Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

LENTERAPENDIDIKAN

Zaman Ini Mendidik Anak Harus Secara Islam

 ASSAJIDIN.com – Semua negara di dunia sudah pasti akan mempersiapkan generasinya untuk memperoleh pendidikan yang baik lagi mampu mendukung nilai-nilai akhlak bagi masyarakatnya terutama generasi muda.

Indonesia tentu demikian juga. Entah membuat sistem yang lebih baik dari hari ke hari, atau sekadar membuat proyek ‘ajar anak-anak’ bukanlah soal.

Tetapi diantara sistem yang terprogram untuk memberikan pendidikan kepada anak bangsa ini, yang tak kalah hebatnya adalah kaum ibu dan kaum ayah yang sadar untuk memberikan pendidikan agama bagi anak-anak mereka setidaknya dalam kurun waktu masa playgroup, TK dan tingkat SD di sekolah-sekolah Islam.  Ini merupakan sebuah kesadaran yang amat tinggi yang dimiliki ibu dan ayah Indonesia saat ini.

Lihatlah di semua daerah, baik kota maupun desa, seperti menjadi sebuah kesepakatan, anak usia sekolah hingga menamatkan SD tersebut memilih sekolah Islam. Sehingga sekolah Islam pun makin bertambah jumlahnya, hingga yang ditujukan kepada anak yang dari kalangan menengah ke bawah sampai kalangan mampu sekolah di Sekolah Islam Terpadu (SIT) .

Tentu sebagai sekolah Islam yang memberikan pendidikan Islam, tujuannya memberikan bimbingan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.  Kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama Islam memilih dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam yang berkalitas.  Pendidikan Islam merupakan pendidikan yg bertujuan membentuk individu menjadi makhluk yg bercorak diri berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikan adalah mewujudkan tujuan ajaran Allah (Djamaluddin 1999: 9). Menurut Hasan Langgulung yg dikutip oleh Djamaluddin (1999) Pendidikan Islam ialah pendidikan yg memiliki empat macam fungsi yaitu : Menyiapkan generasi muda yang dapat memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat pada masa datang, yang erat kaitannya dengan kelanjutan hidup masyarakat sendiri. Memindahkan ilmu pengetahuan dari generasi tua kepada generasi muda.Memindahkan nilai-nilai yang bertujuan memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat yg menjadi syarat mutlak bagi kelanjutan hidup suatu masyarakat yang memiliki peradaban dan moralitas tinggi.Mendidik anak agar beramal di dunia ini utk memetik hasil di akhirat kelak.

Mukhtar Bukhari yg dikutip oleh Halim Soebahar dalam sebuah buku soal pendidikan Islam, mengatakan pendidikan Ialam adalah seganap kegiatan yg dilakukan seseorang atau suatu lembaga untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam diri sejumlah siswa dan keseluruhan lembaga-lembaga pendidikan yang mendasarkan program pendidikan atau pandangan dan nilai-nilai Islam (2002: 12).

Lalu, As-Sunnah ialah perkataan perbuatan ataupun pengakuan Rasulullah, merupakan sumber ajaran kedua sesudah Al-Qur’an yang juga sama berisi pedoman untuk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspek untuk membina umat menjadi manusia seutuhnya atau muslim yang bertaqwa.  Setelah memahami tujuan pendidikan Islam ini, tentu demikian besarnya permahaman dan perhatian kalangan ibu dan ayah Indonesia untuk memberikan kesempatan yang luas bagi anak-anak Indonesia untuk memberikan pendidikan agama Islam dengan harapan akan menjadikan generasi Islam tidak terputus hanya sampai hari ini saja.

Adanya harapan untuk menggapai wujud nyata  bagi terciptanya anak-anak Indonesia yang beragama dan memiliki nilai akhlak serta moralitas yang tinggi diantara peradaban yang makin rendah belakangan ini. Dan juga – anak-anak- akan dapat mempertahankan diri dari godaan gilasan budaya barat yang terus ditransformasikan oleh kalangan liberalis yang tak pernah mengabaikan dampak buruk terhadap bangsa-bangsa.

 Keluarga Sebuah Contoh Pendidikan

Sebuah renungan untuk dijadikan sebagai bahan dalam Pendidikan, contoh Keluarga yang merupakan pendidikan yang pertama yang didapat oleh anak. Lingkungan pendidikan yang pertama membawa pengaruh terhadap anak untuk melanjutkan pendidikan yang akan dialaminya di sekolah dan di masyarakat, dengan kata lain bahwa peran keluarga adalah suatu kewajiban yang harus diberikan kepada anaknya untuk membentuk kepribadian bagi anaknya, baik di lingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Motivasi pendidikan keluarga semata-mata demi cinta kasih sayang, dimana di dalamnya terdapat suasana cinta. Inilah proses pendidikan berlangsung selama anak-anak itu dalam tanggung jawab orang tua/keluarga. Mereka tidak hanya berkewajiban mendidik atau menyekolahkan anaknya ke sebuah lembaga Pendidikan.

