ISLAMIC SCHOOLPENDIDIKAN

Begitu Khusuknya Mereka Tunaikan Shalat, Zhikir dan Doa

Anak-Anak SIT Al Furqon Palembang begitu gembira melaksanakan ibadah salat sembari shalat sunnah dan berdoa

SIT AL FURQON –  Salat dan berzhikir serta berdoa merupakan pelajaran yang setiap hari dilakukan oleh anak-anak SIT Al Furqon Palembang. Diharapkan dengan begitu mereka akan lebih taat dalam ibadah dan tertanam nilai keIslaman yang kokoh dalam jiwa mereka.

 

ASSAJIDIN.Com –  Satu Program Mata Pelajaran KeIslaman yang diwajibkan kepada anak-anak murid SIT Al Furqon melkukan Salat wajib pada saat Zuhur dan Asyar.

Saat bersamaan itu, anak-anak murid dibimbing oleh para guru untuk melaksanakannya dengan tertib dan serius, karena mereka waib memahami setiap langkah dalam tata cara salat baik wajib maupun salat sunnah.

Sebelum salat wajib murid-murid  diminta untuk salat tahiatul masjid. Kemudian merek salat sunnah rawatib sebelum salat wajib zuhur maupun ashar.

Lihat Juga :  Jadikan Dirimu Berguna Bagi Semua Orang

Lalu guru pembimbing  meminta mereka ber do’a diantara azan dan iqomah. Karena memang dalam hadist.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad 3/155. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Doa tentu apa saja yang terniat dalam hati. Mendoakan kedua orangtua agar tetap sehat dan istiqomah, atau doa untuk diuluaskan rezeki dan dirahmati serta diridhoi Allah selruh keluarga.

Anak-anak pun begitu antusias ketika berdo’a itu, karena mereka sangat sadar akan  mustadjabnya Doa diantara azan dan iqomah itu.

Lihat Juga :  BACA dan MILIKI As SAJIDIN Terbaru Edisi Februari 2018/Jumadil Awwal 1439 H

Usai salat wajib mereka juga bimbing oleh para guru untuk bezhikir sebannyak-banyaknya sembari menghafal bagaimana berzhikir dan zhikir yang telah diajarkan oleh Rasulullah tentunya.

Barulah kemudian secara tertib, anak-anak dipersilahkan keluar mesjid satu-persatu dengan penuh ketertiban dan tidak boleh membuka suara yang menganggu bagi jamaah lain yang melaksanakan ibadah di dalam masjid tersebut.

Penulis/Editor: Bangun Lubis

 

 

Tags

Berita Terkait

Close