NASIHAT

Petuah Berharga Syaikh Abdul Qadir Jaelani

ASSAJIDIN.com — Syaikh Abdul Qodir Jaelani berkata, “Bila engkau bertemu dengan seseorang, hendaknya engkau memandang dia itu lebih utama daripada dirimu. Dan katakan dalam hatimu: ‘Boleh jadi dia lebih baik di sisi Allah daripada diriku ini dan lebih tinggi derajatnya’.”

“Jika dia orang yang lebih kecil dan lebih muda umurnya dari pada dirimu, maka katakanlah dalam hatimu: “Boleh jadi orang kecil ini tidak banyak berbuat dosa kepada Allah. Sedangkan aku adalah orang yang telah banyak berbuat dosa. Maka tidak diragukan lagi kalau derajat dirinya jauh lebih baik daripada aku.”

Syaikh Abdul Qodir Jaelani melanjutkan, bila dia orang yang lebih tua, hendaknya engkau mengatakan dalam hati: “Orang ini telah lebih dahulu beribadah kepada Allah daripada diriku.”

Jika dia orang yang alim, maka katakan dalam hatimu: “Orang ini telah diberi oleh Allah sesuatu yang tidak bisa aku raih. Telah mendapatkan apa yang tidak bisa kudapatkan. Telah mengetahui apa yang tidak aku ketahui, dan telah mengamalkan ilmunya.”

Lihat Juga :  5 Nasihat Indah Utsman bin Affan Untuk Kita Renungkan

Bila dia orang yang bodoh, katakan ada dalam hatimu: “Orang ini durhaka kepada Allah karena kebodohannya. Sedangkan aku durhaka kepada-Nya padahal aku mengetahuinya.

Aku tidak tahu dengan apa umurku akan Allah akhiri atau dengan apa umur orang bodoh itu akan Allah akhiri (apakah dengan khusnul khatimah atau dengan su’ul khatimah).”

Bila dia orang yang kafir, maka katakan dalam hatimu: “aku tidak tahu bisa jadi dia akan masuk Islam lalu menyudahi seluruh amalannya dengan amalan salih. Bisa jadi aku terjerumus menjadi kafir. Lalu menyudahi seluruh amalku dengan amal yang buruk itu.”

Lihat Juga :  Perhatikanlah Tetanggamu

 

Manusia Biasa

Syekh Nawawi Al-Bantani mengatakan, pesan Syekh Abdul Qodir Jaelani itu mengajari kita tidak memandang orang lain lebih baik dari kita.

“Jadilah manusia biasa dihadapan orang lain,” kata Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nashaihul Ibad.

Mengutip Liputan6.com, Syekh Nawawi mengatakan, dalam pandangan Islam semua manusia itu sama tidak dibedakan karena status sosial, harta tahta, keturunan, atau latar belakan pendidikannya.

Manusia yang paling mulia derajatnya disisi Allah adalah yang paling tinggi kadar ketakwaannya di antara mereka.

Oleh sebab itu, sebagian ulama berdoa “Ya Allah jadikanlah aku orang yang pandai bersabar dan bersyukur.

Jadikanlah aku seorang yang hina menurut pandangan diriku sendiri. Jadilah aku orang yang besar menurut pandangan orang lain.”

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button