Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

LENTERA

Penyebab Hasad dan Akibat yang Ditimbulkannya

AsSAJIDIN.COM — Hasad menjadi sifat tercela tentu bukan tanpa alasan. Banyak riwayat yang menjelaskan betapa berbahayanya sifat hasad, baik dalam Alquran, hadist, maupun pembahasan para ulama.

Berikut hal-hal yang merugikan akibat sifat hasad.

Menghapuskan Kebaikan

Artinya: “Jagalah dirimu dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan. Sebagaimana api memakan kayu bakar,” (HR. Abu Daud No. 4257 dari Abu Hurairah)

Sebagaimana arti dalam hadis tersebut, sedikit sifat hasad mampu menghanguskan kebaikan yang telah dilakukan dengan banyak usaha. Kebaikan yang banyak tersebut dapat hilang tanpa sisa selayaknya kayu bakar yang menjadi abu saat dibakar.

Dosa Pertama di Langit dan di Muka Bumi

Artinya: “Dosa yang pertama kali terjadi di langit adalah hasad (hasadnya iblis kepada Adam). Demikian pula dosa yang pertama kali terjadi di bumi adalah hasad (hasad yang mendorong salah seorang anak Nabi Adam membunuh saudaranya).” (Tafsir al-Qurthubi, 20/259)

Oleh sebab itu, akan lebih baik jika kita memberi perhatian lebih terhadap sifat hasad. Pasalnya, saking berbahaya dan sulit untuk menyadarinya, hasad menjadi perbuatan melanggar yang dilakukan baik oleh jin dan manusia.

Hilang Kemuliaan dan Masuk Neraka Jahanam

Artinya: “Aku lebih baik daripada dia, Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan Adam dari tanah,” (QS. Al-Araf:12)

Pada ayat ini, iblis hasad kepada Adam karena Allah menyuruhnya untuk bersujud pada Adam. Oleh karena itu, iblis yang dulunya mulia dan termasuk jajaran malaikat harus keluar dari surga dan ditakdirkan untuk masuk neraka jahanam.

Lihat Juga :  Apa itu Overthinking? Apa Dampak dan Bagaimana Mengatasinya dalam Islam?

Melakukan Hal yang Sia-sia

Artinya: “Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.” (Ali Imran: 120)

Melalui ayat di atas, dapat diketahui dengan pasti bahwa orang yang hasad terhadap orang lain dengan mengharapkan keburukan terjadi pada orang tersebut, pada dasarnya melakukan hal yang sia-sia.

Karena harapan buruk tersebut tidak akan berpengaruh pada objek hasad mereka. Justru sebaliknya, sifat hasad tersebut terus menimbulkan kekhawatiran dan kebencian terhadap diri orang yang hasad itu tadi.

Artinya: “Tidak boleh hasad (ghibtoh) kecuali pada dua orang, yaitu orang yang Allah anugerahkan padanya harta lalu ia infakkan pada jalan kebaikan dan orang yang Allah beri karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), ia menunaikan dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Penyebab Hasad
Meski hasad bisa muncul tiba-tiba serta tanpa alasan yang jelas, ada beberapa hal yang juga dapat memicu munculnya sifat hasad ini.

Berikut 3 faktor penyebab hasad:

Permusuhan
Faktor pertama ialah permusuhan. Sudah menjadi hal yang wajar jika ingin melihat kondisi pihak yang dimusuhi lebih buruk dan ada di bawah pihak lainnya. Oleh karena itu, hasad pasti akan muncul saat seseorang bermusuhan dengan pihak lain.

Lihat Juga :  Kisah Mak Yuyun, Nenek Tukang Urut Kampung Naik Haji

Menganggap Diri Terlalu Tinggi
Poin pada faktor kedua ini tentu beda makna dengan percaya diri. Yang diperbolehkan adalah percaya diri. Sementara menganggap diri selalu yang paling unggul dalam apapun akan mempersulit keadaan jika menemukan pihak yang ternyata ada di tingkat yang lebih tinggi.

Selalu ingat bahwa di atas langit masih ada langit.

Terlalu Mencintai Kekuasaan
Faktor ketiga ini dapat membuat orang dengan mudah merasakan hasad. Bahkan, dalam beberapa kasus tidak hanya berhenti di hasad.

Terlalu mencintai kekuasaan dapat menjadi kunci dari pintu kesengsaraan dan kerugian, dan hasad merupakan permulaannya.

Ciri-ciri Orang Hasad
Pada umumnya, orang jarang menyadari saat dirinya sedang memiliki sifat hasad. Akan tetapi, ada beberapa ciri orang yang sedang merasakan hasad, seperti yang tergambar dalam sikap di bawah ini:

Kesal saat melihat orang mendapatkan rezeki lebih atau prestasi tertentu
Memberitahukan kesalahan pihak tertentu di ruang publik
Tidak terima jika pihak lain menerima pujian karena kinerjanya lebih baik
Sering mencari-cari kesalahan orang lain
Menuduh kenikmatan yang didapat orang lain didapat dengan cara yang tidak benar
Usai sudah sekelumit bahasan tentang pengertian hasad, bahaya, jenis, penyebab, dan ciri-ciri orang yang merasakan hasad.

Semoga informasinya bermanfaat ya. Untuk kemudahan mendapatkan produk proteksi syariah untuk sahabat, Wakalahmu sebagai marketplace asuransi khusus syariah pertama di Indonesia hadir menawarkan beragam pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan sahabat.(*/sumber: wakalahmu.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button