Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

INTERNASIONAL

Israel Musuh Kami (1) : Agen Mossad Ditangkap di Malaysia, Ancaman Bagi Kedamaian Asia Tenggara 

ASSAJIDIN.COM — Seperti kita ketahui belum lama ini pihak Kepolisian Malaysia berhasil menangkap seorang warga negara Israel yang diduga agen Mossad.

Foto : Wartadigital.id

 

Kepolisian Malaysia menyatakan bahwa pengamanan akan diperketat, terutama untuk Raja Malaysia Sultan Ibrahim dan Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Sabtu (30/3/2024), Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Razarudin Husain, mengatakan bahwa penangkapan seorang pria Israel, yang dicurigai polisi sebagai agen intelijen Israel Mossad, telah membuat pihaknya dalam keadaan siaga tinggi.

Kepada awak media, Razarudin mengatakan tersangka mengklaim dirinya datang ke Malaysia untuk membunuh sesama warga Israel karena perselisihan keluarga, namun pihak kepolisian tidak ingin mengambil risiko.

“Dengan situasi di Palestina dan Israel, kita perlu berhati-hati dalam hal keamanan,” ucap Razarudin saat berbicara kepada wartawan setempat usai penangkapan warga negara Israel di Malaysia.

“Termasuk keamanan Yang Mulia Sultan Ibrahim, Raja Malaysia, dan Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim serta para pejabat lainnya,” ujarnya.

Foto : Detik.com

Sangat Vokal

Diketahui bahwa Anwar sangat vokal dalam mengecam kekejaman Israel terhadap Palestina.

Tahun lalu, Kepolisian Malaysia menyatakan pihaknya meningkatkan pengamanan sang PM karena masalah tersebut.

Pria Israel yang identitasnya tidak diungkap ke publik tersebut ditangkap oleh tim Kepolisian Diraja Malaysia dan tim Departemen Investigasi Kriminal (CID) Kepolisian Kuala Lumpur di sebuah hotel di Jalan Ampang, Kuala Lumpur, pada 27 Maret lalu.

Foto : Kompas.com

Sita Pistol

Kepolisian Malaysia menyita enam pistol dan 200 butir peluru yang dibawa oleh pria Israel itu saat ditangkap.

“Yang mengkhawatirkan di sini adalah penangkapan itu terjadi selama konflik Palestina-Israel yang sedang berlangsung, dan kami mewaspadai keselamatan PM, Raja, dan VVIP lainnya yang keselamatannya harus kami pertimbangkan,” kata Razarudin seperti dilansir Malay Mail.

Diungkapkan juga oleh Razarudin bahwa saat diinterogasi polisi, pria Israel itu mengakui dirinya memiliki misi untuk membunuh sesama warga Israel di Malaysia karena perselisihan keluarga.

Namun Kepolisian Malaysia tidak mempercayai begitu saja pengakuan pria Israel itu.

Kepolisian Malaysia sedang menyelidiki apakah pria Israel itu merupakan anggota badan intelijen Israel, Mossad.

“Kami tidak mempercayai kata-katanya dan tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa dia memiliki agenda lainnya,” ucap Razarudin.

Lihat Juga :  Berita Foto : Insiden Anti-Muslim dan Palestina di AS melonjak Hingga 70 Persen 

 

Foto : Infokomputer

 

Mata Uang Kripto

Razarudin mengatakan pria Israel itu memasuki Malaysia pada 12 Maret lalu dengan penerbangan dari Uni Emirat Arab.

Namun, menurut Razarudin, senjata api itu tidak dibawa masuk ke Malaysia, melainkan dibeli saat pria Israel itu sudah berada di wilayah Malaysia.

Pembelian senjata-senjata api itu dilakukan dengan menggunakan mata uang Kripto.

“Kami sekarang sedang menyelidiki bagaimana senjata-senjata itu diselundupkan ke negara ini dan siapa yang menerima pembayaran untuk itu,” ujarnya.

“Kami meyakini tersangka tidak bertindak sendirian dan memiliki kontak lokal di sini yang belum kami pastikan identitasnya,” imbuh Razarudin.

 

Foto : BBC

 

Profil Mossad

Mossad adalah salah satu entitas utama dalam Komunitas Intelijen Israel, bersama dengan Aman (intelijen militer) dan Shin Bet (keamanan internal).

Mossad bertanggung jawab atas pengumpulan intelijen, operasi rahasia. Direkturnya bertanggung jawab langsung dan hanya kepada Perdana Menteri.

Mengutip Britannica, Mossad atau Mossad Merkazi le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim adalah salah satu dari tiga badan intelijen utama Israel.

