TAFSIR & HADIST

Kegunaan Hujan 

وَٱلَّذِى نَزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۢ بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِۦ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Arab-Latin: Wallażī nazzala minas-samā`i mā`am biqadar, fa ansyarnā bihī baldatam maitā, każālika tukhrajụn

 

Artinya: “Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS Az-Zukhruf 11)

 

 

ASSAJIDIN.COM — Berikut tafsir ayat di atas sebagaimana dikutip dari Kalam.Sindonews.com :

 

Tafsir

Dan Dia pulalah yang menurunkan secara bertahap dan teratur air dari langit menurut ukuran yang diperlukan untuk semua makhluk-Nya yang ada di bumi, untuk kebutuhan minuman kamu, untuk minuman hewan-hewan piaraanmu dan untuk kebutuhan-kebutuhanmu yang lain.

Lalu dengan air yang diturunkan sesuai kadarnya itu Kami hidupkan negeri yang mati dan tandus sehingga tumbuh-tumbuhan yang ada padanya dapat keluar dari bumi dan tumbuh dengan baik dan subur. Seperti itulah kamu nanti akan dikeluarkan ketika akan dibangkitkan dari kuburmu.

Allah menurunkan hujan dari langit sesuai dengan keperluan untuk menghidup-suburkan tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan. Dia menurunkan hujan tidak lebih dari yang diperlukan sehingga tidak melimpah ruah melampaui batas dan akhirnya menjadi bencana, seperti halnya air bah yang merusak dan membinasakan, dan tidak pula terlalu sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan untuk kesuburan tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang menyebabkan kering dan layu, dan mengakibatkan timbulnya bencana kelaparan yang menimpa makhluk Allah di mana-mana.

Dengan turunnya hujan dari langit sesuai dengan kadar yang diperlukan, maka hidup dan makmurlah negeri yang telah mati yang tidak lagi ditumbuhi tanam-tanaman dan pohon-pohonan.

Sebagaimana Allah kuasa menghidupkan negeri yang telah mati, begitu pula Dia kuasa menghidupkan dan mengeluarkan orang-orang mati itu dari kubur dalam keadaan hidup, sebagaimana firman Allah:

“Dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering).” (ar-Rum/30: 24)

Dan firman-Nya:

“Maka Kami arahkan awan itu ke suatu negeri yang mati (tandus) lalu dengan hujan itu Kami hidupkan bumi setelah mati (kering). Seperti itulah kebangkitan itu.” (Fathir/35: 9)

 

Menguap dari Bumi

Apa yang dikemukakan oleh ayat ini dibuktikan oleh ilmu pengetahuan yang ditemukan manusia saat ini. Diperkirakan dalam waktu satu detik, sebanyak 16 juta ton air menguap dari bumi.

Menggunakan angka ini, maka diperhitungkan akan adanya 513 triliun ton air yang menguap dari bumi dalam setahun. Angka ini ternyata sama dengan perhitungan mengenai jumlah air hujan yang turun dalam setahun. Dengan demikian, air melakukan sirkulasi yang seimbang secara terus-menerus.

Kehidupan di bumi sangat bergantung pada keberlanjutan siklus air yang demikian ini. Walaupun banyak teknologi mencoba mengintervensi siklus alami ini, seperti membuat hujan buatan, pada kenyataannya siklus air tidak dapat dibuat secara artifisial.

Lihat Juga :  Ikhlas dan Tobat

Proporsi air hujan tidak hanya penting dalam bentuk jumlahnya, tetapi juga kecepatan turunnya butir air hujan [menurut ukuran yang diperlukan]. Kecepatan butir air hujan tidak melebihi kecepatan standar, tidak peduli berapa ukuran butir air hujan itu.

Umumnya butiran air hujan mempunyai diameter 4,5 mm. Kecepatannya sekitar 8 meter per detik. Pada ukuran yang lebih kecil, tentunya kecepatannya lebih rendah. Pada ukuran butiran yang lebih besar dari 4,5 mm, tidak berarti kecepatannya makin tinggi.

Kecepatannya tetap, yaitu sekitar 8 meter per detik. Hal ini disebabkan karena bentuk butiran yang cair itu akan berinteraksi dengan udara dan angin sehingga bentuk butir air itu berubah sedemikian rupa yang mengakibatkan kecepatan jatuhnya menurun dan tidak melebihi kecepatan standar.

Menghidupkan negeri yang mati dengan air (hujan) dari langit telah difirmankan pada Surah Fussilat/41: 39, bahwasanya dengan diturunkan hujan di daerah yang tandus maka daerah tersebut akan (bisa, dengan kehendak Allah) ditumbuhi pepohonan.

Pada ayat ini ditekankan bahwa air dari langit diturunkan menurut kadar tertentu. Kebangkitan manusia setelah alam kubur sering diibaratkan dengan menghidupkan tanah yang tandus dengan air hujan.

Perumpamaan ini dapat kita bandingkan dengan tumbuhnya biji-bijian atau spora liar yang terbawa tiupan angin dan terserak di atas tanah yang kering. Apabila tanah yang kering ini mendapat siraman hujan dengan jumlah yang cukup [menurut ukuran yang diperlukan], maka biji-biji tersebut akan tumbuh menjadi kecambah-kecambah dan kemudian menjadi tumbuhan.

