Jadi Peserta Muktamar NU ke 34, Sumsel Diharap Beri Kontribusi Positif

ASSAJIDIN.COM — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru secara langsung melepas peserta Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 34 asal Sumsel ke Provinsi Lampung.
Deru mengatakan, semua peserta Muktamar agar selalu membawa nama baik Sumsel di luar karena Sumsel punya sejarah dimana Sumsel menjadi pertama dan induk provinsi Sumbagsel. “Dalam Muktamar perlu keteladanan ikuti prosesi yang baik dan benar,” katanya
Lanjutnya, dalam rangka mengikuti Muktamar kita harus Soliditas tidak boleh personal karena kita sebagai panutan dan harus tetap solid dan tetap lurus, jangan ada godaan tentukan arah serta tidak ada perpecahan. “Pesan saya, bangga dengan satu tujuan jelas dan tidak usah abu-abu, kesepakatan harus bulat jangan sampai dualisme serta tentukan sikap demokratis,” ujar Deru
Deru mengungkapkan, kepada para peserta dirinya mengharapkan agar semua peserta yang berangkat ini telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan terencana. Bukan sekadar menikmati perjalanan dan bertemu dengan tokoh-tokoh nasional Nahdlatul Ulama, namun ikut aktif dalam pengambilan keputusan untuk penyusunan agenda kerja di Muktamar. “Selain itu saya juga meminta kepada para peserta untuk dapat menjaga kesehatan khususnya dalam menghadapi pandemi covid-19, serta omicron dengan selalu melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” ungkapnya
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel, KH Amiruddin Nahrawi mengatakan sangat berterimakasih atas perhatian dan bimbingan yang telah diberikan Gubernur Sumsel, H Herman Deru pada para peserta muktamar. “Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan bimbingan dari Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan insyaallah peserta dari Sumsel akan memberikan contoh yang baik,” katanya
Lebih lanjut diungkapkannya, kepada para peserta dirinya juga berharap agar para peserta dapat mengikuti jalannya muktamar dengan baik dan lancar hingga selesai. “Ikuti muktamar ini sampai selesai serta juga melakukan pemilihan dan penetapan Rais ‘Aam (pimpinan tertinggi NU) sebagai dewan legislatif PBNU dan Ketua Umum PBNU sebagai dewan eksekutif PBNU,” ungkap Amiruddin (MN)
