Apa itu Overthinking? Apa Dampak dan Bagaimana Mengatasinya dalam Islam?

Oleh : Aminuddin
Jurnalis
Overthinking adalah istilah yang sering ditujukan pada orang-orang yang terlalu banyak berpikir. Sering kali memikirkan hal-hal sepele secara berlebihan.
Banyak yang keliru bahwa sikap ini diartikan sebagai sikap berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Padahal nyatanya, terlalu sering berpikir berlebihan juga dapat memberikan dampak yang tidak baik untuk kesehatan Anda.
Penyebab overthinking tidak diketahui secara pasti. Namun, sikap terlalu banyak berpikir ini biasanya ditunjukkan oleh orang yang mengi dap penyakit mental, seperti gangguan kecemasan atau depresi.
Gangguan kecemasan sendiri adalah kondisi yang menyebabkan seseorang merasa terus khawatir dan takut berlebihan dalam menghadapi berbagai situasi sehari-hari. Sementara, depresi adalah gangguan suasana hati yang membuat seseorang terus merasa sedih dan kehilangan minat.
Overthinking yang berlangsung dalam jangka yang panjang dapat memicu dampak negatif untuk kesehatan tubuh dan mental, yaitu:
1. Memengaruhi Kinerja Otak
Salah satu organ tubuh yang paling berdampak akibat overthinking dan stres, yaitu otak. Stres cenderung berdampak pada kesehatan otak. Kortisol bisa merusak dan membunuh sel-sel otak pada hipokampus.
Overthinking yang kronis dapat mengubah fungsi otak dengan mengubah struktur dan konektivitasnya. Stres kronis bisa menyebabkan masalah mental, seperti gangguan kecemasan dan gangguan mood.
Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidupmu apabila dibiarkan begitu saja. Jika kamu sering overthinking, coba bicarakan dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc yang akan membantumu kapan saja dan di mana saja.
2. Memengaruhi Sistem Pencernaan
Terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan stres, yang pada akhirnya memengaruhi sistem pencernaan. Paparan stres menyebabkan masalah pencernaan, seperti penyakit radang usus, sindrom iritasi usus besar, perubahan motilitas saluran cerna dan sekresi lambung, peningkatan permeabilitas usus dan perubahan mikrobiota usus.
3. Fungsi Jantung Terganggu
Overthinking dan khawatir berlebihan bisa membahayakan kesehatan kardiovaskular. Sakit dada, takikardia dan pusing merupakan beberapa masalah yang bisa muncul akibat overthinking. Faktor risiko seperti depresi, penyalahgunaan zat dan kesulitan tidur yang berkaitan dengan kekhawatiran kronis juga bisa memperparah masalah.
4. Merusak Kesehatan Kulit
Kecemasan, stres, dan overthinking yang terus-menerus bisa memengaruhi kesehatan kulit. Stres emosional yang disebabkan oleh overthinking bisa memengaruhi atau memperburuk sejumlah gangguan kulit seperti psoriasis, dermatitis atopik, pruritus, alopecia, areata, dan dermatitis seboroik.
Stres menyebabkan peradangan pada tubuh yang menyebabkan flare-up pada kulit. Sistem kompleks kulit yang saling berhubungan, sistem endokrin, dan sistem kekebalan tubuh dipengaruhi oleh stres kronis yang memperburuk penyakit kulit.
5. Menekan Sistem Kekebalan Tubuh
Pernahkah kamu menyadari bahwa saat stres atau cemas jadi sering jatuh sakit? Hal ini karena stres menyebabkan pelepasan kortisol dalam tubuh, yang pada akhirnya melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ketika pertahanan alami tubuh ditekan, hal itu menjadi lebih rentan terhadap infeksi penyakit.
6. Risiko Kanker Meningkat
Overthinking atau berpikir berlebihan menyebabkan stres dan aktivitas konstan sumbu hipotalamus hipofisis adrenal merusak respons imun, yang menyebabkan kanker tertentu berkembang terus-menerus.
Nah, untuk mencegah kebiasaan overthinking ini, coba deh terapkan tips-tips berikut ini.
1. Berhenti sejenak dan cari penyebabnya
Hal paling utama yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa kamu memiliki kebiasaan overthinking. Setelah itu berhentilah sejenak dan tenangkan pikiranmu. Langkah selanjutnya yaitu cari sumber masalah yang selama ini bersarang di kepalamu.
Apakah itu masalah pekerjaan, hubungan, keluarga atau lainnya? Jika perlu tulislah apa yang kamu pikirkan, kemudian baca satu per satu. Lalu temukan pikiran-pikiran yang sebenarnya tidak perlu dan coret dari daftar tersebut.
2. Lakukan sesuatu yang berbeda
Cara ini bisa membantumu melupakan pikiran-pikiran yang ada di kepalamu. Mengalihkan perhatian merupakan cara yang tepat bagi kamu yang suka overthinking. Kamu bisa mencoba kegiatan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya saja bergabung dengan komunitas di tempat tinggalmu, berpetualang dengan teman atau sekadar menonton film dan memasak di rumah yang selama ini jarang kamu lakukan.
3. Cobalah untuk berpikiran terbuka
Membuka pikiran bisa membantumu mencari solusi dari pemasalahan yang ada. Lihat masalah yang sedang kamu hadapi dari sudut pandang lain. Buang jauh-jauh pikiran negatifmu dan ganti dengan selalu berpikir positif. Selain dapat menemukan solusi, hal ini dapat membantumu melupakan pikiran yang tidak penting.