Apabila curah hujan sangat banyak maka biji-bijian atau spora yang menjadi bakal benih tumbuh-tumbuhan akan hanyut terbawa aliran air. Seandainya aliran air tidak sampai menghanyutkan, tetapi bila kadar kelembaban air dalam tanah terlalu berlebih maka biji-bijian tidak akan tumbuh menjadi kecambah, malahan akan membusuk. Semuanya menurut ukuran.

 

Manfaat Air Hujan

Mengutip Liputan6.com, ada 10 manfaat hujan sebagaimana tersaji berikut ini.

 

1. Memenuhi Kebutuhan Air

Manfaat air hujan yang paling utama adalah sebagai penyedia kebutuhan air makhluk bumi. Air hujan dapat digunakan untuk mengairi tanaman-tanaman pertanian dan perkebunan, yang sangat penting bagi produksi pangan.

Air hujan juga dapat digunakan untuk mengisi sumur-sumur air, kolam-kolam air hujan dan tangki-tangki air hujan. Air hujan juga dapat digunakan untuk air minum, air mandi, air cuci dan sebagainya.

2. Mencegah Kekeringan

Fenomena hujan dapat membantu mencegah kekeringan di daerah yang kering atau kurang air. Air hujan dapat mengisi kembali sumber-sumber air yang terdapat di daerah tersebut, sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

3. Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Manfaat air hujan sangat penting bagi pertumbuhan tanaman dan keseimbangan lingkungan alam. Tanaman yang tumbuh di daerah yang cukup air akan lebih sehat dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh di daerah kering. Air hujan juga membantu dalam melestarikan ekosistem alam seperti hutan, rawa, danau, dan lain-lain.

Lihat Juga :  Rasi Bintang

4. Pengembangan Energi Terbarukan

Air hujan dapat digunakan untuk pengembangan energi terbarukan, seperti pembangkit listrik air. Air hujan dapat digunakan untuk menggerakan turbin air yang akan menghasilkan listrik dari energi air yang mengalir. Pembangkit listrik air hujan ini sangat cocok digunakan di daerah yang memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

5. Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Makhluk Bumi 

Air hujan sangat penting bagi pertumbuhan tanaman sebagai salah satu sumber makanan. Tanaman yang tumbuh di daerah yang cukup air akan lebih sehat dibandingkan dengan tanaman yang tumbuh di daerah kering. Dengan air yang cukup, bahan makanan akan tersedia bagi para penduduk bumi.

6. Menjaga Populasi Hewan 

Air hujan sangat penting bagi hewan yang hidup di alam terbuka dan di dalam hutan. Air hujan dapat digunakan untuk mengisi dan menyegarkan sumber-sumber air yang terdapat di daerah tersebut, sehingga dapat digunakan oleh hewan-hewan untuk minum dan mandi.

7. Menjaga Kesuburan Tanah

Manfaat air hujan dapat membantu dalam meningkatkan kesuburan tanah dengan membawa nutrisi dari atmosfer ke tanah. Air hujan juga dapat membantu dalam mengendapkan partikel-partikel besar dari tanah yang terbawa oleh air, sehingga dapat meningkatkan kualitas tanah.

8. Sarana Pendidikan dan Kesadaran Lingkungan

Air hujan juga dapat digunakan sebagai sarana pendidikan dan peningkatan kesadaran akan pentingnya air bagi keberlangsungan hidup. Melalui program-program pendidikan, masyarakat dapat belajar tentang pentingnya air hujan bagi lingkungan dan cara-cara untuk mengelola air hujan dengan baik.

9. Penyedia Habitat Bagi Berbagai Jenis Makhluk Hidup 

Manfaat air hujan juga menyediakan habitat bagi berbagai spesies hewan dan tumbuhan, seperti ikan di sungai dan danau, burung di hutan, atau tanaman yang tumbuh di rawa.

Air hujan juga membantu dalam menjaga keseimbangan populasi hewan dan tumbuhan, karena membantu dalam menyediakan sumber air dan nutrisi yang diperlukan.

10. Daur Ulang Air 

Fenomena hujan juga membantu dalam pemeliharaan kebersihan air. Proses terjadinya hujan menjadi proses menyaring air limbah sebelum dikembalikan ke lingkungan alam.

Air hujan juga dapat digunakan untuk mengendapkan partikel-partikel besar dari air limbah, seperti sampah dan lumpur, sehingga dapat meningkatkan kualitas.

Secara keseluruhan, air hujan memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup di Bumi.

Air hujan membantu dalam menyediakan air dan nutrisi yang diperlukan, membantu dalam melestarikan ekosistem alam, dan membantu dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Namun, di beberapa wilayah, air hujan juga dapat menimbulkan masalah, seperti banjir dan erosi, jika tidak dikelola dengan benar.

Oleh karena itu, penting untuk mengelola air hujan dengan baik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya air hujan bagi keberlangsungan hidup di Bumi.

 

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button