberi gizi yang baik hingga dua tahun pertama harus menjadi amalan yang dilakukan sebuah keluarga. (*/sumber: maklumatnews.com/karmayel)

Tags
Close