HALAL

Melancong ke Belanda (3) : Menelusuri Kanal Amsterdam yang Mendunia

KAMI tak akan ada di kartu-kartu pos yang

Dipajang di toko sovenir di Amsterdam. Seperti merpati,

dan jalak, juga camar di atas papan nama dermaga. Kami

tak pernah punya masalah dengan kota ini. Kota yang tak

pernah ingin sempurna ini. Kami hanya ikut bertahan dan

menjadi apa adanya. Dan itu memang bukan segalanya.

 

Amsterdam, adalah liuk suara saksopon pada sebuah

komposisi jazz yang lekas. Kami adalah nada kosong

ketika kota kehabisan napas. Amsterdam adalah lalu-

lalang sepeda, dan padanya kau belajar tentang ketekunan

menerbitkan harapan. Nanti kau akan putuskan kau telah

lulus sebagai apa., di sebuah museum tak berpenjaga.

Hasan Aspahani (narakata.id)

 

 

ASSAJIDIN.COM — Boleh percaya boleh tidak, salah satu kota yang wajib untuk kamu kunjungi ketika berada di Belanda adalah Amsterdam.

Kenapa demikian?

Karena ada banyak sekali destinasi wisata menarik yang bisa kamu pilih selama berada di kota ini.

Salah satu alternatif wisata yang populer dan banyak diminati oleh para turis di kota ini adalah wisata kanal Amsterdam.

Sebagai salah satu kota yang memiliki ketinggian di bawah permukaan air laut, Amsterdam tentunya sangat memerlukan pengaturan air yang tepat.

Jadi tidaklah mengherankan jika hampir seperempat bagian dari kota ini merupakan kanal dan saluran air dengan panjang lebih dari 100 km.

Kanal-kanal ini kemudian berkembang menjadi tempat wisata yang menyenangkan bagi para turis yang berkunjung kesini.

 

Foto : Klook

 

Sejarah KanalĀ 

Kanal Amsterdam dimulai pada abad ke-17. Saat itu, pada tahun 1850, masyarakat di Kota Amsterdam mengalami krisis tempat tinggal yang cukup parah.

Hal itu menimbulkan suatu ide yang cukup fantastis yaitu hidup di atas air. Solusi itu pun bisa terlaksana dan bisa kamu temukan hingga saat ini di Kota Amsterdam.

Ada sedikitnya 2500 rumah perahu yang kini ada di Amsterdam. Total terdapat 165 kanal dengan panjang lebih dari 100 km yang bisa kamilu temukan di Kota Amsterdam.

Kanal-kanal ii menjadi salah satu kebanggaan bagi Kota Amsterdam. Tak heran jika kemudian negara mendaftarkannya ke UNESCO karena memiliki nilai budaya yang tinggi.

 

Bridge of 15 Bridges. (Foto : Flickr)

 

Warisan Budaya DuniaĀ 

Akhirnya, hal tersebut bisa terwujud saat UNESCO meresmikan kanal di Kota Amsterdam sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Terdapat sekitar 1500 jembatan dan 1500 bangunan monumental yang bisa kamu lihat selama berwisata di kanal Amsterdam.

Oleh karena itu, kamu harus memasukkan kanal Amsterdam sebagai salah satu daftar tempat yang harus dikunjungi.

Adanya kanal indah di kota ini membuat Amsterdam dijuluki sebagai Venesia dari utara. Terdiri atas tiga cincin saluran air yang berbentuk setengah lingkaran dan kemudian dibagi dua oleh kanal-kanal kecil yang memancar dari arah tengah.

Hal tersebut membuat kanal terbagi menjadi sekitar 90 pulau yang dihubungkan dengan jembatan-jembatan.

 

Kanal di Amsterdam yang menakjubkan. (Foto : Travel Kompas)

 

Wisata KanalĀ 

Ada banyak kanal yang bisa kamu temukan di Amsterdam. Hal itu membuat banyak orang tertarik untuk melakukan wisata kanal agar bisa melihat pemandangan kota yang indah dan memukau.

Jika kamu amat tertarik untuk melakukan wisata kanal, maka kamu harus datang ke lokasi berkumpul untuk bisa masuk naik kanal tersebut.

Salah satu tempat berkumpul untuk bisa melakukan wisata kanal Amsterdam adalah Prins Hendrikkade 25, 1012 TM Amsterdam.

Lokasi tersebut bisa kamu capai dengan mudah dan cukup strategis lho. Kamu hanya perlu menemukan Amsterdam Central Station lalu berjalan selama 3 menit hingga sampai ke lokasi tempat berkumpul untuk wisata kanal Amsterdam.

Biasanya, para wisatawan bisa naik cruise. Tapi jika kamu ingin mendapatkan kesan romantis, pilihlah untuk naik cruise pada malam hari. Nuansa indah pada malam hari bisa menimbulkan kesan romantis terutama bagi kamu yang sedang bersama pasangan.

