TAFSIR & HADIST

Berbuat Baik kepada Orang Tua

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ

 حُسْنًا ۖ وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۚ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَQS

 (QS Al Ankabut 8)

 

ASSAJIDIN.COM — Menukil Tafsir.com, berikut tafsir ayat di atas :

– Tafsir Quraish Shihab

Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya.

Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.Dan Kami perintahkan manusia berbuat kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya) artinya perintah untuk berbuat baik, antara lain berbakti kepada kedua ibu-bapak.

(Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tentang hal itu kamu) yakni terhadap perbuatan musyrik itu (tidak mempunyai pengetahuan) untuk menyetujui dan menentangnya, dan hal itu tidak dapat dimengerti olehmu (maka janganlah kamu mengikuti keduanya) dalam kemusyrikannya.

(Hanya kepada-Ku-lah kembali kalian lalu Aku kabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan) maka Aku akan membalasnya kepada kalian.

– Tafsir Jalalayn

(Dan Kami perintahkan manusia berbuat kebaikan kepada lldua orang ibu-bapaknya) artinya perintah untuk berbuat baik, antara lain berbakti kepada kedua ibu-bapak.

(Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tentang hal itu kamu) yakni terhadap perbuatan musyrik itu (tidak mempunyai pengetahuan) untuk menyetujui dan menentangnya, dan hal itu tidak dapat dimengerti olehmu (maka janganlah kamu mengikuti keduanya) dalam kemusyrikannya.

(Hanya kepada-Ku-lah kembali kalian lalu Aku kabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan) maka Aku akan membalasnya kepada kalian.

Tafsir Kementerian Agama

Tafsir Kementerian Agama menjelaskan pada ayat ini, Allah memerintahkan manusia berbuat baik kepada orang tua yakni ibu dan bapak. Jalan berbuat baik itu adalah dengan memberi nafkah (belanja), memelihara, dan menghormati keduanya dengan penuh kasih sayang, kecuali apabila ibu dan bapak mengajak kepada perbuatan syirik.

Lihat Juga :  11 Inspirasi Cara Menjemput Hidayah

 

Batas Berbuat Baik

Jadi, batas berbuat baik kepada orang tua itu adalah sepanjang hal-hal yang diperintahkan tidak menyangkut kepada perbuatan yang mengandung unsur syirik.

Dalam ayat lain disebutkan juga, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS Al-Isra’: 23)

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhoi, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang Muslim.” (QS Al-Ahqaf:15)

Untuk memperoleh pengertian yang menyeluruh dari arti yang didapat pada ayat di atas, bisa diperhatikan keterangan Allah SWT dalam ayat ini.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. 

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Luqman: 14-15)

Lihat Juga :  Adab Bertetangga

Mengenai larangan taat kepada makhluk dalam berbuat maksiat disebutkan dalam hadis sahih. “Tidak boleh taat kepada makhluk (manusia) dalam mendurhakai Tuhan (Khaliq).” (Riwayat Ahmad dari Ali bin Abi Thalib)

Maksud perkataan “sesuatu yang tidak engkau ketahui” dalam ayat tersebut ialah tidak adanya pengetahuan tentang soal-soal ketuhanan atau ilahiyah.

Dengan kata lain tidak dibenarkan taat mengikuti seseorang sepanjang tidak diketahui tentang soal yang diikuti itu. Oleh sebab itu, tidak boleh mencontoh sesuatu yang sudah jelas kekeliruannya.

Selanjutnya, seperti dinukil dari iqra.republika.id, dikatakan semua manusia akan kembali kepada Allah pada hari Kiamat, baik yang kafir maupun yang mukmin, baik yang berbuat baik kepada orang tuanya maupun yang durhaka.

Semua amal yang dikerjakan di dunia akan dibalas oleh Allah. Mereka yang berbuat baik dibalas dengan kebaikan, dan yang berbuat jahat dibalas dengan kejahatan pula.

 

Alasan Berbakti

Melansir KapanLagi yang dikutip Liputan6.com, berikut alasan mengapa kita harus berbakti kepada orang tua dalam Islam:

– Jalan terkabulnya doa kepada Allah SWT

– Lebih utama dari jihad (berjuang di jalan Allah)

– Karakteristik dasar para Nabi

– Menjadi kunci untuk masuk surga

– Kebaikan yang menghapus dosa-dosa besar

– Melahirkan berkah rezeki dan memanjangkan umur

– Orang yang berbakti kepada kedua orang tua doa-doanya dikabulkan (diterima) Allah SWT

– Orang yang berbakti kepada kedua orang tua dalam naungan kasih sayang Allah SWT

– Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, dan kemarahan Allah terletak pada kemarahan orang tua.

– Barang siapa yang berbakti kepada orang tuanya, kelak anak-anaknya akan berbakti kepadanya.

Wallahu a’lam.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button