Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Orang Alim Harus Berani Perlihatkan Kealimannya

AsSAJIDIN.COM — Gus Baha pernah berpesan kepada para santri dan orang-orang alim agar berani memperlihatkan keilmuannya kepada masyarakat.

“Saya bolak-balik bicara, kalau ada orang mengaku alim, (jangan kok malah) dikira sombong. Padahal dokter spesialis gigi tidak sombong, spesialis jantung tidak sombong. Padahal tanpa ditulis kan tidak tahu.

Jadi jelas. Ini orang mau mencari dokter kandungan, gampang. Cari bar, gampang. Cari club, gampang. Ini mau cari ahli fikih susah karena tidak ditulis. Makanya, harus diumumkan.

Dulu orang zina malu, orang maksiat malu. Sekarang maksiatnya terlihat, amal shaleh dirahasiakan. Akhirnya, dunia nampak penuh maksiat.

Lihat Juga :  Keistimewaan Malam dan Seni Menghadapinya

Coba kalau alumni pondok mengumumkan: saya hafidh Qur’an. Saya hafidh 2 juz kalau setoran Juz Amma saya bisa. Saya ngaji Taqrib, khatam 2 kali. Saya pernah ngaji Fathul Wahab. Sehingga orang nanti akan tahu, orang pun bisa konsultasi.

Tidak niat sombong. Tapi, mempermudah orang yang ingin mengambil manfaat.

Saya minta, sekarang zamannya cara pandang berubah. Kamu harus memperlihatkan taatmu, karena mereka sudah memperlihatkan kemaksiatan mereka.

Bagaimana caranya? Ya tunjukkan dengan sikap, orang alim, santun perilakunya, bagus akhlaknya, berbuat baik dengan siapa saja, mau bersedah dalam sempat sempit, mau memaafkan, menahan amarah, mendamaikan orang yang berselisih, bermanfaat buat orang lain. Itulah ciri-ciri orang alim. Terkait dengan penampilan dan simbol orang alim, balik ke pribadi masing-masing.

Lihat Juga :  Pesona Masjid Agung Palembang, Beribadah Nyaman dan Tenang di Pusat Kota

Kalau ada orang mau ngaji, terus tidak ada yang mengaku alim. Kalau semua orang alim begitu, terus orang mau ngaji sama siapa?

Abul Hasan Asy-Syadzili pernah berfatwa ketika ditanya tentang hukum amal sirri (rahasia). Beliau menjawab tidak ada. Sebab, sekarang zamannya amal terkenal lebih baik dibanding amal yang dirahasiakan.” (*/sumber: Ceramah KH. Ahmad Bahauddin Nursalim di Tayu, Pati, Jawa Tengah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button