KELUARGA

Menanamkan Kembali Arti Sikap Kejujuran

AsSAJIDIN.COM — Di dalam kitab suci Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, mengandung banyak isi dan nilai-nilai tentang kehidupan. Seperti salah satunya kejujuran yang terdapat dalam surat At Taubah ayat 119.

Kejujuran merupakan suatu nilai yang bermakna besar karena saat ini banyak orang yang mengabaikan hal tersebut. Terlebih kepada mereka yang memiliki jabatan atau sebagai pemimpin/khalifah. Sikap jujur menjadi sifat yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin, namun seperti hilang saat ini. “Kita bisa mencontoh seorang pemimpin kita yakni Nabi Muhammad SAW. Dulu beliau sudah ditanamkan sifat jujur, sifat itu menjadi sumber dari sikap amanah atau dapat dipercaya. Sikap-sikap mulia itu terkandung dalam QS. An Nisa ayat 58-59, yang menjelaskan tentang sifat jujur, amanah dan keadilan, serta anjuran mentaati pemimpin. Maka dari itu sifat kejujuran merupakan suatu nilai yang sangat bermakna,” papar Wakil Rektor UMY Bidang Akademik ini dalam kultumnya.

Lihat Juga :  Ternyata Begini Cara Nabi Mandi

Orang yang jujur akan sangat mudah dipercaya, dan sosok yang harus kita teladani sekali lagi ialah Nabi Muhammad SAW. Beliau sudah ditempa dan diuji kejujurannya sejak masih kecil. Kita ingat kisahnya ketika beliau disuruh untuk menggembalakan beribu ekor kambing, dan ketika berdagang di pasar. Karena tempat-tempat yang memiliki kepentingan besar seperti itu mudah dihasut oleh syaitan untuk melalaikan nilai kejujuran.

Maka dari itu fenomena korupsi sudah bukan lagi menjadi barang baru yang kita temui sekarang ini. Orang akan mudah tergiur andaikan diiming-imingi oleh sejumlah uang yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya, yang ditujukan untuk mengabaikan norma dan nilai agama.

Lihat Juga :  Ciri-ciri Rumah yang Diberkahi Allah SWT

Sekarang fenomenanya adalah orang berkompetensi/berilmu tapi kejujurannya nol. Bahkan hampir semua lapisan masyarakat mengabaikan nilai kejujuran itu sendiri. Solusi yang tepat untuk menghindarkan kita pada sifat seperti itu adalah dengan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup. Terapkan kejujuran dimanapun berada, tanamkan sikap bahwa setiap apapun yang kita lakukan selalu diawasi oleh Allah SWT. (*/sumber: umy.ac.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button