Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Menyalahi Kodrat Alam, Palembang Kian Terendam

AsSajidin.com PALEMBANG— Hujan sebentar saja, Palembang dikepung banjir. Mungkin kalimat ini selalu menjadi penghias halaman utama media massa baik maupun media sosial (medsos) yang kerap ditulis warga Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini meluapkan rasa kecewanya atas fenomena banjir yang tak kunjung selesai.

Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda dalam beberapa kesempatan juga tidak menampik hal ini sebagai bagian dari kesalahan yang sangat fatal. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bekerja keras untuk memperbaiki 200 titik lokasi penyumbatan air yang mengakibatkan banjir Palembang kian buruk.

“Penyepitan aliran sungai ini diakibatkan pendirian bangunan yang tidak sesuai,. Ditambah lagi karena pendirian bangunan di atas saluran yang menghambat aliran air ke Daerah Aliran Sungai (DAS) yang disusul akibat curah hujan yang begitu tinggi. Sehingga mengakibatkan kondisi banjir kian parah,” ujarnya.

Disamping itu kata Fitri, Pemkot Palembang melalui perangkat Kecamatan, Kelurahan , hingga Rukun Tetantang (RT) dihimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing agar penyumbatan air di pintu-pintu aliran tidak terjadi.

Lihat Juga :  Karhutla Meluas Helikopter di Riau Dialihkan ke Sumsel

“  Kita akan mengoptimalkan seluruh pompa-pompa yang ada, disamping tentu, menormalisasikan sungai-sungai adalah prioritas berkala yang diharapkan dapat meminimalisir keadaan Palembang lebi baik,” ujarnya.

Kendati demikian, harus pula diakui bahwa kondisi banjir yang merendam hampir seluruh wilayah Palembang di dominasi oleh curah hujan yang cukup tinggi, Hal itu dikbuktikan oleh  pernyataan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel, Wandayantolis yang menyebut bahwa  cuaca curah hujan di Palembang masih tinggi.

“Ini akan berdampak signifikan jika saat hujan ekstrem terjadinya pasang di laut sehingga menyebabkan tinggi muka sungai meningkat sehingga berdampak munculnya genangan . Sehingga kondisi banjir tak dapat terelakkan ,” ungkapnya.

Menyikapi fenomena yang terjadi, Ustadz Abdul Somad dalam tausiyahnya “ Abdul Somad Official”  menyebut jika setiap bencana alam yang terjadi adalah akibat dari perbuatan tangan-tangan manusia yang menyalahi kodrat alam.

“ Manusia lebih suka menjalankan yang di larang dan meninggalkan yang di perintahkannNYa. Hutan di gunduli, sungai dan alirannya ditutup, ditimbun dengan bangunan. Maka, semua itu adalah kemungkaran terhadap alam, yang kemudian kembali untuk dirinya sendiri. Begitulah, Al Quran dalam surat Ar Rum ayat 41 menjelaskan,” tuturnya.

Lihat Juga :  Syukuri Kemerdekaan, Tak Perlu Bermegahan, Sederhana Saja tapi Bermakna

OIeh sebab itu kata UAS, mari jadikan sabar sebagai perisai diri dalam menerima bencana  ini dengan kembali ingat kepadanNYa.

Lebih jauh UAS mengatakan, Firman Allah SWT dalam QS: Ar Rum ayat 41 dan 42 bisa menjadi sebuah jawaban akan pentingnya suatu kewajiban umat manusia tentang ikhtiar menjaga, melindungi, dan melestarikan seluruh ekosistem baik di darat maupun laut yang ada di muka bumi ini.

“ Yuk berbaik sangka pada Allah, mungkin balak ,bencana, banjir, angin, api dan bumi yang terbelah adalah cara Allah menyadarkan kita. Ingat kita ini hamba, jangan mengaku Tuhan. Oleh karenanya, saling ingat mengingatkan adalah salah satu ajaran Islam yang dianjurkan, baik mengingatkan dalam mengajak kebaikan maupun keburukan,” ajaknya. (Jemmy Saputera)

 

 

 

 

 

 

 

Back to top button