Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

KALAMNASIHAT

Adab Bertakziah 

، وترك التبسم فإنه يورث الحقد

“Adab orang bertakziah, yakni menghindari sebanyak mungkin hal-hal yang tidak pantas atau tabu, menampakkan rasa duka, tidak banyak berbicara, tidak mengumbar senyum sebab bisa menimbulkan rasa tidak suka.”

 

ASSAJIDIN.COM — Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali, menyebutkan ada empat adab orang bertakziah, yaitu:

– Pertama, menghindari sebanyak mungkin hal-hal yang tidak pantas atau tabu

Pakailah pakaian yang sederhana dan sewajarnya. Demikian pula cara kita bersolek atau berdandan, sebaiknya tidak terlalu menor atau memakai parfum yang terlalu kuat baunya.

– Kedua, menampakkan rasa duka

Setiap kematian seseorang pasti menimbulkan perasaan duka yang mendalam terutama bagi keluarga atau kerabat dekat yang ditinggalkannya.

Lihat Juga :  Doa Agar Aman dari Kemalingan 

Oleh karena itu orang yang bertakziah dianjurkan untuk ikut merasakan rasa duka itu dengan menampakkan wajah duka sambil mengucapkan secara tulus rasa bela sungkawa.

Sangat baik apabila ungkapan bela sungkawa itu diikuti dengan doa semoga tabah dan sabar menerima musibah yang memang sudah merupakan suratan takdir dari Allah SWT.

– Ketiga, tidak banyak berbicara

Dalam suasana duka, orang yang sedang tertimpa musibah kematian, biasanya cenderung diam dan tidak ingin diajak berbicara lama-lama.

Oleh karena itu orang yang bertakziah jika ingin mengajak berbicara kepada pihak yang sedang berduka cukup seperlunya saja.

Demikian pula di antara orang-orang-orang yang bertakziah sebaiknya kalau berbicara satu sama lain cukup seperlunya dan pelan agar tidak menimbulkan suasana berisik.

Lihat Juga :  Arti dan Makna Wallahualam Bishawabi

Apalagi sampai tertawa terbahak-bahak, sungguh merupakan hal yang tidak pantas.

– Keempat, tidak mengumbar senyum. Sebab bisa menimbulkan rasa tidak suka. 

Poin keempat ini memiliki kaitan erat dengan poin-poin sebelumnya, yakni tidak mendukung ketiganya. Oleh karena itu meskipun senyum termasuk sedekah, tetapi dalam konteks takziah sebaiknya kita bisa menahan diri untuk tidak mengumbar senyum.

Tentu saja senyum dalam batas-batas yang wajar masih bisa ditolerir. Intinya adalah senyum memiliki makna kegembiraan yang dalam konteks takziah tidak baik khususnya jika ditujukan kepada pihak yang sedang berduka. (Lampung. NU Online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button