Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

HALAL

Rihlah ke Brunei Darussalam (6) : Menikmati Kuliner Khas Warga

ASSAJIDIN.COM — Presiden Joko Widodo berkesempatan menghadiri resepsi pernikahan Pangeran Abdul Mateen dan Anisha Rosnah, pada 14 Januari 2024.

Seperti kita ketahui resepsi tersebut berlangsung di Istana Nurul Iman, Brunei Darussalalam.

Meski berada di urutan ke-6 pewaris takhta, Pangeran Abdul Mateen sangat terkenal dalam beberapa tahun terakhir.

Selain memiliki paras tampan, ia juga sering menemani sang ayah Sultan Hassanal Bolkiah dalam kegiatan diplomatik resmi Brunei Darussalam.

Mengutip Tempo.co, berikut sederet makanan khas Brunei Darussalam :

Nasi Katok. (Foto : Kikkoman corporation)

 

1. Nasi Katok

Nasi katok merupakan nasi dengan lauk satu potong ayam goreng beserta sambal. Katok berarti ketukan, yaitu cara orang zaman dahulu memesan nasi ini dengan cara mengetuk pintu penjualnya.

Nasi katok biasa ditemukan di warung pinggir jalan atau di pasar. Harganya cukup terjangkau di Brunei, mulai BND 1 atau sekitar Rp 10.000.

Lihat Juga :  Kuliner Madinah (3) : Luqaimat yang Nikmat
Ayam Salai Madu : (Foto : ramleebarbecue / Instagram)

 

2. Ayam Salai Madu

Ayam salai madu dapat temui di sekitar Pasar Gadong atau pinggiran jalan. Makanan ini memiliki warna merah kecokelatan dan aroma sedap yang menggugah selera.

Ayam salai Brunei dimarinasi dengan bumbu merah sebelum dipanggang. Ini biasanya tersedia dalam dua varian rasa, yaitu pedas dan madu. Serta hanya tersedia bagian sayap dan tungking atau pantat ayam.

Harga ayam salai Brunei lumayan murah, mulai dari sekitar Rp10.000 per tusuk. Biasanya penjual menyajikan ayam salai bersama sambal kecap atau cacah.

Hati Buyah. (Foto : Twelvcafe / Instagram)

 

3. Hati Buyah

Hati buyah terbuat dari paru-paru sapi yang ditumis dengan kecap dan bumbu khas Brunei. Kuliner ini memiliki rasa manis gurih, kadang disajikan dengan cara ditusuk seperti sate.

Belutak. (Foto : Pinterest)

 

4. Belutak

Belutak merupakan semacam sosis tradisional dari Brunei. Ini terbuat dari daging dan lemak sapi yang diolah dengan rempah khas Brunei.

Lihat Juga :  Mura Bergelora (5) : Srimulyo Edu Park, Ada Home Stay dan Wisata Budaya yang Dikelilingi Bukit Barisan

Uniknya, saat pembuatan Belutak, daging sapi dimasukkan ke dalam usus kerbau yang sudah bersih, sehingga berbentuk seperti lingkaran. Selanjutnya Belutak akan digantung untuk dijemur atau diasap hingga kering.

Belutak biasa disantap bersama sambal khas Brunei atau pelengkap masakan lainnya. Umumnya belutak dijual dalam bentuk lingkaran atau setengah lingkaran.

Ambuyat. (Foto : Jojo eats Brunei / Instagram)

 

5. Ambuyat

Sekilas ambuyat Brunei mirip dengan papeda dari Papua. Makanan ini terbuat dari sagu yang dicampur dan diaduk dengan air panas, sehingga menjadi bening seperti lem. Ambuyat biasa disajikan dengan saus asam pedas atau disebut cacah.

Cara makan ambuyat cukup unik, perlu diambil dengan candas pada bagian yang terbuka. Kemudian, putar-putar candas, sehingga mendapat sedikit porsi dari makanan ini. Lalu, celupkan ke dalam cacah sebelum disantap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button