4. Tantang ketakutanmu sendiri
Rasa takut bisa menghambat keberhasilan seseorang. Kamu gak bisa mempertimbangkan hal lain jika terus memikirkan hal-hal yang membuatmu takut untuk mengambil langkah. Tantang ketakutanmu itu dengan cara memberi reward untuk dirimu sendiri jika kamu berhasil melawannya. Dengan begitu, kamu tak akan tenggelam dalam rasa takut yang berlarut-larut.
5. Ubah ketakutanmu menjadi sebuah antisipasi
Jika overthinking datang saat kamu akan mengambil keputusan, coba deh buat list apa yang kamu takutkan. Setelah itu buat rencana untuk mengatasi ketakutan-ketakutan tersebut. Hal ini juga membuatmu terbiasa untuk menghadapi berbagai situasi buruk. Rencana cadangan akan membuatmu lebih nyaman dan tidak takut lagi menghadapi hal-hal yang belum pasti.
6. Beri batas waktu
Overthinking biasanya datang ketika seseorang dihadapakan dengan pengambilan keputusan yang besar. Orang tidak mau salah dalam mengambil langkah, sehingga mereka akan terus memikirkan keputusan apa yang tepat.
Cara yang paling mudah agar kamu tidak overthinking adalah dengan menentukan batas dalam mengambil keputusan. Dengan begitu, kamu memiliki waktu kapan harus memikirkannya dan kapan harus berhenti memikirkannya.
7. Bersyukurlah
Kebiasaan overthinking tidak akan berhenti begitu saja. Namun, hal ini merupakan sesuatu yang bisa kamu kontrol. Oleh karena itu setiap kali overthinking itu datang, lakukan cara-cara tersebut hingga menjadi kebiasaanmu. Selain itu, jangan lupa untuk selalu bersyukur. Melatih diri untuk selalu bersyukur dapat membantu pikiranmu menjadi positif.
Memikirkan sesuatu yang berlebihan seperti ketika sedang memarkirkan kendaraan mobil ada pikiran mobil kita akan rusak dikarenakan kejatuhan benda berat sebaiknya tidak perlu dicemaskan. Aswata ikut menjaga kita di rumah dengan menyediakan perlin dungan Asuransi Oto A+ seperti mobil rusak karena kejatuhan benda berat ketika diparkir di luar rumah.
Intinya …
1. Perkuat Iman kepada Allah
Pertama-tama, percayalah bahwa Allah adalah penjamin penuh penghidupan setiap makhluknya. Terlalu banyak ber pikir dan meragukan apa yang Allah jamin bisa menurunkan keimanan seseorang.
Orang yang beriman yakin dalam hatinya dan menunjukkannya dalam tindakan se hari-hari. Jika Anda sepenuhnya percaya kepada Allah, hari-hari kamu akan dilalui dengan damai dan optimis.
2. Bertawakal kepada Allah
Meskipun sering gagal, Allah akan menggantinya dengan lebih baik. Kegagalan diperlukan bagi manusia, sehingga mereka akan semakin giat untuk mencoba lagi dan pantang menyerah.
Tawakkal adalah kuncinya. Jika harapan, niat dan keinginan kita hanya tertuju kepada Allah, maka kita akan ikhtiyar dengan kebahagiaan dan keikhlasan. Karena sikap ini adalah ketaatan kepada Tuhan.
3. Selalu Bersyukur atas nikmat yang telah diberikan
Terus berusaha semaksimal mungkin, disertai keyakinan untuk percaya takdir. Allah memiliki hak dan kuasa atas hamba-nya, termasuk pembagian dalam rezekinya. Rezeki tidak hanya berupa uang, tetapi juga bisa berupa kesehatan, kesempatan, waktu yang bermanfaat serta orang orang yang mencintai kita.
Dikutip dari NU Online, oleh Alhafiz K menerangkan bahwa sahabat Nabi Muhammad, Zaid bin Tsabit pernah mengalami masalah sulit tidur.
Zaid bin Tsabit disebutkan terjaga di pembaringan, semalaman tidak bisa tidur karena gelisah, sehingga mengadu kepada Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW kemudian menasehati Zaid bin Tsabit untuk mengamalkan doa ketika mengalami masalah susah tidur.
Doa Terhindar dari Overthinking Sebelum Tidur. (Suara.com/Ema Rohima)
Setelah mengikuti anjuran Rasulullah SAW, Zaid bin Tsabit disebut berhasil menghilangkan kegelisahan yang dialami.
Berikut doa untuk mengatasi susah tidur karena gelisah sesuai anjuran Rasulullah SAW.
Allâhumma ghâratin nujûm wa hada’atil ‘uyûn, wa anta hayyun qayyûmun, lâ ta’khudzuhû sinatun wa lâ naum. Yâ hayyu, ya qayyûm, ahdi’ laylî wa anim ‘aynî.
Artinya: Tuhanku, bintang-bintang telah ‘tenggelam’, dan banyak bola mata menjadi tenang sementara Kau adalah zat maha hidup dan zat maha tegak. Kantuk dan tidur tidak mempengaruhi-Mu. Wahai Zat Maha Hidup dan Zat Maha Tegak, tenangkan malam hamba dan istirahatkan sepasang bola mata hamba.”
Wallahua’lam bishshawab.
___
Sumber literasi :
1. Hellosehat
2. Halodoc
3. Aswata
4. Kompasiana
5. Suara.com
