Realitas Kebenaran yang Harus Diketahui Manusia Mengenai Allah
Oleh : Albar Sentosa Subari ( Pegiat Literasi Islam)

AsSajidin.com Palembang—-Di hadapan Allah SWT Yang Maha Besar, Mahakuasa, Maha Mutlak, manusia itu kecil, tidak berdaya, tidak ada apa apanya, tidak bisa sombong, takabur, ujub, atau riya’, tidak bisa merasa sok bisa dan merasa sok hebat.
Hanya ketika melupakan Allah saja, manusia bisa melakukan hal-hal seperti itu atau ketika tidak menyadari ketidakberdayaan nya dan ketergantungan nya pada kekuatan Allah.
Begitu manusia menyadari bahwa dia tidak bisa bergerak kecuali dengan kekuatan Allah, tidak bisa bernafas, berjalan, beraktivitas dan berpikir kecuali dengan kekuatan Allah, maka manusia pasti segera terbebas mimpi mimpi berupa kesombongan, merasa bisa berdiri sendiri, semuanya sendiri.
Dengan petunjuk, pertolongan dan perlindungan Allah, manusia bisa mengetahui, mengenal, dekat, bertemu Allah, mencintai Allah, dicintai Allah dan menjadi kekasih Allah dalam hidup nya di dunia ini.
Allah telah memberikan manusia karunia yang tidak ternilai harganya, berupa potensi berpikir, menyadari, merasakan, menginginkan, berimajinasi, dan daya mencipta. Lebih dari itu, Allah juga melengkapi nya dengan hati yang bisa melihat, berkata, mendengar dan memahami/ kecerdasan tak terbatas ( QS. Al-A’raaf; 179).
Potensi yang diberikan Allah kepada manusia itu bisa dimanfaatkan dan digunakan manusia untuk mengatasi dan memecahkan segala masalah yang dihadapinya. Lebih dari itu, Allah juga memerintahkan manusia agar ia selalu bertawakal, yaitu bersandar pada kekuatan Allah, pengetahuan Allah, kehendak Allah, petunjuk Allah, bimbingan, tuntutan, pertolongan dan perlindungan Nya.
Konsekwensi login nya, Allah memberi tahu dan mengingatkan agar manusia tidak berjalan sendiri, tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tidak hanya mengandalkan kekuatan dari yang selain Allah, dan juga tidak berharap kepada selain Allah.
Ilustrasi di atas mengingatkan kita bahwa Allah itu selalu dekat dengan kita ( QS, Al-Baqarah: 186, selalu bersama kita di manapun kita berada ( QS al-Hadiid;4), memerintahkan agar kita berdoa, mendengarkan doa kita dan mengabulkan nya ( QS al- Mu’min/ Ghaafir:60, Al Baqarah 186.
Allah itu berbicara dan mengajak kita berbicara, dan Allah juga mengasihi kita dengan memberi nikmat Nya yang tiada terhitung hitung banyak nya ( QS Ibrahim: 34).
Sungguh pun begitu, ada banyak orang yang tidak memahami adanya yang mutlak, ada banyak orang yang tidak menyadari adanya kekuasaan Allah yang tidak terbatas, ada banyak orang yang tidak merasakan adanya kekuatan Allah yang tidak terbatas, dan ada banyak orang yang tidak mengalami kasih sayang Allah.
Ada banyak orang yang tidak mau menyapa Allah, walaupun Allah selalu dekat dengan nya: ada banyak orang yang tidak merasakan akrab dengan Allah, walaupun Allah selalu bersama nya: dan ada banyak orang yang tidak merasakan dan mengalami kehadiran Allah, walaupun Allah selalu hadir di mana pun ia berada.
Akibatnya, manusia hanya mengandalkan kekuatannya sendiri dan kekuatan dari selain Allah. Manusia hanya mengandalkan pengetahuan nya sendiri dan pengetahuan dari yang selain Allah. Manusia hanya berharap kepada dirinya sendiri dan berharap kepada yang selain Allah.
Jika manusia hanya bersandar dan mengandalkan kekuatannya sendiri dan kekuatan dari yang selain Allah, dan hanya berharap pada yang selain Allah, maka sudah bisa dipastikan bahwa ia pasti menemui dan mengalami jalan buntu.
Karena, yang selain Allah itu walau apapun dan siapapun, ia pasti mempunyai kekurangan, kelemahan, keterbatasan dan kesalahan.
Dengan demikian jelaslah bahwa mengetahui, mengenal, dekat, bersama, bertemu Allah, mencintai Allah, dicintai Allah dan menjadi kekasih Allah, merupakan syarat mutlak untuk bisa mencapai keberhasilan dan kesuksesan tak terbatas.
Karena, hanya dengan kekuatan, pengetahuan dan kekuasaan tidak terbatas lah manusia bisa melintasi keterbatasannya. Akhirnya, semoga Allah memberi kita kekuatan, kesanggupan dan memudahkan kita untuk bisa mendapatkan karunia, Rahmat, serta anugerah yang diridai Nya. Aamiin, ya rabbal alamin.
