NASIHAT

Nasihat Rabiah al-Adawiyah untuk Hasan al-Basri

ASSAJIDIN.COM — Melansir Islamindonesia yang mengutip kitab Tadhkirat al-Auliya karya Farid al-Din Attar (1145-1221 M), suatu hari Hasan melihat Rabi’ah sedang berada di dekat sebuah danau.

Sambil melemparkan sajadahnya ke atas permukaan air, dia memanggil, “Rabi’ah, ke sini! Mari kita shalat dua rakaat di atasnya!”

“Hasan,” jawab Rabi’ah, “ketika engkau memperlihatkan karamahmu di depan orang-orang, semestinya itu adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh siapapun.”

Rabi’ah kemudian melemparkan sajadahnya ke udara, dan dia naik ke atasnya.

“Kemarilah Hasan, di mana orang-orang dapat melihat kita!” serunya.

Hasan, yang belum mencapai tingkatan seperti itu, tidak dapat berkata apa-apa. Rabi’ah berusaha menghiburnya.

Lihat Juga :  Berkarya untuk Dunia Beramal untuk Akhirat

“Hasan,” katanya, “Apa yang engkau lakukan juga dilakukan ikan, dan apa yang kulakukan juga dilakukan lalat. Urusan yang sebenarnya berada di luar kedua karamah ini. Seseorang harus menetapkan dirinya sendiri ke urusan yang lebih nyata.”

Jari yang Bercahaya

Suatu malam, Hasan dengan dua atau tiga temannya pergi mengunjungi Rabi’ah. Rabi’ah tidak memiliki lentera. Hasan dan kawan-kawannya berpikir alangkah lebih baiknya jika di sana ada cahaya.

Rabi’ah kemudian meniup jarinya, dan sejak malam itu hingga subuh, jari Rabi’ah bersinar seperti lentera, dan mereka dapat duduk bersama dengan disinari oleh cahaya.

Lihat Juga :  Memuliakan Guru

Rabi’ah lalu berkata, “Jika ada yang bertanya, ‘Bagaimana ini bisa terjadi?’ Aku akan menjawab, ‘Sama seperti tangan Musa.’ Jika mereka keberatan dan menyanggah, ‘Tetapi Musa adalah seorang nabi,’ aku akan menjawab, ‘Siapa pun yang mengikuti jejak Nabi dapat memiliki setitik kenabian.’

“Seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi sendiri, ‘Barangsiapa yang menolak hal-hal yang tidak berarti dari sesuatu yang haram, (maka dia) telah mencapai tingkat kenabian.’ Nabi juga berkata, ‘Mimpi yang benar adalah satu perempat puluh dari kenabian.”

 

Wallahu a’lam bishshawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button