BERITA TERKINILIFESTYLEPENDIDIKAN

Ayo Cerdas Hadapi Hoax

 

SOLO, AsSAJIDIN.Com – Ancaman hoax di berbagai media sosial dengan ragam platform tak bisa dihindari di era digital saat ini. Lalu, bagaimana agar cerdas memilah kebenaran informasi atau hoax sehingga tidak tertipu?

Agung Yudha, Public Hearing Twitter, menjelaskan, hoax atau misinformation dibuat dengan sengaja untuk tujuan bisnis, senang-senang, atau sekedar parodi. Menurutnya, rata-rata hoax menyediakan informasi yang seolah-olah fakta. Jelas motivasi ini berbeda dengan media framing yang mengutamakan fakta dengan cover bothside.

“Bahkan ada hoax yang berhasil membuat percaya tim newyork times, sehingga menjadi berita besar,”ungkap dia dalam workshop hoax dan ancaman keberagaman di rangkaian acara Festival Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Solo, Kami (23/11/2017).

Lihat Juga :  Kota Seoul Korea akan Banyak Bangun Mushala karena Hal ini

Karena itu, terang Yudha, sudah saatnya masyarakat untuk cerdas menggunakan sosial media. Harus selalu aktif mengecek dan memverifikasi informasi yang diterima. “Cek hoax atau bukan bisa dilihat dari judul yang terlali bombastis, gramatikal error, tidak ada narasumber yang jelas, serta penyertaan foto yang sensasional,” sarannya.

Jika menemukan berita hoax yang salah, tambahnya, segera di saat itu juga informasikan kalau berita itu salah. Dengan begitu, pengguna sosial media yang mencari isu tersebut bisa menemukan banyak tulisan untuk ditimbang mana yang benar dan tidak.

Dalam kesempatan yang sama, Corcom Director Danone Indonesia Aris Mujahidin menyebutkan, produk aqua pernah diinformasikan mengandung flouride. Ditegaskannya informasi itu adalah hoax. Pihaknya mencatat, sepanjang Januari – November 2017 ada 3.170 postingan hoax tentang danone. Diketahui respon klik mencapai 159.790.000 impresi.

Lihat Juga :  Kaledoskop 2018: Korban Meninggal Akibat Bencana di Indonesia Selama 2018 Mencapai 4230 Orang

“Untuk meluruskan informasi yang berkelanjutan, Danone berinisiatif menggelar workshop blogger, blogger academy, hingga pemberitaan yang jelas ke media mainstream,”jelasnya. (*)

Penulis: yulia savitri

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close