Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Hadist- Hadist Tentang Mulianya Sifat Amanah

ASSAJIDIN.COM — Mulianya Sifat Amanah dalam Sabda Nabi Muhammad Saw.

Sebagaimana sifat amanah dimuliakan dalam al-Qur’an. Sifat amanah juga amat dimuliakan dalam sabda Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana diperintahkan dalam al-Qur’an, amanah juga diperintahkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Hadits pertama
Di antara pemuliaan dan perintah amanah dalam sabda Nabi Muhammad Saw. adalah sebagai berikut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: بَيْنَمَا النَّبِىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِىٌّ، فَقَالَ: مَتَى السَّاعَةُ؟ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ، فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ: سَمِعَ مَا قَالَ، فَكَرِهَ مَا قَالَ، وَقَالَ بَعْضُهُمْ: بَلْ لَمْ يَسْمَعْ، حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ: أَيْنَ – أُرَاهُ – السَّائِلُ عَنِ السَّاعَةِ؟ قَالَ: هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ, قَالَ: فَإِذَا ضُيِّعَتِ الأَمَانَةُ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ, قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا؟ قَالَ: إِذَا وُسِّدَ الأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرِ السَّاعَةَ

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Ketika Rasulullah Saw. sedang berbicara dengan sekelompok orang, datang seorang Arab Baduwi.

Orang itu bertanya, “Kapan terjadinya kiamat?” Namun Rasululah melanjutkan bicaranya itu.

Lihat Juga :  Tahlilan atau Takziah, Dua Istilah ini, Apa Bedanya?

Melihat hal itu, sebagian orang berkata, “Beliau mendengarnya, namun tidak menyukai pertanyaan itu.”

Sebagian orang berkata, “Beliau tidak mendengar.”

Ketika telah selesai berbicara, beliau bertanya, “Mana orang yang bertanya tadi?”

Orang itu menjawab, “Ini saya, wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda, “Bila amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.”

Orang itu bertanya lagi, “Bagaimana amanah itu disia-siakan?”

Beliau bersabda, “Bila urusan diserahkan kepada orang yang tidak tepat, maka tunggulah kiamat.” (HR. Bukhari)

Hadits kedua
Dalam kesempatan yang lain, Nabi Muhammad Saw. bersabda:

أَنَّ الأَمَانَةَ نَزَلَتْ فِى جَذْرِ قُلُوبِ الرِّجَالِ، ثُمَّ عَلِمُوا مِنَ الْقُرْآنِ، ثُمَّ عَلِمُوا مِنَ السُّنَّةِ.

Sesungguhnya amanah itu telah turun ke dasar hati para lelaki. Kemudian mereka mengenali amanah itu dari al-Qur’an. Kemudian mereka mengenali amanah itu dari as-sunnah. (HR. Bukhari)

Demikian penting sifat amanah, hingga Nabi Muhammad Saw. melarang umatnya untuk membalas pengkhianatan yang dilakukan orang lain.

Beliau berpesan:

أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ، وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ.

“Tunaikanlah amanah kepada orang yang telah memberimu amanah. Dan janganlah engkau berkhianat kepada orang yang telah berkhianat kepadamu.” (HR. Abu Dawud)

Lihat Juga :  Sesungguhnya Bersama Kesulitan Ada Kemudahan

Amanah dan Khianat tidak mungkin bersatu
Lebih jauh, Nabi Muhammad Saw. memberikan penjelasan, bahwa sifat khianat dan amanah itu tidak mungkin bertemu, sebagaimana sifat iman dan kufur yang juga tidak bisa bertemu. Beliau bersabda:

لاَ يَجْتَمِعُ الإِيمَانُ وَالْكُفْرُ فِى قَلْبِ امْرِئٍ وَلاَ يَجْتَمِعُ الصِدْقُ وَالْكَذِبُ جَمِيعاً وَلاَ تَجْتَمِعُ الْخِيَانَةُ وَالأَمَانَةُ جَمِيعاً.

Sifat iman dan kufur tidak bisa berkumpul dalam hati seseorang. Demikian pula halnya sifat shidiq dan kadzib tidak bisa berkumpul. Demikian pula sifat khianat dan amanah tidak bisa berkumpul. (HR. Ahmad)

Larangan membalas pengkhianatan
Juga karena demikian buruknya sifat khianat ini, hingga Nabi Muhammad Saw. melarang umatnya untuk membalas pengkhianatan yang dilakukan orang lain. Beliau berpesan:

أَدِّ الأَمَانَةَ إِلَى مَنِ ائْتَمَنَكَ، وَلاَ تَخُنْ مَنْ خَانَكَ.

Tunaikanlah amanah kepada orang yang telah memberimu amanah, dan janganlah engkau berkhianat kepada orang yang telah berkhianat kepadamu. (HR. Abu Dawud). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button