Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

SEHAT

Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Puasa Satu Bulan Penuh

ASSAJIDIN.COM  – Bulan Ramadhan merupakan bulan wajib bagi umat islam untuk menjalankan ibadah puasa. Saat berpuasa, tubuh tidak boleh makan dan minum mulai terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

lalu, apa yang terjadi pada tubuh kita saat berpuasa? Dokter Umum Rumah Sakit Islam Ar Rasyid Palembang. Dr. Gabriella Mariza Almandra mengatakan Tubuh akan beradaptasi terhadap perubahan pola makan yang terjadi pada saat kamu berpuasa.

Minggu pertama Ramadhan
Puasa di hari pertama, puasa mungkin terasa sangat berat. Kamu akan merasakan rasa lapar yang intens pada periode ini. beberapa orang mungkin akan merasa pusing puada dan lemas pada hari-hari pertama puasa.

Lihat Juga :  KPU Sumsel Luncuran Kirab Pemilu 2024

Hal ini disebabkan oleh kadar gula, tekanan darah, dan denyut jantung juga akan menurun. Tubuh akan mulai menggunakan cadangan gula yang tersimpan di hati dan otot untuk menghasilkan energi.
Pada periode tiga hingga tujuh hari, tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi. Karena tidak ada asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh, sistem pencernaan pun bisa beristirahat, sehingga seluruh energi bisa digunakan untuk pembersihan dan penyembuhan.

“Pada periode ini, aktivitas sel darah putih dan sistem imun meningkat. Pada periode 8–15 hari, tubuh bisa melakukan detoksifikasi secara efisien, sehingga memungkinkan terjadinya penyembuhan secara alami,” katanya.

Lihat Juga :  Masya Allah, Jika Dilakukan dengan Benar, Ini Fungsi Duduk Iftirash saat Shalat untuk Kesehatan

Minggu kedua Ramadhan
Memasuki minggu kedua puasa, tubuh kamu juga sudah tidak terasa lemas lagi, sebaliknya kamu akan merasa lebih enerjik dan pikiran terasa lebih jernih dan baik.

Minggu ketiga dan keempat Ramadhan
Sehingga pada 16–30 hari, tubuh berhasil beradaptasi pada keadaan puasa, konsentrasi dan daya ingat kamu akan meningkat, dan emosi lebih stabil. Ketika proses detoksifikasi selesai, tubuh bisa bekerja lebih maksimal dalam mengganti jaringan yang rusak. (TRI JUMARTINI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button