MOZAIK ISLAM
Berinfak dan Salurkan Zakat ke Posyandu, Ada Tiga Golongan Orang yang tidak Meminta-minta tapi Perlu Dibantu

ASSAJIDIN.COM — Bingung ingin menyalurkan infak, shodaqoh dan zakat ke mana? Ketua Forum Kader Posyandu Indonesia (FKPI) Pusat H Baharuddin punya solusinya.
Ia mengatakan berbuat kebaikan itu banyak sekali selain posyandu, namun dalam perjalanan, lanjutnya, dirinya terus mempelajari untuk mencari ridho Allah melalui pedoman hidup Alquran Nur Karim untuk bisa berbuat baik kepada bangsa salah satunya yakni di posyandu.
“Mengapa posyandu?. Karena di posyandu inilah tempat berkumpulnya orang-orang miskin atau prasejahtera yang wajib untuk dibantu,” jelas H Baharuddin beberapa waktu lalu, yang tayang di chanel Youtube Tribun Sumsel.
Ia mengatakan orang miskin ini ada dua kategori yakni orang miskin yang meminta dan tidak meminta.
Yang meminta-minta itu banyak ada di jalanan. Mungkin sudah banyak orang yang memperhatikan mereka.
“Yang tidak meminta ini yang kadang terlupakan. Mereka itulah, balita, ibu hamil dan lansia. Dan mereka ini berkumpulnya dimana? Di Posyandu. Orang kaya tidak mungkin datang ke posyandu, pasti mereka ke dokter atau rumah sakit yang mahal. Umumnya yang datang ke posyandu masyarakat prasejahtera,” jelasnya.
Di Indonesia ini, kata dia ada sebanyak 300 ribu lebih posyandu, kalau disetiap posyandu saja ada 100 pesertanya artinya 30 juta yang ngumpul di posyandu.
“Karena itu kita gak perlu bingung atau jauh-jauh kasih sedekah, infaq cukup ke posyandu di dekat lingkungan anda,juga sudah sangat membantu,” ujarnya.
Baharudin mengatakan tak mudah memang mengajak masyarakat untuk bisa peduli dengan posyandu.
“Karena itu, ini menjadi tugas kami untuk mengedukasi seluruh lapisan masyarakat agar kedepan peduli posyandu karena di depan mata kita balita, ibu hamil dan lansia prasejahtera perlu dibantu,” bebernya.
Ia mengatakan untuk mengentaskan kemiskinan tidak perlu jauh-jauh cukup datang ke posyandu.
“Karena itu kita pelan-pelan mengedukasi masyarakat dengan memberikan contoh terlebih dahulu dengan action yang kita perbuat,” jelas dia.
Selama ini, lanjut di forum kader posyandu memberikan stimulan seperti pemberian kacang hijau, susu dan lain sebagainya.
“Dan juga kita memberdayakan kader-kader produktif ini misalnya membuat tanaman hidroponik hasilnya tiap bulan 20 persen bisa disumbangkan ke posyandu,” jelas dia.
Ia mengatakan para kader posyandu ini juga sangat berjasa karena mereka ini bekerja tanpa digaji.(*/sumber: tribunsumsel.com)