Akan tetapi mereka juga diamati Allah Swt. untuk menjadikan anak- anaknya bertaqwa serta taat beribadah sesuai dengan ketentuan yang telah diatur dalam Al- Qur’an dan Hadist. Allah Swt. berfiman dalam Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6: “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Keluarga adalah suatu institusi yang terbentuk karena suatu ikatan perkawinan antara sepasang suami istri untuk hidup bersama dalam membina mahligai rumah tangga untuk mencapai keluarga sakinah dalam lindungan dan ridha Allah Swt..Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang bersifat informal, yaitu pendidikan yang tidak mempunyai program yang jelas dan resmi, selain itu keluarga juga merupakan lembaga yang bersifat kodrati, karena terdapatnya hubungan darah.

Lihat Juga :  Makanan Khas Palembang, Ragit Cocok untuk Buka Puasa, Begini Resep Membuatnya

Keluarga merupakan persekutuan hidup terkecil dari masyarakat yang luas. Keluarga merupakan ladang terbaik dalam penyemaian nilai-nilai agama. Pendidikan dan penanaman nilai-nilai agama harus diberikan kepada anak sedini mungkin, salah satunya melalui keluarga sebagai tempat pendidikan pertama yang dikenal oleh anak.

Tanggung jawab orang tua terhadap anak tampil dalam bentuk yang bermacam-macam. Allah Swt berfiman dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 46 : “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Dalam hal ini orang tua adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga sesuai sabda Rasulullah Nabi Muhammad Saw. bersabda : “Setiap bayi yang lahir adalah fitrah maka kedua orang tuanya lah yang menjadikan ia Yahudi dan Nashrani.” (HR. Bukhari). Orang tua seharusnya tidak hanya menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak mereka kepada pihak lembaga pendidikan atau sekolah, akan tetapi mereka harus lebih memperhatikan pendidikan anak-anak mereka di lingkungan keluarga mereka, karena keluarga merupakan faktor yang utama di dalam proses pembentukan kepribadian sang anak.

Orang tua merupakan pribadi yang sering ditiru anak-anaknya, kalau perilaku orang tua baik. Dengan demikian keteladanan yang baik merupakan salah satu kiat yang harus diterapkan dalam mendidik anak. Anak yang sholeh bukan hanya anak yang berdo’a untuk orang tuanya saja, akan tetapi anak sholeh adalah anak yang berusaha secara maksimal melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk melaksanakan ajaran Islam, seorang anak harus dilatih sejak dini dalam praktik pelaksanaan ajaran Islam seperti : shalat, puasa, dan menutup aurat bagi wanita. Dari sini jelas bahwa perkembangan kepribadian anak bermula dari keluarga, dengan cara anak mengambil nilai-nilai yang ditanamkan orang tua baik secara sadar maupun tidak sadar. Begitupun dengan pemakaian jilbab bagi sang anak kalau tidak ada dorongan dari orang tua anak tersebut akan sedih, maka peran keluargalah yang harus memberikan masukan, motivasi dan bimbingan kepada anak. Orang tua memberikan masukan kepada anak-anaknya agar kalau keluar rumah harus memakai jilbab, karena Islam menganjurkan sebaiknya bagi perempuan harus memakai jilbab. Allah Swt. berfiman dalam Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 74: “Dan Orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.’’

Pelaksanaan pendidikan agama dalam lingkungan keluarga kaitannya dengan pembentukan akhlak adalah dengan melaksanakan pendidikan agama yang disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan si anak. Dalam sebuah tulisan : Amirul Hasan, S.Ag, seorang Penghulu Muda dan Kepala KUA Kecamatan Simeulu Tengah Kabupaten Simeulu, Aceh, mengetengahkan, bentuk pelaksanaan pendidikan selain dengan memberikan secara teoritis tentang akhlak juga harus disertai dengan contoh tauladan kepada anak oleh orang tua, maka faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan agama dalam keluarga terdiri dari faktor internal yaitu faktor yang berasal dari lingkungan keluarga itu sendiri seperti kondisi keluarga yang harmonis atau tidak, tidak berjalannya fungsi dan peran masing-masing anggota keluarga, baik ayah, ibu dan anak, tingkat ekonomi keluarga yang rendah dan sebagainya.

Sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar lingkungan keluarga yaitu masyarakat, lingkungan sosial, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Secara umum prinsip pendidikan mempunyai pengertian suatu haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan pendidikan keluarga, strategi dapat diartikan sebagai pola-pola kegiatan ayah-anak dalam perwujudan pendidikan agama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Lihat Juga :  Dzikir dan Doa di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Hari Arafah hingga Idul Adha

Allah Swt. berfiman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 83 : “Dan ingatlah ketika kami mengambil janji dari Bani Israil,” Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat,” Tetapi kemudian kamu berpaling mengingkari kecuali sebagian kecil dari kamu dan kamu masih menjadi pembangkang.” Fungsi pendidikan Islam dalam membina keluarga merupakan suatu proses untuk membimbing anak menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Oleh karena itu, manusia membutuhkan pendidikan secara optimal agar mampu mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Akan tetapi, kegiatan pengajaran tersebut mempunyai prinsip tersendiri dalam usaha mencapai tujuan pengajaran. Namun demikian, prinsip-prinsip pendidikan semua pendidikan sama saja, termasuk terhadap prinsip pendidikan anak.

Hal tersebut dikarenakan belajar mengajar adalah suatu kondisi yang dengan sengaja diciptakan. Orang tua yang menciptakan guna membelajarkan anak didik. Orang tua yang mengajar dan anak didik yang belajar. Perpaduan dari kedua unsur manusiawi ini lahirlah interaksi edukatif dengan memanfaatkan keluarga sebagai mediumnya. Di sana semua bentuk pendidikan diperankan secara optimal guna mencapai tujuan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan.

 

Kesadaran Orang Tua yang Tinggi

Sebagai orang tua tentunya sudah menyadari apa yang sebaiknya dilakukan untuk mencapai kondisi belajar mengajar yang dapat mengantarkan anak-anak kepada kebaikan. Di sini tentu saja tugas orang tua berusaha menciptakan suasana yang menggairahkan dan menyenangkan bagi anaknya. Oleh karena itu, memberikan pengetahuan agama bagi seorang anak menghendaki hadirnya sejumlah prinsip pendidikan. Sebab belajar tidak selamanya memerlukan seorang guru. Cukup banyak aktifitas yang dilakukan seorang anak di luar dari keterlibatan guru. Belajar di rumah cenderung menyendiri dan tidak terlalu banyak mengharapkan bantuan dari orang lain, apalagi aktifitas itu berkenaan dengan kegiatan membaca sebuah buku. Sebenarnya menyangkut dengan memberikan pendidikan kepada anak pada hakikatnya merupakan suatu proses yaitu mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar anak-anak, sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong anak-anak melakukan belajar.

  1. Zakiyah Daradjat, Dosen Universitas Indonesia (UI), merumuskan prinsip-prinsip pendidikan anak sebagai berikut: Pertama, memelihara dan membesarkan anak. Inilah prinsip paling sederhana dan merupakan dorongan alami untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia. Kedua, melindungi dan menjamin kesamaan, baik jasmani maupun rohani, dari berbagai penyakit dan dari penyelewengan kehidupan dan dari tujuan hidup yang sesuai dengan falsafah hidup dan agama yang dianutnya. Ketiga, memberikan pengajaran dalam arti yang luas sehingga anak memperoleh peluang untuk memiliki pengetahuan dan kecakapan seluas dan setinggi mungkin yang dapat dicapainya. Keempat, membahagiakan anak baik dunia maupun akhirat, sesuai dengan pandangan dan tujuan hidup muslim.

Dari uraian di atas dapat digambarkan bahwa, dalam menerapkan pendidikan Islam juga harus menggunakan prinsip yang sama dengan pendidikan lainnya. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan pendidikan, maka digunakan prinsip pendidikan yang berlaku secara umum guna tercapainya tujuan pendidikan tersebut. Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, baik dalam lingkungan masyarakat muslim. Karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari keluarga itu sendiri.

Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas sehingga tak mudah hilang atau berubah. Dari sini keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat.Pendidikan keluarga ialah suatu usaha seseorang atau orang tua kepada orang lain dalam membimbing agar seseorang itu berkembang secara maksimal. Baik yang diselenggarakan oleh keluarga, sekolah dan masyarakat yang mencakup pembinaan aspek jasmani maupun rohani. Pendidikan agama ialah pendidikan yang mencakup penanaman nilai-nilai keagamaan dengan ajaran agama dan kepercayaan masing-masing. Pendidikan agama harus ditanamkan pada anak sedini mungkin, bahkan saat anak masih dalam kandungan. Dalam pandangan Islam, manusia lahir dengan membawa fitrah keagamaan yang harus dikembangkan lebih optimal yaitu oleh orang tua sebagai pendidik pertama dan utama, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt..(*)

Penulis: Bangun Lubis

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button