Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Seseorang Muslim Harus Lebih Terpandang

Islam menginginkan kaum mislimin harus menjadi terpandang dan berwibawa di tengah masyarakat

Oleh: H. Bangun Lubis

Kita manusia ini hidup dan diciptakan oleh Allah SWT  pastilah harus berteman dan malakukan interaksi dengan orang lain. Artinya kebutuhan interaksi itu merupakan kebutuhan penting dan utama setiap orang.

Apalagi dalam zaman yang semakin kompleks ini, rasanya beriteraksi atau bersosialisasi perlu dilakukan untuk mempererat persahabatan sesama, dalam rangka mendapatkan masukan atau saran dan dalam rangka perwujudan interaksi sosial di masyarakat.

Dalam konteks bersosialisasi di masyarakat sering kita melihat bahwa ada orang yang sangat dihormati dan disegani oleh kebanyakan orang, namun ada juga orang yang di cuekin atau tidak digubris alias tidak dihormati oleh orang.  Fenomena ini sangat sering terjadi dan tidak jarang menimbulkan sebuah diskriminasi baik orang yang dihormati apalagi orang-orang yang tidak dihormati.

*Menjaga Lisan*

Islam menginginkan kaum mislimin harus menjadi terpandang dan berwibawa di tengah masyarakat, karena derajatnya melebihi orang di luar Islam. Mereka harus menjadi orang-orang yang unggul dalam berkata, berpakaian, dalam penampilan, dalam berprilaku, pekerjaan dan semua aktivitasnya. Dengan keunggulan itu mereka menjadi teladan (uswah).

Dalam sebuah Kajian di Musholla An Nura, Citra Damai, Sapta Marga Palembang, *Ustads M. Ghozali*, mengupas kajian tentang kehormatan umat muslim di masyarakat. Dia mengutip sebuah hadis Rasulullah, yang meminta seseorang muslim ,” //Saudaraku muslimin; bila kalian ingin mendatangi saudara kalian maka perbaikilah barang dan baguskanlah pakaian kalian, agar dengan itu kalian menjadi terhormat diantara manusia. Sesungguhnya Allah swt tidak menyukai orang-orang yang kotor lagi mengotori dirinya,”//. (HR. Abu Daut – Hakim)

Lihat Juga :  One Day One Ayat : Quran Surat Al Fath 11, Harta dan Keluarga Jangan Sampai menghalangi Jihad

Sabda Rasullullah ini, menurut Ghazali, memang semacam ungkapan Rasullullah kepada setiap yang mengakui dirinya sebagai seorang Islam, yang setiap hari melakukan aktivitas dan berinteraksi dengan sesame dalam lingkungannya. Penampilan, sebagaimana ungkapan hadist ini merupakan sebuah symbol penghormatan baik pada diri sendiri maupun kepada orang lain.

Lalu, seorang Islam itu hendaklah Ia jujur. Kejujuran menjadi sebuah perlakuan yang teramat penting dalam bergaul dan berinteraksi dimasyarakat.  //Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur (benar)!” (QS At-Taubah: 119).

Begitu pula sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:  //“Kalian wajib berlaku jujur. Sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebajikan (ketakwaan) dan sesungguhnya ketakwaan akan mengantarkan kepada surge….”

Seorang muslim juga dituntut agar dia berkata yang baik. Tidak mengumbar kata-kata yang tidak menguntungkan.    Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR: Al-Bukhari dan Muslim.

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Jalan Masuk Surga

Ibnu Hajar menjelaskan, “Ini adalah sebuah ucapan ringkas yang padat makna; semua perkataan bisa berupa kebaikan, keburukan, atau salah satu di antara keduanya. Perkataan baik (boleh jadi) tergolong perkataan yang wajib atau sunnah untuk diucapkan.

Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).”

Seseorang diohormati, adalah karena perkataannya yang menyejukkan hati orang lain. Sebagaimana yang diinginkan oleh Rasulullah, berkata yang baik akan meningkatkan derajatmu. Saat seperti itu, maka kemuliaan akan hadir dalam jiwa dan ragamu oleh kasih sayang Allah. Disitulah pula lahirnya penghormatan dari orang lain di masyarakat.(*)

 

 

Back to top button