Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

DUNIA ISLAMINTERNASIONAL

Masjid Kami Masjid Al-Aqsha (2) : Sempat Roboh Diserbu Bangsa Babilonia

ASSAJIDIN.COMSiapa sesungguhnya pendiri Masjid Al-Aqsha?

 

ADA beberapa pendapat yang berbeda dari para ulama. Ulama Ibnu Katsir, Ath-Thabari, dan Al-Qurthubi misalnya.

Mereka menyebutkan Masjid Al-Aqsha pertama kali dibangun oleh malaikat atas perintah Allah SWT.

Namun, sebagian besar ulama juga meyakini bahwa sosok pertama yang membangun Masjid Al-Aqsha adalah Nabi Adam AS yang dilanjutkan oleh Nabi Ibrahim AS.

Setelah Nabi Ibrahim AS, Nabi Sulaiman AS membangun Masjid Al-Aqsha dengan bangunan yang besar, kuat, dan indah.

Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Amru bin Ash, Nabi SAW bersabda:

“Ketika Sulaiman bin Dawud selesai membangun Baitul Maqdis (dalam riwayat lain disebutkan: membangun masjid Baitul Maqdis), maka ia meminta tiga perkara kepada Allah SWT,

Yaitu keputusan hukum yang sejalan dengan keputusan Allah, kerajaan yang tidak selayaknya dimiliki seseorang sesudahnya, dan agar masjid ini tidak didatangi seseorang yang tidak menginginkan selain shalat di dalamnya, melainkan ia keluar dari dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan ibunya.

Kedua perkara yang pertama telah diberikan kepada Sulaiman, dan aku berharap ia juga diberikan yang ketiga.” (HR Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

Namun kemudian Masjid Al-Aqsha yang dibangun Nabi Sulaiman AS ini roboh setelah 370 tahun akibat diserbu bangsa Babilonia.pada 586 M.

Lihat Juga :  Jalan-jalan ke Jepang (6) : Mengenang Hiroshima dan Nagasaki 

 

Pintu Utama Masjid Al-Aqsha. (Foto : IST)

Khalifah Kedua

Di sisi lain, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Masjid Al-Aqsha pertama kali dibangun oleh khalifah kedua Islam, Umar bin Khattab setelah kedatangannya ke Yerusalem.

Mengutip laporan Middle East Eye, Masjid Al-Aqsha mengalami banyak renovasi dan perluasan. Hal ini termasuk saat era Dinasti Ummayah, Abbasiyah, dan Kekaisaran Ottoman.

Melansir dari The Times of Israel, tentara Muslim awalnya muncul di sekitar Yerusalem pada 637 Masehi.

Saat itu, sosok yang bertanggung jawab atas Yerusalem adalah wakil pemerintah Bizantium, Patriark Sophronius dan pemimpin Gereja Kristen.

Sophronius disebut-sebut menolak menyerahkan Yerusalem meskipun banyak pasukan Muslim yang mengepung kota itu.

Namun, ia hanya bersedia untuk menyerahkan Yerusalem jika Umar bin Khattab datang.

Setelah mendapatkan permintaan tersebut, Umar bin Khattab pun segera meninggalkan Madinah dan pergi sendirian menuju Yerusalem dengan satu keledai dan satu asisten.

Setibanya di Yerusalem, Umar bin Khattab langsung disambut Sophronius dan diajak berkeliling kota, termasuk Gereja Makam Suci.

Ketika waktu shalat tiba, Sophronius mengajak Umar bin Khattab untuk shalat di dalam gereja. Namun, pemimpin Islam tersebut menolak.

Umar bin Khattab bersikeras jika ia shalat di gereja, umat Islam akan menggunakannya sebagai alasan untuk mengubah gereja menjadi masjid. Artinya, tindakan ini bisa membuat situs suci umat Kristen terampas.

Lihat Juga :  Berita Foto : Masjid Pertama di Laut Adriatik Kroasia 

Sebagai gantinya, Umar bin Khattab menunaikan ibadah shalat di luar gereja, yakni lokasi yang berada di sisi selatan kompleks Al-Aqsha. Di tempat itulah Masjid Al-Aqsa dibangun.

Bagian dalam Masjid Al-Aqsha. (Foto : Wikipedia)

Al-Qibli

Pada awalnya, Masjid Al-Aqsa diberi nama Al-Qibli yang berarti Masjid Kiblat. Nama tersebut sesuai dengan kondisi Masjid Al-Aqsha yang pernah menjadi arah kiblat pertama bagi umat Islam di seluruh dunia sebelum bergeser ke Mekkah.

Setelah berdiri tegak, Masjid Al Aqsha mengalami serangkaian renovasi dan perluasan sepanjang sejarahnya

Pada 661-750 SM, Dinasti Umayyah memperbaiki bangunan ini, kemudian dilanjutkan Khalifah Abassiyah, Dinasti Fatimiyyah, Dinasti Ayyubi, dan Kekaisaran Ottoman.

Meskipun telah melalui berbagai renovasi dan pembangunan, masjid ini berdiri di kompleks Al-Aqsha.

Selain Masjid Al-Aqsha, di area ini juga terdapat Dome of The Rock dan Tembok Ratapan.

Dome of the Rock atau Baitul Maqdis adalah tempat yang menjadi pijakan Nabi Muhammad saat Isra Mi’raj atau perjalanan menuju langit ke tujuh alias Sidratul Muntaha.

Sementara Tembok Ratapan diyakini umat Yahudi sebagai satu-satunya kuil kedua yang bertahan usai dihancurkan Romawi. (Dari berbagai sumber)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button