Selain Mossad, Israel juga memiliki Aman (intelijen militer) dan Shin Bet (keamanan dalam negeri).

Mossad bertanggung jawab dalam pengumpulan intelijen luar negeri, analisis intelijen, dan pelaksanaan operasi rahasia.

Mossad dirintis pada Desember 1949 dengan nama Institut untuk Koordinasi. Mossad adalah penerus dari divisi intelijen Haganah yang merupakan kekuatan militer Yahudi di Palestina berkat mandat Inggris.

Mossad kemudian resmi didirikan pada April 1951 dan Reuven Shiloah ditunjuk sebagai direktur pertamanya kala itu.

Shiloah sebelumnya terlibat dalam operasi khusus dan diplomasi rahasia sebelum pembentukan negara Israel.

Shiloah kemudian pensiun pada tahun 1952 dan digantikan oleh Isser Harel, yang sebelumnya memimpin Shin Bet.

Saat memimpin Mossad selama 11 tahun, tepatnya sejak 1952 hingga 1963, Harel diakui memiliki peranan penting dalam dalam mengembangkan Mossad.

Badan Intelijen Israel itu kemudian menjelma menjadi organisasi yang sangat profesional dan mampu melaksanakan operasi di seluruh dunia.

Foto : Tribun Jogja

 

Operasi Terkenal Mossad

Salah satu operasi terkenal Mossad yaitu penangkapan mantan jenderal NAZI yang bertanggung jawab atas pembantaian (Holocaust) Yaudhi, Adolf Eichmann, di Argentina pada tahun 1960.

Mantan anak buah Adolf Hitler itu kemudian diadili atas kejahatan perang dan tewas karena hukuman gantung Israel di Tel Aviv pada 31 Mei 1962.

Lihat Juga :  Destinasi Wisata UEA (8) : Khorfakkan, Sajikan Spot Pilihan Saat Liburan 

Mossad memiliki banyak agen rahasia Israel yang beroperasi di negara-negara Arab dan lainnya. Salah satu yang paling terkenal adalah Eli Cohen, seorang Yahudi yang lahir di Mesir.

Cohen merupakan agen rahasia Israel yang berhasil menyusup ke peringkat tertinggi pemerintah Suriah dengan menyamar sebagai pengusaha Suriah. Ia akhirnya tertangkap dan dieksekusi pada tahun 1965.

Mossad dan agen-agennya telah berhasil melaksanakan sejumlah operasi rahasia untuk melawan musuh-musuh Israel dan mantan penjahat perang NAZI yang tinggal di luar negeri.

Mossad juga pernah melacak dan membunuh pemimpin gerilyawan Arab yang bertanggung jawab atas pembantaian atlet Israel di Olimpiade Munich tahun 1972.

Selain itu, Mossad juga terkait dengan beberapa pembunuhan pemimpin Palestina di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara.

 

       Foto : Tribun Jambi

Membantu Sekutu

Dikutip dari Jewish Virtual Library, Mossad juga turut berperan dalam menghalangi serangan teroris di negara-negara lain.

Sebagai contoh, pada bulan Agustus 2001, Mossad memberitahu FBI dan CIA bahwa sebanyak 200 teroris telah menyusup ke Amerika Serikat dan merencanakan “serangan besar-besaran di Amerika Serikat.”

Pada Juli 2018, Mossad membantu menggagalkan rencana teror yang didukung oleh Iran di Paris dengan memberikan informasi kepada pejabat keamanan di Jerman, Prancis, dan Belgia.

Tiga tersangka, termasuk seorang diplomat Iran, kemudian ditangkap karena merencanakan untuk meledakkan acara unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Dewan Nasional Perlawanan Iran.

Kejadian ini terjadi hanya beberapa bulan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberitahu pertemuan duta besar NATO bahwa intelijen Israel telah membantu menggagalkan puluhan serangan teror besar di seluruh Eropa.

Europol, badan kepolisian Eropa, selanjutnya menandatangani perjanjian kerja sama dengan Israel, yang merupakan kerja sama pertama mereka dengan negara di luar Eropa dalam upaya melawan kejahatan dan terorisme.

Mossad berkolaborasi dengan perusahaan modal ventura Sequoia Capital pada bulan Juni 2017 untuk meluncurkan dana inovasi teknologi baru yang diberi nama Libertad.

Tujuan proyek ini adalah untuk memanfaatkan lingkungan start-up di Israel dan memastikan bahwa Mossad dan IDF tetap unggul dalam hal teknologi terhadap musuh-musuh mereka. (Dari berbagai sumber)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button