Musim Haji 2020 Ditunda, Begini Nasib Toko Oleh-oleh Haji dan Umroh di Palembang

ASSAJIDIN.COM — Sudah jatuh tertimpa tangga…Namun harusPharus tetap kuat danm bangkit lagi.
Demikian kondisi yang sepertinya tengah dihadapi para pengusaha yang selama ini fokus menjalani usaha oleh-oleh dari Tanah Suci.
Sejak terjadi wabah corona ditambah pemerintah yang menghentikan sementara keberangkatan haji dan umroh. Hal ini berdampak pada merosotnya penjualan oleh-oleh dan perlengkapan haji.
Sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, biasanya calon jemaah haji sudah berbelanja keperluan selama ibadah haji dan memesan oleh-oleh. Bahkan bersadarkan pantauan, yang saat ini datang ke toko penyedia oleh-oleh dan perlengkapan haji hanya pelanggan biasa.
Salah satunya, Owner Butik Arofah, Nia mengatakan, sejak 20 tahun toko tersebut menjual oleh-oleh haji dan umroh. Kondisi pandemi saat ini dimana tidak adanya keberangkatan jemaah haji, membuat sejumlah pelanggan membatalkan pesanan.
“Sebelumnya ada pelanggan yang sudah pesan, karena tidak jadi berangkan jadinya cancel. Ada sekitar 20 pelanggan membatalkan pemesanan oleh-oleh,” katanya, Minggu (7/6/2020).
Nia mengatakan, biasanya pelanggan memesan paket oleh-oleh dengan isian kacang, kismis, kurma dan air zamzam. Pelanggan yang memesan pun dari berbagai daerah selain Palembang seperti Pagar Alam juga Prabumulih.
“Melihat seperti tahun-tahun lalu, dalam sehari kita jual 1.000 kotak paket oleh-oleh, sekarang satupun tidak keluar,” katanya.
Toko Arofah menjual perlengkapan sholat, baju muslim anak dan dewasa juga perlengkapan haji/ umroh. Seperti kain ikhram Rp70.000, kaos, gamis cowok cewek mulai Rp30.000, satu set gamis berisi sarung tangan, kantong batu dan jilbab panjang mulai Rp100.000. Ada juga kurma mulai dari 20.000/kg – Rp200.000/kg.
“Penjualan merosot sampai 80 persen. Sekarang yang datang hanya yang cari kurma ataupun baju muslim,” katanya.
Nia berharap semoga pandemi Covid-19 segera berlalu dan perekonomian bangkit kembali. Dengan hilangnya masa pandemi ini, memberikan harapan untuk kembali dibukanya ibadah haji dan umroh. (*/Sumber: maklumatnews.com/karmayel arrazi)
