Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

KALAM

Lepaskanlah Kesulitan Hidup Saudaramu

“Bagimu akan peroleh kemuliaan dan baginya peroleh ketenangan jiwa”

 

Oleh: H Emil Rosmali ( Pemimpin Umum Assajidin.com )

Assajidin.com – Menolong orang lain, apalagi yang dalam kesusahan adalah pekerjaan yang begitu mulia disisi Allah. Diantara manusia ada yang memiliki kemampuan untuk menolong saudaranya yang lemah. Lemah dalam kondisi ekonominya, atau juga lemah dalam kondisi fisik.

Diantara mereka ada yang cacat sehingga tidak memiliki kesempatan untuk berbuat, jangankan menolong orang lain, namun melakukan kegiatan untuk diri sendiri pun terkadang sulit. Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

Salah satu masalah yang mengharuskan kita untuk berbuat baik dengan cara menolong orang lain,  terutama bagi mereka yang lemah. Dalam kondisi seperti ini, juga bisa kita lihat firman Allah, ketika sebuah masyarakatr terganggu dari golongan yang kuat. Maka Allah menurunkan Firmannya;’’ Dia (Zulkarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhanku kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka. (95) Berilah aku potongan-potongan besi,” Hingga ketika potongan besi itu telah terpasang sama rata dengan kedua puncak gunung itu, dia (Zulkarnain) berkata, “Tiuplah (api itu)!” Hingga ketika (besi) itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata, “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atasnya (besi panas itu).” (96). – (Q.S Al-Kahfi: 95-96),

Ayat di atas tentu memberikan gambaran bagi kita agar membantu mereka yang lemah, yang menyebabkan mereka terganggu dari sebuah kekuatan. Begitupun dengan mereka yang susah dalam ekonomi tentu hendaklah bisa dibantu atau ditolong oleh mereka yang kuat ekonominya,.Konsep Islam, ada yang disebut sedekah dimana mereka yang memiliki kelebihan harta atau rezeki, hendaklah membantu mereka yang lemah dalam ekonomi. Dalam Alquran pun disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya;Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta.” (Q.S Az-Zariyat: 19)

Lihat Juga :  Khutbah Jumat : Menyucikan Kepribadian di Bulan Rajab

‘’Siapakah yang memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS Al-Baqarah: 245).

Kemudian: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”(QS. Al Hadid ayat 18). Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW, bersabda: “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

 

Lepaskan Kesulitan Hidup Saudaramu

Ingat bahwa dalam kenyataannya, ; “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain. Sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapus kesusahan orang lain, atau melunasi utang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri’tikaf di masjidku ini selama satu bulan.” (HR. Thabrani).

Kemudian,’’ Allah berfirman di dalam  Surat An-Nisa Ayat 114 yang artinya :“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar.”Pada sisi lain Allah meminta kita.” Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.” (QS Al Baqarah 2 ayat 254).

Lihat Juga :  Kuliner Palembang Diminati, Restoran Sumbang Pajak Terbesar

Betapa menolong orang lain, akan dapat membantu bagi orang baik secara ekonomi atau materi maupun secara bathin atau rohaniyah, bergitu bermakna dan dapat menyuburkan kasih saying dan derajat kemuliaan yang tinggi bagi mereka yang membantu. Tentu meningkatkan derajat mereka yang dibantu. Karena pada dasarnya, diantara ummat manusia ini, ada juga yang bermohon kepada Allah, untuk bisa ditolong. Karena keterbatasannya, bahkan karena ketidakberdayaannya. Kecuali hanya karena Allah.

”Seperti Nabi Musa, sebagaimana tertera dalam firman Allah Q.S Al-Qashas: 33-35 ).  “’(Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah membunuh salah seorang dari golongan mereka, sehingga aku takut mereka akan membunuhku. (..33) Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantu untuk membenarkan (perkataan)ku. Sesungguhnya, aku takut mereka akan mendustakanku.” (..34) Dia (Allah) berfirman, “Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepada kamu berdua kekuasaan yang besar, sehingga mereka tidak akan dapat mencapaimu. (Berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan meraih kemenangan.” (..35) – (Q.S Al-Qashas: 33-35)

Gambaran ayat dia tas adalah, Musa takut kepada golongan lain, sehingga memohon agar Allah menolongnya. Begitulah hendaknya kita, harus mengetahui bahwa banyak diantara ummat ini yang membutuhkan bantuan kita sesama manusia terutama bantuan Allah, agar kita dan saudara kita yang lemah  dapat hidup dengan menjalani kehidupan yang lebih baik. Memperoleh kebahagiaan hati.

Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS. At-Taubah [9]: 71). Tujuan kesemua itu, tiada lain agar sesama ummat Islam dapat berjalan berbarengan dan bergandengan tangan dalam derajat yang mulia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button