Lihat Juga :  Wisata Religi di Surabaya (5) : Uniknya Kampung Santri Ndresmo, Jadi Lokasi Para Kiai Atur Strategi Perang Lawan Kolonial Belanda

Namun, jika ingin melihat pemandangan kota Amsterdam dengan jelas, kamu bisa memilih melakukan wisata kanal ini pada siang atau sore hari.

Jam Buka

Hal lain yang perlu kamu ketahui mengenai kanal Amsterdam adalah jam buka wisata ini. Pada dasarnya, kamu bisa menaiki kanal ini jam berapa pun tergantung dari tiket yang dibeli.

Oleh karena itu, wisata ini sangat direkomendasikan untuk kamu yang sedang berada di Kota Amsterdam. Cara penukaran tiket wisata pun bisa dilakukan dengan mudah lho.

Loket penukaran tiket untuk wisata kanal ini bisa ditemukan dengan sangat mudah. Kamu tidak perlu kebingungan lagi ketika hendak menukarkan tiket yang sudah dibeli secara online maupun offline.

Kamu bisa melakukan wisata kanal sesuai dengan waktu yang kamu inginkan. Bisa pagi, siang atau malam hari.

 

Museum Keju. (Foto : Travel Tempo.co)

 

Tempat TerkenalĀ 

Mengutip Blibli.com, ada banyak tempat terkenal di sekitar Kanal Amsterdam.

Penasaran apa saja tempat terkenal itu, mari kita simak informasinya berikut ini.

1. Museum Keju Amsterdam

Para pecinta keju wajib banget untuk mampir ke museum keju yang ada di Amsterdam. Lokasi museum ini cukup dekat dengan wisata kanal, sehingga kamu bisa mengunjungi kedua tempat ini sekaligus.

Di sini kamu bisa menemukan berbagai jenis keju yang unik dan menarik karena Belanda adalah salah satu negara produsen keju di dunia.

Kamu bisa menemukan berbagai hal menarik jika berkunjung ke Museum Keju Amsterdam seperti toko yang menjual berbagai jenis keju terkenal di dunia, proses pembuatan keju Gouda, perkakas jadul untuk membuat keju, dan berbagai hal menarik lainnya.

2. Museum Tulip

Jika kamu berada di Amsterdam, museum tulip merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Pasalnya, museum tulip mampu memberikan pengalaman unik dengan pengetahuan mengenai bunga tulip yang seru untuk disimak.

Di Museum tulip, pengunjung akan diajak untuk mengetahui bagaimana sejarah. Berbagai koleksi foto, video, dan pemandangan yang dirancang dengan indah, sehingga para pengunjung akan merasa senang selama berada di museum tulip ini.

3. Rumah Tua Anne Frank

Bagi kamu yang menyukai tempat-tempat bersejarah, maka kamu wajib datang ke Rumah Tua Anne Frank. Di museum ini, kamu bisa melihat rumah dari korban dari Perang Dunia II saat Nazi membinasakan orang Yahudi.

Museum yang dulunya merupakan rumah dari Anne Frank ini menjadi saksi bagaimana keresahan dan ketakutan dari keluarga Frank.

Mengunjungi museum bersejarah seperti ini dapat menambah pengetahuanmu mengenai hal-hal apa saja yang pernah terjadi di masa lampau.

Oleh karena itu, berwisata ke Rumah Tua Anne Frank ini bisa jadi pilihan yang bisa kamu kunjungi selama berada di Kota Amsterdam.

4. Museum Van Loon

Salah satu tempat wisata populer yang dekat dengan wisata kanal Amsterdam adalah Museum Van Loon.

Tempat ini pertama kali didirikan pada tahun 1672 dan merupakan rumah dari seniman Ferdinand Bol. Pada tahun 1884 sampai dengan 1945, rumah tersebut ditinggali oleh keluarga dari Thora van Loon-Egidius yang merupakan dayang Wilhelmina dari Belanda.

Disini kamu bisa menemukan banyak hal menarik di museum ini seperti desain bangunan yang khas abad ke 18, lukisan tokoh Romawi, dan berbagai hal menarik lainnya. Oleh karena itu, kamu harus berkunjung ke museum ini jika sedang berada di Kota Amsterdam.

5. Bridge of 15 Bridges

Salah satu tempat indah yang berada tak jauh dari kanal-kanal di Amsterdam adalah Bridge of 15 Bridges.

Tempat indah ini mampu menyuguhkan pemandangan menarik yang mampu membuat kamu berdecak kagum.

Kamu bisa mendapatkan hasil foto yang bagus dan keren jika datang ke Bridge of 15 Bridges ini yang harus kamu abadikan melalui jepretan kamera.

6. Gereja Tua Westerkerk

Lihat Juga :  Melancong ke Belanda (5) : Lima Kampus Terbaik Times Higher Education's World University Rankings 2024

Tempat terkenal lain yang dekat dengan wisata kanal di Amsterdam adalah gereja tua Westerkerk. Lokasi gereja ini tepat berada di tepi kanal Prinsengracht.

