Jadwal imsakiyah Wilayah Palembang

-- --- 2026

Imsak: --:--| Shubu: --:-- | Maghrib: --:--

MOZAIK ISLAM

Alquran sebagai Kalamullah

ASSAJIDIN.COM — Dalil dari Al Quran Bahwa Al Quran Kalam (Perkataan) Allah
Allah Ta’ala berkata,

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ

“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrik itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar Kalam Allah.” (at-Taubah: 6)

وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ

“Padahal segolongan dari mereka mendengar Kalam Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya.” (al-Baqarah: 75)

Yang dimaksud dengan ‘Kalam Allah’ pada dua ayat di atas tidak lain adalah Al Quran. Perhatikanlah, Allah menamakan Al Quran sebagai Kalam (Perkataan) Allah, Dia tidak menamakannya sebagai makhluk.

Allah Ta’ala berkata tentang ilmu-Nya,

فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ

“Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu1.” (Ali Imran: 61)

Imam Muhammad bin al-Husain al-Ajurri (w. 360H) rahimahullah menjelaskan ayat di atas,

لَمْ يَزَلِ اللَّهُ عَالِمًا مُتَكَلِّمًا سَمِيعًا بَصِيرًا بِصِفَاتِهِ قَبْلَ خَلْقِ الْأَشْيَاءِ، مَنْ قَالَ غَيْرَ هَذَا كَفَرَ

Lihat Juga :  Pemkot Palembang Kurangi Anggaran KIS Warga Miskin Rp46 Miliar

“Allah senantiasa Maha Mengetahui, Maha Berbicara, Maha Mendengar, Maha Melihat sebelum menciptakan segala sesuatu. Barangsiapa yang tidak meyakini hal ini maka ia kafir.”2

Yakni, Allah Ta’ala memiliki sifat-sifat di atas (mengetahui, berbicara, mendengar, melihat, dan sifat lainnya) sebelum terciptanya makhluk apapun. Sifat tersebut akan terus ada pada-Nya. Ini merupakan keyakinan paten umat Islam.

Setelah itu, beliau menjelaskan bahwa orang yang berilmu dan berakal jika mau mendengar dalil dari Al Quran, sunnah, serta penjelasan ulama tentang hal ini niscaya dia akan mendapatkan tambahan ilmu dan pemahaman.

Namun, jika yang mendengar adalah orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit, jika Allah Ta’ala berkehendak untuk memberinya petunjuk menuju jalan kebenaran niscaya dia akan rujuk dari pemahaman yang dianutnya. Akan tetapi jika tidak, niscaya dia tidak akan rujuk, dan musibah yang menimpanya adalah yang terbesar.

Dalil dari As-Sunnah Bahwa Al Quran Kalam Allah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut Al Quran sebagai Kalam Allah, tidak menyebutnya sebagai makhluk. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ketika menawarkan dirinya pada musim haji,

Lihat Juga :  Rasa Berat untuk Meninggalkan Kebiasaan Buruk

أَلَا رَجُلٌ يَحْمِلُنِي إِلَى قَوْمِهِ؟ فَإِنَّ قُرَيْشًا مَنَعُونِي أَنْ أُبَلِّغَ كَلَامَ رَبِّي

“Adakah seseorang yang dapat membawaku kepada kaumnya? Karena kaum Quraisy mencegahku dari menyampaikan Kalam Rabbku.” (HR. Ibnu Majah di dalam Sunannya no. 201, dari Sahabat Jabir bin Abdillah, Sahih).4

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي صَلَاتِهِ بَعْدَ التَّشَهُّدِ أَحْسَنُ الْكَلَامِ كَلَامُ اللهِ، وَأَحْسَنُ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ

Dari Jabir berkata: Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca di dalam khotbahnya setelah kalimat syahadat, “Sebaik-baik kalam adalah Kalam Allah. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (HR. an-Nasai di dalam Sunanul Kubra no. 1235, Sahih)5

Pada dua hadits di atas, yang dimaksud dengan Kalam Allah oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak lain adalah Al Quran. (

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button