HALAL

Berkunjung ke Malaysia (6) : Sambangi IAMM, Museum Seni Islam Terbesar di Asia Tenggara

ASSAJIDIN.COM — Boleh jadi sebagian dari kita belum tahu apalagi mengenal dekat Museum Seni Islam di Malaysia ini.

Mengutip Detik.com, museum seni Islam terbesar di Asia Tenggara yaitu Islamic Arts Museum Malaysia (IAMM) ini berlokasi di Jl. Lembah, Tasik Perdana, 50480 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia.

Lokasi yang strategis karena berada di pusat Kuala Lumpur yang tentunya bikin kita mudah untuk datang ke sini.

Untuk bisa sampai tempat yang dituju, kamu bisa memakai beberapa transportasi umum seperti LRT, bus atau taksi.

Textiles Gallery. (Foto : IAMM)

IAMM juga berdekatan dengan Masjid Negara. Masuk ke sini kamu bakal disuguhi bangunan yang menawan. Tampak depan sangat unik dan megah. Dinding bagian depan dipercantik dengan kaligrafi Arab berukuran besar berlatar belakang warna biru.

Masuk ke galeri yang ada di lantai 3, kamu bisa melihat beragam kolekasi benda yang merepresentasikan keragaman muslim dan budayanya. Galeri ini lldibagi menjadi tiga kategori.

Pertama adalah Galeri Arsitektur yang menyajikan miniatur-miniatur masjid dari belahan Asia Timur, Eropa, dan Afrika. Beberapa di antaranya adalah Masjidil Al Haram dan Masjid Nabawi. Miniatur-miniatur sangat detail menyerupai seperti aslinya.

Lalu ada Galeri Al-Quran dan Manuskrip menyajikan beragam koleksi Al-Quran dan manuskrip tua dari sejarah perkembangan Islam selama berabad-abad.

Selanjutnya ada Galeri Ottoman menyuguhkan benda-benda bersejarah peninggalan Turki Utsmani.

Untuk galeri di lantai 4, terdapat koleksi-koleksi keramik, logam, serta tekstil peninggalan peradaban Islam dari berbagai wilayah mulai dari Asia, Timur Tengah, hingga Turki.

Selain itu juga dinding berkisahkan sejarah dan budaya Palestina yang terlupakan.

Setelah puas menyisiri IAAM, kamu bisa belanja oleh-oleh. Di lantai dasar, ada toko museum yang menjual berbagai macam benda kerajinan dan suvenir khas Islamic Arts Museum Malaysia mulai dari tas, pakaian, perhiasan, buku-buku, sampai pernak-pernik mungil bercorak Islami.

Lihat Juga :  Rihlah ke Brunei (10-Habis) : Tengok Suasana Perkampungan, Serba Bersih dan Mewah 

Di seberang toko IAMM juga ada restoran yang nyaman. Pengunjung akan dimanjakan oleh musik khas Arab dan Persia serta latar belakang pemandangan air mancur taman.

Makanan-makanan yang ditawarkan di restoran ini pun tak cuma masakan Melayu, tapi juga masakan-masakan khas dan populer dari berbagai negara Timur Tengah, misalnya Lebanon, Maroko, Yordania, Palestina dan Mesir.

Selain fasilitas-fasilitas tersebut, Islamic Arts Museum Malaysia juga punya perpustakaan luas yang koleksinya kurang lebih 10.000 buku (termasuk buku langka), foto-foto, jurnal, dan naskah.

Perpustakaan ini juga menjadi pusat studi dan dokumentasi untuk penelitian naskah Melayu di Malaysia. Jadi bagi kamu yang mempunyai minat atau bahkan menggeluti studi naskah, IAMM bisa membantu kamu mengakses atau mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan.

 

IAMM. (Foto : Vovword.in)

Tips Pengunjung 

Mengutip detikTravel, berikut beberapa tips bagi pengunjung agar hasil dan kesan yang didapat lebih maksimal ketika mengunjungi museum.

1. Cari koleksi terbaik dan paling dicari

Biasanya museum-museum memiliki koleksi terbaik dan paling dicari oleh pengunjungnya. Melihat benda tersebut secara langsung pasti menjadi hal yang sangat seru.

Mencari informasi di internet sebelum berkunjung atau bertanya kepada tour guide seputar koleksi terbaik dapat menjadi pilihan untuk dapat menemukan dengan mudah.

Al Quran raksasa atau mini, barang-barang peninggalan ulama besar, biasanya menjadi koleksi yang berharga.

2. Mengambil foto dengan bijak

Benda-benda yang terdapat di dalam museum biasanya sudah berumur tua. Mengambil foto di museum Islam, sebaiknya dilakukan dengan bijak.

Ada baiknya untuk bertanya kepada pemandu apakah benda tersebut boleh difoto atau tidak. Ada beberapa barang yang aslinya milik kerajaan atau keraton yang disakralkan dan tidak difoto sembarangan.

Lihat Juga :  Kuliner Timur Tengah (8) : Kunafa Khas Qatar 

Kamu juga perlu menjaga jarak dengan benda agar tidak menyenggolnya. Sebaiknya tidak menggunakan lampu tambahan atau flash untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban.

3. Cek jam operasional museum

Pada saat bulan Ramadhan biasanya jam operasional tempat umum tidak buka dan tutup sepeti biasanya termasuk museum. Beberapa museum Islam di dunia mengubah jam operasional saat Ramadhan.

Cek terlebih dahulu jam operasional museum saat bulan Ramadhan agar tidak kecewa saat datang. Informasi dapat diperoleh di web resmi atau sumber-sumber lainnya, jika ingin lebih valid dapat menelepon museum yang ingin dituju.

4. Gunakan alas kaki yang nyaman

Berkunjung ke museum memang asyiknya berkeliling setiap sudutnya. Gunakanlah alas kaki yang nyaman untuk berkeliling dengan waktu yang cukup lama. Sepatu atau sandal yang empuk untuk berjalan bisa menjadi pilihan.

5. Nikmati waktu dan jangan buru-buru

Pergi berwisata ke museum seharusnya dinikmati dengan santai dan tidak terburu-buru. Banyak hal yang dapat dilihat sehingga memerlukan waktu yang fleksibel.

Sebaiknya datang di saat kamu memiliki banyak waktu atau di saat senggang dan tidak memiliki kesibukan agar dapat menikmati jalan-jalan di dalam museum.

6. Memperhatikan dengan detail

Banyak peninggalan sejarah di dalam museum Islam dapat menjadi input positif berupa pengetahuan baru dan menambah keimanan.

Oleh karena itu, perhatikanlah dengan detil koleksi di dalam museum. Baca baik-baik keterangannya, siapa tahu ada kisah teladan untuk kita jadikan contoh.

Selamat berwisata!

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button