TAFSIR & HADIST

Hikmah Pergantian Siang dan Malam

خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ بِالْحَقِّۚ يُكَوِّرُ الَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى الَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ كُلٌّ يَّجْرِيْ لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ اَلَا هُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun.” (QS Az-Zumar : 5)

 

ASSAJIDIN.COM — Ada beragam tafsir dari Surat Az-Zumar ayat 5 di atas sebagaimana dikutip Antara lain dari tafsirweb.com, tafsir.com dan daaralatsarindonesia.com :

– Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia

Allah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada diantara dengan haq, Dia mendatangkan malam dan menyirnakan siang, dan mendatangkan siang, dan menyirnakan malam.

Dia juga menundukan matahari dari rembulan dengan tatanan yang teratur untuk kemaslahatan haba-hambaNya, masing-masing darinya beredar pada orbitnya sampai hari kiamat.

Ketauhilah bahwa sesungguhnya Allah melakukan semua itu dan Dia yang melimpahkan nikmat kepada makhlukNYa, maha pengampun terhadap dosa-dosa hambaNYa yang bertaubat kepadaNya.

– Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta’dzhim al-Qur’an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur’an Univ Islam Madinah

Allah menciptakan langit dan bumi serta seisinya dengan benar, Dia berbuat segala sesuatu terhadapnya sesuai dengan kehendak-Nya; mendatangkan malam dan menghilangkan siang, mendatangkan siang dan menghilangkan malam; dan menundukkan matahari dan bulan sehingga beredar pada orbitnya masing-masing dengan teratur hingga hari kiamat, sehingga ia dapat mendatangkan manfaat bagi manusia.

Allah yang melakukan semua itu dan memberi kenikmatan bagi manusia dengan makhluk-makhluk tersebut, Dia menciptakan dan menundukkannya. Allah Maha Perkasa atas makhluk-Nya dan Maha mengampuni dosa hamba-hamba-Nya.

– Tafsir Quraish Shihab

Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar dan dalam bentuk yang tetap. Dia menutupkan siang ke dalam malam dan menutupkan malam ke dalam siang secara berulang-ulang.

Dia juga menundukkan matahari dan bulan kepada kehendak-Nya dan untuk maslahat hamba-Nya, masing-masing beredar pada porosnya sampai batas waktu yang telah ditentukan, yaitu hari kiamat.

Hanya Dialah, bukan yang lain, yang Mahaunggul atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang keluar dari kehendak-Nya. Dia Maha Pengampun atas dosa hamba-hamba-Nya(1).

Lihat Juga :  Manfaat Madu dan Lebah 

Ayat ini menunjukkan bahwa bumi berbentuk bulat dan selalu berotasi. Dari segi bahasa, kata “yukawwir” yang digunakan dalam ayat ini berarti ‘menutupkan suatu benda ke atas benda lain secara berturut-turut’.

Kalau saja bumi ini tidak bulat–datar, umpamanya–tentu siang dan malam di suatu tempat dapat dimungkinkan tampak pada satu waktu secara bersamaan.

– Tafsir Al-Muyassar (Kementerian Agama Saudi Arabia)

Allah menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada pada keduanya dengan haq. Dia mendatangkan malam dan menjadikan siang pergi.

Dia juga menjadikan siang tiba dan malam pun berangkat pergi. Allah menundukkan matahari dan rembulan dengan tatanan untuk kemaslahatan hamba-hamba-Nya. Masing-masing darinya beredar pada orbitnya sampai Hari Kiamat.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah yang melakukan semua itu dan Dia yang melimpahkan nikmat kepada makhluk-Nya dengan nikmat-nikmat ini, Dia Mahaperkasa atas makhluk-Nya, Maha Pengampun atas dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat kepada-Nya.

 

Menangis

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallabu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW berkata: “Wahai Aisyah, saya pada malam ini beribadah kepada Allah.” 

Jawab Aisyah: “Sesungguhnya aku senang jika Rasulullah berada di sampingku. Aku senang melayani kemauan dan kehendaknya.” Tetapi baiklah! Aku tidak keberatan. 

Maka bangunlah Rasulullah SAW dari tempat tidurnya lalu mengambil air wudhu, tidak jauh dari tempatnya lalu shalat.

Ketika shalat beliau menangis sampai air matanya membasahi kainnya, karena merenungkan ayat Al-Quran yang dibacanya. Setelah shalat Nabi duduk memuji Allah dan kembali menangis tersedu-sedu.

Kemudian beliau mengangkat kedua belah tangannya berdoa dan menangis lagi dan air matanya membasahi tanah. 

Setelah Bilal datang untuk adzan Subuh dan melihat Nabi menangis, ia bertanya: “Wahai Rasulullah! Mengapakah engkau menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang terdahulu maupun yang akan datang?”

Nabi menjawab: “Apakah aku ini, bukankah seorang hamba yang pantas dan layak bersyukur kepada Allah? Dan bagaimana aku tidak menangis? Pada malam ini Allah telah menurunkan ayat kepadaku. Selanjutnya beliau berkata: “Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan artinya.”

 

Lihat Juga :  Takut Miskin Itu Senjata Setan

Manfaat

Inilah anjuran bagi manusia agar memikirkan pergantian siang dan malam, mengikuti terbit dan terbenamnya matahari, siang lebih lama dari malam dan sabaliknya. Semuanya itu menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah yang wajib disyukuri.

Manfaat bergantinya siang dan malam ini dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah Ayat 164. Allah berfirman:

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia. Dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya. Dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

 

Pandangan Sains

Melansir Kalamsindonews.com, para ahli falak hanya dapat menganalisa sebab terjadinya malam di suatu daerah demikian pula siang.

Hal ini berpangkal dari perjalanan matahari dan perputaran bumi. Tetapi mereka tidak mampu sama sekali untuk mengubah ketentuan dan ketetapan Allah.

Mereka tidak dapat memperpanjang atau memperpendek siang atau malam di suatu daerah karena perputaran malam dan siang itu suatu ketentuan dari yang Mahakuasa.

Menurut saintis, pergantian siang ke malam secara optis (penglihatan) adalah pergeseran dari warna dari cahaya yang dilenturkan (diffracted) dari mula-mula cahaya kuning, ke jingga ke merah (menjelang waktu sholat Isya) sampai ke infra merah pada waktu shalat Isya.

Setelah itu semakin larut malam, maka bumi dihujani oleh gelombang yang lebih pendek yang bisa membahayakan manusia.

Efek dari berbagai gelombang dari sinar matahari dengan panjang gelombang yang makin pendek belum diketahui secara mendalam.

Tetapi yang jelas bahwa gelombang yang sangat pendek, ke arah gelombang X atau gelombang rontgen cukup berbahaya bagi tubuh manusia apalagi jika dayanya tinggi.

Oleh karena itu manusia dianjurkan untuk tinggal di rumah dan beristirahat sesuai dengan tuntunan Al-Quran.

 

Wallahu a’lam.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button