KAJIAN

Hubungan Agama dan Pancasila

Oleh : Albar Santosa

ASSAJIDIN.COM — Tulisan ingin mengaitkan antara ” Agama Dan Pancasila, sudah terpikirkan oleh penulis setidak tidaknya dari nuansa historis pada saat kita nanti akan memperingati apa yang kita kenal dengan PIAGAM JAKARTA ( 22 Juni 1945).

Namun seketika membuka berita di media sosial yaitu Detik. News ( Senin 10 Juni 2024) terbaca dengan judul Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) keluarkan sikap dan rekomendasi soal salam lintas agama.

Memang sudah kita ketahui bersama bahwa ada Fatwa Salam Lintas Agama yang ditetapkan melalui Forum Ijtima” Ulama Komisi Fatwa se Indonesia.
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila menilai terbitnya hasil Ijtima” tersebut bisa berpotensi merusak kemajemukan warga negara. Sehingga negara tidak boleh tunduk kepada hasil Ijtima” yang menyebabkan terjadinya eklusifitas dalam kehidupan bernegara dan berbangsa ( tulis BPIP).

Kita tidak akan memasuki medan atau zone polemik tersebut.
Kita hanya ingin menurunkan apa hubungan antara agama dan Pancasila dari sisi yang lain.
Sebagai agama yang ditujukan kepada seluruh umat, Islam adalah agama universal. Ajaran ajaran nya bersifat menyeluruh, meliputi aspek aspek: aqidah, ibadat, akhlak dan muamalah atau kemasyarakatan.

Aspek aqidah bertumpu pada ajaran tauhid, bahwa hanya Allah sajalah yang berhak diyakini sebagai Tuhan.
Aspek ibadat bertumpu pada ajaran bahwa jin dan manusia diciptakan Allah agar mereka beribadah kepada Nya. Beribadah adalah tunduk dan taat dan patuh atas dasar cinta kepada Nya dalam menjalani hidup di dunia ini.Ibadah terdiri dari ibadah mahdhah dan ibadah umum ialah melaksanakan hidup sesuai ajaran Allah dan Rasulnya.

Aspek akhlak mengajarkan agar manusia bertingkah laku dalam menjalani hidup di dunia ini berpedoman kepada nilai nilai baik dan buruk yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-nya. Nilai nilai baik dan buruk adalah mutlak, tidak bergantung kepada situasi dan kondisi yang sifatnya relatif.
Aspek mu’amalat mengajarkan manusia melakukan hubungan antara sesama manusia dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Lihat Juga :  Lafadz Takbiran dalam Shalat Idul Adha

Ajaran ajaran Islam yang bersifat menyeluruh itu merupakan Rahmat Allah kepada umat manusia. Tata kehidupan manusia demikian tertib diberikan pedoman pedomannya dalam Islam, sehingga pada tempatnya lah jika Islam dinyatakan sebagai agama Rahmat bagi semesta alam, sejalan dengan penegasan Al Qur’an ( 21: 107). Bahwa Nabi Muhammad Saw diutus Allah menjadi Rahmat bagi semesta alam.

Pancasila adalah Philosofische groundslag ( dasar falsafah) negara Republik Indonesia yang terdiri dari sila sila: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan perwakilan/perwakilan dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rumusan tersebut termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945, alinea 4 yang telah mendapat pengesahan dalam rapat pleno Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam rangka mengesahkan UUD 1945.
Rumusan Pancasila sebagaimana disebutkan di dalam Pembukaan UUD 1945 itu bersumber dari rumusan yang termaktub di dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945, setelah mengalami perbaikan perbaikan beberapa saat sebelum rapat pleno PPKI dimulai.

Pancasila sebagai Philosofische groundslag negara Indonesia merupakan pondasi, filsafat, pikiran yang sedalam dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia yang kekal abadi ( pidato lahirnya Pancasila)
Pancasila adalah dasar dan ideologi negara yang berfungsi juga sebagai suatu dasar moral dan ikatan moral bagi seluruh bangsa Indonesia dalam bernegara dan bermasyarakat ( Roeslan Abdulgani, 1977, dalam Ahmad Azhar Basyir, 1985 Universitas Islam Indonesia Yogyakarta).

Dari uraian di atas diperoleh kepastian bahwa agama Islam berasal dari Wahyu Allah yang sampai kepada nabinya, untuk diajarkan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup yang akan mendatangkan kesejahteraan dunia dan akhirat, sedang Pancasila bersumber pada pikiran manusia yang menjadi konsensus nasional sebagai ideologi dan dasar filosofis negara. Dengan demikian dapat terlihat dengan jelas bahwa agama Islam bersumber dari Allah dan Pancasila bersumber pada pikiran manusia.

Lihat Juga :  Jangan Pilih Kasih Anak Laki-laki dan Perempuan

Sebagai penutup tulisan ini , akan dikutip sebagian isi pidato bung Karno 1 Juni 1945 yang mengupas perinsip Ketuhanan.
……… Bukan saja bangsa Indonesia ber Tuhan, tetapi masing masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhan nya sendiri. Yang Kristen menyembah Tuhan petunjuk Isa Al Masih, yang Islam menyembah Tuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad Saw, orang Budha menjalankan ibadahnya menurut kitab kitab yang ada pada nya…..

Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap tiap orang nya dapat menyembah Tuhan nya dengan cara yang leluasa.
Dan kita tutup juga dengan isi pidato kenegaraan Presiden Soeharto 16 Agustus 1983.
Mengawali pidato nya masalah kita ialah antara agama Islam yang bersumber dari Allah dan Pancasila bersumber dari manusia, terdapat lah kesesuaian ditinjau dari nilai nilai yang terkandung di dalamnya.
…… …………. karena itu walaupun fungsi dan peranan Pancasila dan Agama berbeda, namun dalam negara Pancasila ini kita menjadi pengamal agama yang taat sekaligus pengamal Pancasila yang baik.

Karena itu jangan sekali kali ada yang mempertentangkan agama dan Pancasila karena keduanya memang tidak bertentangan.
Untuk mengkaji keduanya akan terbukti kebenarannya, jika akan dilakukan pengkajian terhadap sila sila Pancasila, sila pertama sila dan secara langsung dihadapkan kepada ajaran Islam.

Ini yang dimaksudkan oleh bung Karno Ketuhanan Yang berkebudayaan, Ketuhanan yang berbudi pekerti yang luhur, Ketuhanan yang hormat menghormati satu sama lain.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button