Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

KAJIAN

Manusia Dalam Al Qur’an, Begini Penjelasannya..!

Oleh : Albar Sentosa Subari ( Pegiat Literasi Islam di Palembang)

AsSajidin.com Palembang—–Apa yang dikatakan Al-Qur’an tentang manusia?
Tidak sedikit ayat yang berbicara tentang manusia, bahkan manusia adalah makhluk pertama yang telah disebutkan dua kali dalam rangkaian Wahyu.

Pertama ( QS, 96:1-5), Manusia sering mendapat pujian Tuhan. Di bandingkan dengan makhluk makhluk lain, ia mempunyai kapasitas yang paling tinggi ( QS 11:3), mempunyai kecenderungan untuk dekat kepada Tuhan melalui kesadaran nya tentang kehadiran Tuhan yang terdapat jauh di bawah alam sadarnya ( QS 30:43).

Ia diberi kebebasan dan kemerdekaan serta kepercayaan penuh untuk memilih jalan nya masing masing ( QS 33:72; 76:2-3). Ia diberi kesabaran moral untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk, sesuai dengan nurani mereka atas bimbingan Wahyu ( QS. 91:7-8).

Ia makhluk yang dimuliakan Allah dan diberi kesempurnaan dibandingkan dengan makhluk lain nya ( QS 17:70) serta ia pula yang telah diciptakan Tuhan dalam bentuk yang sebaik baiknya ( QS 95:4).

Lihat Juga :  Khutbah Jumat: Merawat Anak sebagai Nikmat dan Amanat 

Namun dilain segi, manusia ini juga mendapat cercaan Tuhan. Ia amat aniaya dan mengingkari nikmat ( QS 14:34), dan sangat banyak membantah ( QS 22:67). Ini bukan berarti bahwa ayat Al Qur’an bertentangan satu sama lain, tetapi hal tersebut menunjukkan potensi manusiawi untuk menempati tempat terpuji, atau meluncur ke tempat yang rendah sehingga tercela.

Al-Quran menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah, kemudian setelah sempurna kejadian nya, Tuhan menghembuskan kepada nya Ruh ciptaan Nya ( QS 38:71-72). Dengan ” tanah” manusia dipengaruhi oleh kekuatan alam seperti makhluk makhluk lain, sehingga ia butuh makan, minum, hubungan seks dan sebagainya, dan dengan ” Ruh” ia diantar ke arah tujuan non materi yang tak berbobot dan tak bersubstansi dan yang tak dapat diukur di laboratorium atau bahkan dikenal oleh alam material.

Dimensi spritual ini yang mengantar mereka untuk cenderung keindahan, pengorbanan, kesetiaan, pemujaan dan sebagainya.
Ia mengantar mereka kepada suatu realitas yang Maha Sempurna, tanpa cacat, tanpa batas dan tanpa akhir.

Lihat Juga :  Gubernur Herman Deru Dukung Peran BKMT dalam Pembinaan Spiritual Masyarakat Sumsel

Dengan berpegang pada pandangan ini, manusia akan berada dalam satu alam yang hidup, bermakna, serta tak terbatas, yang dimensinya melebar keluar melampaui dimensi ” tanah”, dimensi material itu.

Al Qur’an tidak memandang manusia sebagai makhluk yang tercipta secara kebetulan, atau tercipta dari kumpulan atom, tapi ia ciptakan setelah sebelumnya direncanakan untuk mengemban satu tugas.

Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di bumi ( QS 2:30). Ia dibekali dengan potensi dan kekuatan positif untuk mengubah corak kehidupan di dunia ke arah yang lebih baik ( QS 13:11)., serta ditundukkan dan dimudahkan kepada nya alam raya untuk dikelola dan dimanfaatkan ( QS 45:12-13).

Antara lain, ditetapkan arah harus dituju ( QS 51; 56) serta dianugerahkan kepada nya petunjuk untuk menjadi pelita dalam perjalanan itu ( QS 2:38).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button