Jadi, lokasi gereja tua ini cukup strategis dan mudah dicapai ketika kamu sedang berada di kanal tersebut.

Kamu bisa melihat keindahan bangunan gereja ini yang menjulang tinggi dan sangat megah.

 

Foto : Zoom.ni

 

Westermoskee Aya Sofya

Selama di Amsterdam, kamu bisa dengan leluasa singgah di Piri Reisplein. Di sini ada sebuah masjid yang menjadi kebanggaan Muslimin setempat, yakni Masjid Barat atau Westermoskee Aya Sofya.

Seperti tampak dari namanya, rumah ibadah tersebut memadukan antara unsur kebudayaan Barat (western) dan Turki Utsmaniyah, yang memiliki bangunan ikonik Masjid Hagia Sophia atau Aya Sofya di Istanbul, Republik Turki.

Masjid di tepi kanal itu merupakan hasil karya dua orang arsitek, Marc dan Nada Breitman. Mereka terkenal sebagai perancang bangunan berkarakteristik tradisional dan neoklasikal.

Pada 2018 lalu, warga negara Prancis tersebut berhasil menyabet penghargaan Driehaus Prize.

Tidak seperti, umpamanya, Masjid Fatih Amsterdam yang berasal dari konstruksi bekas gereja, sejak awal pembangunannya Westermoskee Aya Sofya dirancang untuk sebuah masjid.

Alhasil, kedua arsitek tersebut dapat lebih bebas dalam menampilkan kekhasan Islam pada bangunan tersebut. Mereka pun terbilang sukses dalam memadukan unsur-unsur kebudayaan Barat dan Utsmaniyah pada karyanya.

Mengutip Republika.id, lahan yang menjadi tempat berdirinya Westermoskee awalnya dibeli pemerintah Turki.

Selanjutnya, tanah tersebut dijual kepada Pemerintah Kota Amsterdam dalam konteks kerja sama kebudayaan. Uang yang diperoleh dari hasil penjualan tersebut lantas dialokasikan untuk membangun masjid ini.

Pengerjaannya dimulai pada 2013 dan selesai kira-kira dua tahun kemudian. Barulah pada 1 April 2016, tempat ibadah berdaya tampung 1.700 orang itu dibuka untuk umum.

Langkah pemerintah Turki untuk memudahkan masyarakat Belanda, khususnya Amsterdam, agar memiliki sebuah masjid disambut hangat.

Mengutip dari laman Facebook resmi Dewan Takmir Westermoskee Aya Sofya, setidaknya sejak 1993 komunitas Muslim setempat sudah mendambakan sebuah tempat ibadah sebagai fasilitas umum.

Maka, begitu mendengar otoritas Turki membeli sebidang lahan dengan luas 800 meter persegi di Amsterdam, mereka mendukungnya penuh.

Bahkan, banyak pula yang menjual aset pribadinya untuk kemudian hasilnya disumbang demi pembangunan masjid ini.

Begitu pula dengan para remaja dan anak-anak yang menyumbangkan celengan mereka dengan harapan berdirinya sebuah masjid. Dan, pada 2016 impian kolektif itu akhirnya menjadi kenyataan.

Westermoskee Aya Sofya merupakan satu-satunya masjid di Benua Eropa dengan gaya arsitektur Turki Utsmaniyah.

Lokasinya sangat strategis karena berada persis di jantung kota Amsterdam. Bukan hanya komunitas Muslimin setempat yang membanggakannya.

Umumnya, masyarakat Amsterdam memandang masjid tersebut sebagai sebuah bangunan dengan corak arsitektur yang khas dan indah.

Masjid terbesar di seluruh Negeri Kincir Angin itu memiliki menara yang menjulang setinggi 42 meter. Bentuknya yang menyerupai sebuah pensil raksasa menunjukkan kekhasan seni bangunan Turki Utsmaniyah.

Ada pula kubah besar dengan tinggi hingga 25 meter. Di dekatnya, yakni sisi yang menghadap kanal, terdapat sembilan kubah berukuran lebih kecil. Itu semua berbaris rapi di atas pilar-pilar yang menjadi penyangga atap aula depan.

Adapun sisi yang menghadap arah barat laut memiliki tujuh kubah kecil pada bagian atapnya. Di setiap sudut bangunan utama ada empat buah bentuk semi-kubah.

Karena terinspirasi dari arsitektur Utsmaniyah, perancangnya menambahkan 10 rumah burung merpati pos pada sisi timur laut masjid tersebut sebagai tempat hewan itu singgah sebelum terbang.

Westermoskee Aya Sofya tidak hanya menjadi tempat ibadah rutin, tetapi juga pusat kegiatan Islam di Amsterdam.

Warga Muslimin setempat memakmurkannya dengan berbagai kegiatan sosial dan pendidikan, semisal donasi, belajar membaca Al Quran, atau acara-acara open-mosque day.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button