KALAM

Mutiara Berkilau dari Imam Syafi’i tentang Cinta

ASSAJIDIN.COM — Imam Syafi’i merupakan salah seorang imam besar pendiri mazhab fiqih yang biasa disebut mahzab Syafi’i dengan pengikut yang tersebar di Asia Tenggara, sebagian Afrika dan Eropa.

Imam Syafi’i juga seorang sastrawan dan penyair besar yang disegani hingga saat ini. Kata-katanya yang penuh makna jadi panutan banyak orang. Termasuk kata bijak nya tentang cinta.

Berikut di antaranya …

1. Banyak orang yang mengatakan: mencintai wanita itu sangat menyiksa. Tapi, sebenarnya yang sangat menyiksa itu adalah: mencintai orang yang tidak mencintaimu.

2. Bagian dari bencana itu ketika engkau mencintai, sementara orang yang kau cintai tidak mencintaimu.

3. Mintalah bantuan kepada diam jika ingin bicara, mintalah bantuan kepada nalar jika ingin mengambil keputusan.

4. Adalah bencana saat kau mencintai orang yang tidak mencintaimu. Kau bersikeras menemuinya terus-menerus tanpa jeda, sementara ia berpaling darimu.

5. Adalah kesengsaraan saat kau mencintai seseorang dan orang yang kaucintai itu ternyata mencintai orang lain. Atau, saat kau ingin berbuat baik kepada seseorang, namun ia justru ingin mencelakaimu.

6. Rendah hati melahirkan cinta. Kanaah melahirkan kenyamanan.

Lihat Juga :  Subhanallah !!! Inilah yang Terjadi di Bumi Selama 24 Jam, yang Mungkin tidak Pernah Kamu Pikirkan Sebelumnya

7. Semoga Allah menguatkan kekuatanmu dan melemahkan kelemahanmu.

8. Akan dianugerahi rasa suka kepada tiga hal: bergaul ramah dengan sesama, tidak melakukan sesuatu secara terpaksa, dan mengikuti jalan tasawuf.

9. Hatiku merasa lega mengetahui bahwa apa yang telah ditakdirkan untukku tidak akan pernah luput dariku, dan apa yang telah luput dariku berarti memang tidak pernah ditakdirkan untukku.

10. Kemuliaan diri (marwah) itu rukunnya ada 4: Akhlak yang baik, dermawan, rendah hati dan taat beribadah.

11. Barangsiapa mengaku dapat menggabungkan dua cinta dalam hatinya, cinta kepada dunia dan sekaligus cinta kepada Allah, maka dia telah berdusta.

12. Jangan mencintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau dia berani meninggalkan Allah, apalagi meninggalkan kamu.

13. Engkau takkan mampu menyenangkan semua orang. Karena itu, cukup bagimu memperbaiki hubunganmu dengan Allah, dan jangan terlalu peduli dengan penilaian manusia.

14. Perbanyakkan menyebut Allah daripada menyebut makhluk. Perbanyakkan menyebut akhirat daripada menyebut dunia.

15. Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasapun serasa sempit.

16. Cukuplah Engkau bagiku. Dan cukuplah Engkau bagi hatiku. Jika aku memiliki keagungan, sesungguhnya itu berasal dari keagungan-Mu.

Lihat Juga :  Kasih Sayang Allah, Sejagad Raya

17. Bila cinta-Mu telah nyata padaku, aku tak peduli musibah apa pun yang menimpaku.

18. Bila kau bingung pada dua makna dan tak tahu mana yang salah dan mana yang benar. Maka hindari hawa nafsu. Sebab, nafsu menuntun jiwa kepada sesuatu yang tercela.

19. Andai saja kamu tahu bagaimana Allah menangani urusan-urusanmu, hatimu pasti akan luluh karena begitu mencintai-Nya.

20. Jangan terpesona dengan kehidupanmu di dunia sehingga meninggalkan kehidupan akhirat.

21. Jika pertemanan seseorang tidak memberimu manfaat maka jangan mengambil untung dengan memusuhinya.

22. Setiap permusuhan bisa diharapkan kembali membaik, kecuali permusuhan orang yang melakukannya karena dengki.

23. Perbanyaklah saudara semampu yang kaubisa. Mereka akan menjadi perut-perut dan punggung-punggung saat kau meminta bantuan. Seribu kawan tidaklah banyak. Seorang musuh barulah banyak.

24. Tanda sahabat sejati: ia menjadi sahabat dari orang yang bersahabat dengan sahabatnya.

25. Apabila kalian memiliki teman yang membantumu dalam ketaatan, maka genggam erat tangannya. Karena mendapatkan seorang sahabat itu sulit sedangkan berpisah darinya itu mudah.

 

Sumber : Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button