Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

Uncategorized

Menag Resmikan Gedung Tertinggi di Kampus UIN Raden Fatah Palembang

Habiskan Dana Rp 54 Miliar

 

ASSAJIDIN.COM —  Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang baru saja meresmikan dua Gedung baru yang di beri nama Rafa Tower (SBSN) dan Student Residence (BLU).

Gedung tertinggi yang difasilitasi lift berada di kampus A Sudirman UIN Raden Fatah Palembang diresmikan langsung oleh Menteri Agama RI H Lukman Hakim didampingi Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof Drs HM Sirozi, MA, PhD dan Sekda Pemprov H Nasrun Umar serta Kakanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi. Peresmian ditandai dengan pemukulan rabana, pemotongan pita, dan penandatanganan Batu Prasasti oleh kementerian Agama RI, di ruang Auditorium Rafa Tower, Kamis (11/07/2019).

Gedung rafa tower tersebut terdiri dari delapan lantai terdiri dari Basement, audotorium, perpustakaan, ruang kuliah, ruang Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) serta Fakultas Psikologi , ruang kuliah, laboratorium komputer, ruang kuliah, dan Roof Top Cafe.

Lihat Juga :  Berhentilah, Sampai Kapan Kita saling Mencela dan Mengolok-olok?

Hal tersebut disampaikan Rektor UIN Raden Fatah Palembang Prof. Drs. H. M. Sirozi, M.A., Ph.D. Dalam sambutannya.

Ia mengatakan, gedung yang dibangun dengan luas 7650 m/persegi selama pembangunannya memakan dana mencapai 54 Milliar untuk gedung Rafa tower, sedangkan gedung Student Residence, akomodasi mahasiswa dengan skema dua tahap pada tahun 2017/2018 terdiri dari lima lantai, yaitu basement, lobby , 60 kamar di tiga lantai.

“kita ucapkan sangat bersyukur atas peresmian dua unit gedung layanan perkuliahan, semoga kedepannya gedung sangat membantu, bermanfaat penuh barokah untuk meningkatkan mutu pendidikan bagi mahasiswa,” katanya.

Lihat Juga :  Dosen FISIP UIN Raden Fatah Dituntut Harus Siap Pembelajaran 100 Persen E-Learning

Menteri Agama Republik Indonesia (RI) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan fokus perhatian dan kualitas bangsa perlu di tekankan, dan terima kasih atas kontribusi pemerintah provinsi, kota dan daerah dalam mendukung pembangunan gedung.

“Di sini saya berpesan bahwa bangunan fisik hakikatnya benda mati yang memiliki makna tergantung dari kita makhluk hidup yang memanfaatkannya, saya menitipkan kepada seluruh civitas akademika UIN Rafah untuk bisa memberikan nyawa ke dalam bangunan yang baru ini, memberikan manfaat, senantiasa berinovasi, dan berkreasi,” katanya. (*)

Penulis: Tri Jumartini

Back to top button